Dinkes Karawang Pacu Eliminasi TBC Lewat Inovasi “GAMPIL TEPANG” - KARAWANG BICARA

Selasa, 25 November 2025

Dinkes Karawang Pacu Eliminasi TBC Lewat Inovasi “GAMPIL TEPANG”

Karawang – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Kesehatan terus menggenjot upaya eliminasi Tuberkulosis (TBC) dengan meluncurkan inovasi strategis bertajuk “GAMPIL TEPANG”. Program ini ditargetkan mampu menurunkan angka kasus baru TBC hingga 80 persen pada tahun 2030.

“GAMPIL TEPANG” merupakan gerakan akselerasi yang mencakup enam pilar utama, antara lain peningkatan penemuan kasus aktif, perluasan investigasi kontak, terapi pencegahan TBC, penguatan pemantauan, hingga dukungan langsung kepada pasien.

Kabid P2P Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu menjelaskan, program ini tidak hanya strategi teknis, tetapi merupakan gerakan lintas sektor yang menyeluruh. “Kami percepat temuan kasus, mulai pengobatan secepatnya, dan pastikan pelacakan kontak jalan. Ini fondasi eliminasi TBC,” tegasnya. Selasa 25/11/2025

Dinkes juga telah menerapkan teknologi canggih berupa Portable X-ray berbasis AI untuk penemuan aktif kasus di lapangan, serta memperluas akses TCM di 9 titik, termasuk tambahan di Puskesmas Klari.

“Tahun depan kita tambah BD MAX, bisa deteksi resistensi sekaligus. Hasil lebih cepat, penanganan juga lebih tepat,” jelas Yayuk.

Tak hanya mengandalkan teknologi, kekuatan program ini terletak pada keterlibatan masyarakat. Sebanyak 309 desa telah memiliki kader TBC yang mendapat insentif untuk melakukan pendampingan pasien dan edukasi. “Kader dan teknologi jadi kombinasi paling efektif,” tambahnya.

Namun tantangan besar masih membayangi, terutama soal stigma. Banyak warga menolak diperiksa karena takut atau malu. “Padahal kontak erat harus segera ditindak. Kalau menunda, risiko penularan makin besar,” kata Yayuk prihatin.

Untuk melawan stigma, Dinkes gencar melakukan sosialisasi lewat berbagai media dan melibatkan tokoh masyarakat. Edukasi menyasar titik keramaian seperti CFD dan perusahaan.

Dukungan kepada pasien juga diperkuat melalui PMT dari Baznas, konseling rutin, obat gratis, dan pendampingan oleh kader hingga pengobatan tuntas.

Ke depan, pemetaan wilayah rawan dan pemeriksaan dini akan menjadi fokus utama. “Kami pastikan tidak ada kasus yang luput. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat penularan diputus,” pungkasnya.

Penulis:Ferimaulana
Comments
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done