KARAWANG BICARA

Senin, 31 Agustus 2026

Pengawas Dinas PURP Bidang SDA Diduga Mengutamakan "Fee" Yang Diduga Kualitas Pekerjaan Disepelekan

karawang | Proyek pembangunan drainase di lingkungan otista cinangoh barat II kelurahan Karawang wetan kecamatan Karawang timur milik dinas PUPR Karawang yang dikerjakan oleh rekanan PT. Cemerlang Bangun Perkasa Sejahtera sebagai pelaksana proyek.

Pembangunan drainase yang ada di lingkungan otista cinangoh barat II yang dikerjakan oleh pelaksana kontruksi PT. Cemerlang Bangun Perkasa Sejahtera dengan nilai kontrak RP. 188.917.000,00 (seratus delapan puluh delapan juta sembilan ratus tujuh belas ribu rupiah) yang di danai APBD Karawang tahun 2026.

Pembangunan drainase yang menggunakan 
U-ditch diduga tidak mengikuti standar teknis. Terlihat jelas bahwa dasar galian masih dalam kondisi tergenang air saat proses pemasangan dilakukan. Seharusnya, sebelum pemasangan beton pracetak seperti U-ditch, kondisi tanah harus dipastikan kering, padat, dan rata agar hasil pekerjaan maksimal dan tahan lama.

Dan pengawas dinas PURP Bidang SDA yang diduga lebih mengutamakan"fee" dan  diduga sepelekan kualitas pekerjaan. sehingga proyek pembangunan drainase yang dikerjakan oleh pelaksana kontruksi diduga tidak mengikuti standar teknis.

Hasil pantauan awak media dilokasi proyek Senin (31/08/2026) yang menjadi sorotan awak media adalah penggunaan puing bekas galian untuk menutupi sisi U-ditch. Material tersebut tampak bercampur tanah dan batuan tidak sesuai.

Menurut salah satu warga yang melintasi  jalan yang berhasil di wawancara awak media yang tidak mau namanya di publikasikan mengatakan bahwa proyek pembangunan drainase apabila masih ada genangan airnya tidak akan optimal apa lagi saat pemasangan U-ditch tidak terlihat adanya pasir urug maupun lantai kerja. Dan sangat miris sekali proyek pembangunan drainase pengawasnya yang diduga lebih mengutamakan"fee". Ucap warga ke awak media.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai metode pelaksanaan pekerjaan tersebut. Masyarakat berharap agar ada pengawasan ketat dari dinas PUPR agar proyek yang menggunakan anggaran APBD Karawang tahun 2026 dapat berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat maksimal bagi warga. (par)

Pelaksana Kontruksi PT. Cemerlang Bangun Perkasa Sejahtera Diduga Sepelekan Standar Teknis, Pemasangan Uditch Masih Ada Genangan Air Dilokasi Proyek Drainase

karawang | Proyek pekerjaan drainase milik dinas PUPR yang di kerjakan oleh pelaksana kontruksi PT. Cemerlang Bangun Perkasa Sejahtera menjadi sorotan, berdasarkan pantauan awak media dilokasi Minggu (30/08/2026) tepatnya di lingkungan otista cinangoh barat II kelurahan Karawang wetan kecamatan Karawang timur ditemukan dugaan adanya ketidaksesuaian dalam pemasangan U-ditch.

Dan pemasangan papan nama informasi proyek hanya digantungan dirumah milik warga tidak menggunakan kayu, dalam papan informasi proyek yang di pasang dilokasi tercantum nama kegiatan pembangunan drainase yang dikerjakan oleh pelaksana kontruksi PT. Cemerlang Bangun Perkasa Sejahtera"dengan sumber dana dari APBD Karawang tahun 2026 dengan nilai kontrak RP. 188.917.000,00 (seratus delapan puluh delapan juta sembilan ratus tujuh belas ribu rupiah).

Sangat di sayangkan kondisi dilapangan, saat pemasangan U-ditch diduga sepelekan standar teknis. Terlihat jelas dilokasi proyek bahwa dasar galian masih dalam kondisi tergenang air saat proses pemasangan u-ditch.

Seharusnya sebelum pemasangan U-ditch kondisi tanah harus dipastikan kering padat dan rata agar hasil pekerjaan maksimal dan tahan lama.

Temuan lain yang menjadi sorotan awak media penggunaan puing bekas galian untuk menutupi pinggiran U-ditch, material tersebut tampak bercampur tanah dan batuan yang tidak seragam.

Adanya pembangunan drainase yang menggunakan U-ditch seharusnya bisa berpungsi untuk kelancaran air agar bisa bermanfaat bagi warga.

Kondisi ini akan menimbulkan kekhawatiran kualitas dan ketahanan kontruksi yang berpontesi yang akan menyebabkan kerusakan dini serta tidak optimalnya fungsi drainase di kemudian hari. (par)

Jumat, 28 Agustus 2026

Pembangunan RKB SD Negeri Sukaluyu III dari Pokir Dewan melalui Disdikbud saat ini sedang dalam pelaksanaan

karawang | Pembangunan Ruang Kelas Baru SD Negeri Sukaluyu III dari Pokok pikiran (Pokir) Dewan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sedang dalam pelaksanaan, yang mana proyek tersebut dilaksanakan oleh atas nama CV Arkaam Watamaam dengan nilai kontrak Rp 384.292.000,- dan waktu pelaksanaan pekerjaan hingga 22 September. 
     
Pelaksanaan kegiatan pembangunan RKB tersebut sempat terhenti, dimungkinkan berkaitan dengan finansial dari pihak kontraktor, namun pelaksanaan kegiatan saat ini sedang dikerjakan, bukan berarti mangkrak seperti yang disangkakan, karena masih ada waktu pelaksanaan pekerjaan  hingga bulan September. 
      
JK Pelaksana atau kontraktor kegiatan pembangunan RKB tersebut saat dikonfirmasi karawangbica.com, Jum'at (28/8) melalui ponsel mengatakan, proyek pembangunan RKB SD Negeri Sukaluyu III itu memang pekerjaan saya, tapi jangan diasumsikan mangkrak karena, masih ada waktu pelaksanaan hingga bulan september, kalau waktu pelaksanaan sudah habis dari waktu yang sudah ditentukan dalam kontrak tapi belum juga selesai dan tidak dikerjakan, itu baru namanya mangkrak, akan tetapi walaupun waktu pelaksanaan sudah habis tapi masih dikerjakan resikonya perusahaan kita akan kena denda sesuai aturan yang berlaku, sekarang bangunan RKB tersebut sedang dalam pelaksanaan, memang beberapa waktu sempat tertunda, karena finansial saja, tapi kan waktu pelaksanaan masih panjang, saya yakin pelaksanaan kegiatan RKB ini dapat diselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan dalam kontrak, jelasnya.  Tata

Bupati Aep Kukuhkan Tim Penggerak Literasi Daerah, Dorong Peningkatan Kualitas SDM

karawang | Bupati Aep Kukuhkan Tim Penggerak Literasi Daerah, Dorong Peningkatan Kualitas SDM 

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh mengukuhkan Tim Penggerak Literasi Daerah Kabupaten Karawang sekaligus membuka Workshop Peningkatan Kompetensi Literasi Sains dan Numerasi bagi guru Matematika, Fisika, IPA, dan IPAS se-Kabupaten Karawang. 

Kegiatan yang berlangsung di Aula Husni Hamid, Kamis (27/8/2026), tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pekan Literasi Kabupaten Karawang Tahun 2026 dengan tema "Mesin Penggerak Perubahan Budaya Literasi Kabupaten Karawang". 

Pengukuhan Tim Penggerak Literasi Daerah berdasarkan Surat Keputusan Bupati Karawang Nomor 1003.3.3.2/Kep.598-Hub/2025. Sementara workshop diikuti 90 guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Karawang, dengan menghadirkan narasumber dari Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Bupati Aep mengatakan, penguatan budaya literasi membutuhkan komitmen dan kerja bersama dari berbagai pihak, terutama para guru sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 
la mengapresiasi panitia pelaksana yang dinilai mampu menjalankan kegiatan dengan tertib dan disiplin. 

"Segala sesuatu harus dimulai dari diri kita sendiri. Saya meyakini Karawang memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penopang utama ibu kota," kata Bupati Aep. 

Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mencapai hasil yang lebih baik. 

"Saya sering menyampaikan, kita ini bukan Superman, tetapi Superteam. Keberhasilan bisa dihasilkan dari kebersamaan," ujarnya. 

Selain meningkatkan kompetensi guru, Pemkab Karawang juga menyiapkan penguatan sarana pendukung literasi. Bupati Aep menyampaikan rencana pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah yang lebih modern pada tahun depan. 

"Insyaallah tahun depan kami juga akan membuat perpustakaan dengan anggaran kurang lebih Rp5 sampai Rp6 miliar. Kalau fasilitasnya ada, guru penggeraknya ada, dan timnya ada, insyaallah gerakan literasi ini bisa semakin kuat," katanya. 

Bupati Aep berharap pengukuhan Tim Penggerak Literasi Daerah dan workshop tersebut tidak b (par)

Lampu PJL yang mati di Perum Puri Kosambi II sudah diperbaiki oleh Dinas PTKP

karawang | Berdasarkan permohonan warga lampu Penerangan Jalan Lingkungan melalui aplikasi CIPRO CAANG DPRKP Kabupaten Karawang akhirnya Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) yang mati di perum puri Kosambi II sudah menyala, karena kesigapan pihak dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) . 
     
Kinerja Dinas PRKP mendapat apresiasi masyarakat perum tersebut, dan mengucapkan Terima kasih kepada pihak dinas PRKP yang sudah merespon kebutuhan masyarakat perum. 
     
Sarbek salah seorang warga perum kepada karawangbicara.com, Rabu (26/8) menyampaikan, kami warga perum puri kosambi II berterima  kasih kepada pihak dinas PRKP yang telah memberikan pelayanan kepada masyarakat perum, jadi lampu yang mati sekitar tujuh titik di lingkungan perum, sekarang sudah menyala kembali, sehingga di lingkungan perum saat ini terang kembali saat malam hari, ujarnya. 
     
Y. Sugara dari pihak Dinas PRKP mengatakan kepada karawangbicara.com diwaktu yang sama mengatakan, kami siap memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan optimal, selagi matrial di dinas masih tersedia, untuk pelayanan kepada masyarakat, ujarnya. Tata

Selasa, 25 Agustus 2026

Bupati Aep Cek Pembangunan Jembatan Harmoni Desa Wadas, Pastikan Sesuai Spesifikasi

karawang | Bupati Aep Cek Pembangunan Jembatan Harmoni Desa Wadas, Pastikan Sesuai Spesifikasi 

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE., bersama rombongan melakukan pengecekan pembangunan Jembatan Harmoni Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Senin (24/8/2026). 

Pengecekan dilakukan untuk memastikan proses pembangunan jembatan berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kualitas pekerjaan, spesifikasi teknis maupun waktu pelaksanaan. 

Jembatan Harmoni memiliki panjang 12 meter dan lebar 5,5 meter. Pembangunan jembatan tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karawang Tahun 2026 dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender. 

Dalam pengecekan tersebut, Bupati Aep melihat langsung kondisi dan tahapan pekerjaan di lokasi. la juga berdialog dengan pihak pelaksana untuk memastikan setiap tahapan pembangunan dikerjakan dengan baik dan tidak mengabaikan ketentuan teknis yang telah ditetapkan. 

Bupati Aep menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak hanya harus selesai tepat waktu, tetapi juga harus memiliki kualitas yang baik sehingga dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang. 

"Yang paling penting pekerjaan ini harus sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan. Kita ingin jembatan ini benar-benar kuat, aman dan bisa digunakan masyarakat dalam waktu yang panjang," tegasnya. 

Menurut Bupati, Jembatan Harmoni merupakan salah satu infrastruktur yang sangat dinantikan masyarakat. Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. 

Karena itu, la meminta agar pekerjaan dilakukan secara sungguh-sungguh dan memperhatikan aspek keselamatan selama proses pembangunan maupun setelah jembatan selesai digunakan. 

"Ini ditunggu masyarakat. Jadi saya minta dikerjakan dengan baik, sesuai perencanaan dan spesifikasi. Jangan hanya mengejar cepat selesai, tetapi kualitas juga harus menjadi perhatian utama," ujarnya. 

Bupati juga meminta jajaran terkait untuk terus melakukan pengawasan selama proses pembangunan berlangsung. Pengawasan tersebut penting untuk memastikan pekerjaan di lapangan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. (par)

Bupati Aep Bagikan Modul Pembelajaran Gratis, Ringankan Beban Orang Tua Siswa

karawang | Bupati Aep Bagikan Modul Pembelajaran Gratis, Ringankan Beban Orang Tua Siswa 

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE., membagikan langsung modul pembelajaran gratis kepada siswa SDN Nagasari VI dan SMPN 5 Karawang Barat, Senin (24/8/2026). 

Penyerahan modul tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Karawang membantu memenuhi kebutuhan belajar siswa sekaligus meringankan biaya pendidikan yang harus ditanggung orang tua.

Bupati Aep tidak hanya menyerahkan modul, tetapi juga masuk ke ruang kelas dan berdialog langsung dengan para siswa. la ingin mengetahui tanggapan siswa setelah menerima modul pembelajaran gratis yang diberikan pemerintah daerah. 

"Senang tidak dapat modul pembelajaran gratis?" tanya Bupati Aep kepada para siswa. 

"Senang, Pak Bupati," jawab para siswa serentak. 

Salah seorang siswa mengatakan, modul gratis membuat kegiatan belajar menjadi lebih mudah dan membantu mengurangi pengeluaran orang tua. 

"Senang karena mempermudah pelajaran, terus mengurangi biaya orang tua. Lebih ringan, tidak berat dibawa," ujarnya. 

Bupati Aep mengatakan, program modul pembelajaran gratis merupakan salah satu bentuk perhatian Pemkab Karawang terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat. 

Menurutnya, modul tersebut disusun melalui proses bersama para guru di Kabupaten Karawang agar materi yang diberikan dapat mendukung proses pembelajaran di sekolah. 

"Yang jelas, modul ini sudah melalui proses yang kita rapatkan bersama. Guru-guru terbaik yang menyusun soal dan materinya. Guru-guru yang hebat semuanya," kata Aep. 

la menjelaskan, modul pembelajaran yang diberikan memiliki fungsi yang sama dengan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sebelumnya harus dibeli oleh orang tua. 

"Buku modul yang kami berikan tidak berbeda dengan buku LKS. Jadi, ini bisa digunakan untuk menunjang pembelajaran siswa," ujarnya. 

Bupati Aep menyadari kebutuhan pendidikan anak cukup besar. Selain buku pembelajaran, orang tua juga harus menyiapkan seragam, perlengkapan sekolah dan berbagai kebutuhan lainnya. 

Karena itu, Pemkab Karawang berupaya mengambil bagian dalam memenuhi salah satu kebutuhan tersebut melalui pemberian modul pembelajaran secara gratis. (par)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done