KARAWANG BICARA

Senin, 09 Maret 2026

Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026, Sinergitas TNI-Polri dan Pemda Karawang Diperkuat

Polres Karawang – Dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Karawang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Pemda Kabupaten Karawang tersebut dihadiri oleh segenap pemangku kepentingan terkait, mulai dari TNI, Polri, instansi pemerintah daerah, hingga pengelola jalan tol dan rest area. Senin, 9 Maret 2026

Rapat yang dimulai pukul 09.45 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolres Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah, didampingi Plt. Asda 1 Kabupaten Karawang, Ridwan Salam, serta Kasdim 0604 Karawang, Mayor Inf. Saeful Husna. Turut hadir para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Kejaksaan Negeri, Kemenag, MUI, BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta perwakilan Jasamarga dan pengelola Rest Area Km 57 dan Km 62.

Dalam sambutannya, Kapolres Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah, menegaskan bahwa Operasi Ketupat Lodaya 2026 merupakan amanah besar untuk melayani masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran. "Operasi ini jangan dianggap rutinitas biasa. Pengalaman dari Operasi Lilin 2025 harus kita jadikan modal untuk melaksanakan tugas lebih baik lagi. Saya mengajak seluruh stakeholder untuk terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif," ujarnya.

Kapolres juga mengapresiasi langkah Pemda Karawang yang akan menggelar lomba bedug yang dibagi dalam 3 zona pada malam takbiran, ini bisa mencegah kepadatan masyarakat yang turun kejalan ia juga mengingatkan agar tempat-tempat wisata yang dipadati pengunjung selama libur Lebaran juga menjadi prioritas pengamanan.

Sementara itu, Plt. Asda 1 Kabupaten Karawang, Ridwan Salam, menyampaikan terima kasih atas kesiapan jajaran kepolisian. Ia meminta para camat di sepanjang jalur mudik untuk aktif mengecek rambu-rambu, lampu penerangan jalan umum (LPJU), serta segera memperbaiki jalan berlubang. "Untuk malam takbiran, Bupati akan menegur camat jika masih ada warganya yang melakukan pawai menggunakan sound horeg hingga ke pusat kota. Lomba bedug di masing-masing zonasi sudah menjadi solusi," tegasnya.

Dari unsur TNI, Kasdim 0604 Karawang, Mayor Inf. Saeful Husna, menyampaikan dukungan penuh Kodim terhadap kelancaran operasi. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan protap dan SOP di lapangan. "Kami siap bersinergi dengan Polri dan instansi terkait demi keamanan bersama," katanya.

Aspek teknis pengamanan dipaparkan oleh Kasat Intelkam Polres Karawang yang menyebutkan bahwa Operasi Ketupat Lodaya 2026 mengusung tema "Mudik Aman, Keluarga Bahagia". Operasi akan berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 Maret 2026. Ancaman yang diantisipasi antara lain penumpukan kendaraan di terminal dan stasiun.

Kabag Ops Polres Karawang menambahkan bahwa sebanyak 785 personel akan diterjunkan, didukung 17 pos pengamanan (pospam) yang tersebar di jalur tol dan arteri. Rencananya, Apel Gelar Pasukan akan digelar pada 12 Maret 2026 pukul 16.00 WIB sebagai tanda dimulainya operasi.

Dari sisi rekayasa lalu lintas, Kasat Lantas Polres Karawang memaparkan kesiapan menghadapi kepadatan di tol Jakarta–Cikampek. Sistem one way dan contra flow akan diterapkan jika diperlukan. Perhatian khusus juga diberikan pada titik-titik rawan macet di jalur arteri, seperti Tanjungpura, simpang Pendeuy, simpang Kartini, Pasar Kosambi, dan jalur pantura. Satlantas juga akan membentuk tim urai dan melakukan penyekatan kendaraan sumbu tiga di Gerbang Tol Karawang Barat, Karawang Timur, dan Kalihurip. "Kami juga menyiapkan kendaraan derek untuk mengantisipasi kendaraan mogok," ujarnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang turut menyiagakan 140 personil yang tersebar di tiga pos pengamanan. Kadishub Karawang, Muhana, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggelar program mudik gratis dengan menyiapkan 15 unit bus. "Kami juga akan fokus pada pengaturan arus lalu lintas untuk memperlancar pergerakan kendaraan," jelasnya.

Rapat koordinasi ini menjadi ajang penyamaan persepsi dan pengecekan kesiapan akhir seluruh komponen dalam mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 H di Kabupaten Karawang. Dengan sinergitas yang kuat, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif.


Ferimaulana

Ramadan Penuh Kepedulian, Rescue Karang Taruna Karawang Santuni 300 Anak Yatim di Karawang Barat

KARAWANG – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang melalui kegiatan santunan anak yatim piatu yang dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama. Kegiatan sosial tersebut digelar di halaman Kantor Kecamatan Karawang Barat pada Minggu (8/3/2026) dan diikuti ratusan anak yatim dari berbagai wilayah di Karawang Barat.

Acara yang berlangsung penuh kehangatan ini menjadi momen kebersamaan antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, serta masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 300 anak yatim piatu menerima santunan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap mereka yang membutuhkan dukungan sosial.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang Dr. (C) Dani Sudirman, Ketua Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang Candra Candiago SH, Camat Karawang Barat Agus Somantri, serta Asisten Daerah (Asda) I Kabupaten Karawang Ridwan Salam.

Selain itu, turut hadir pula Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang Asep Suryana, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang Dindin Rachmadi, perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) H. Asep, jajaran Karang Taruna se-Kecamatan Karawang Barat, IPSM se-Karawang Barat, serta para ketua RT dan RW dari berbagai wilayah di Kecamatan Karawang Barat.

Penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dilakukan secara simbolis oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh. Prosesi tersebut didampingi oleh Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang Dr. (C) Dani Sudirman dan Ketua Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang Candra Candiago, serta disaksikan oleh para tamu undangan dan unsur Forkopimda Kabupaten Karawang yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Program santunan ini merupakan salah satu agenda sosial yang secara rutin digagas oleh Karang Taruna Kabupaten Karawang, khususnya saat bulan Ramadan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus memberikan dukungan moral kepada anak-anak yatim agar tetap memiliki semangat dalam menjalani kehidupan.

Kehangatan suasana tampak jelas ketika para anak yatim duduk bersama para pengurus Karang Taruna, relawan Rescue Karang Taruna, serta para tamu undangan. Selain menerima santunan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat di wilayah Karawang Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan sosial yang terus digerakkan oleh Karang Taruna, terutama Rescue Karang Taruna yang dinilai aktif hadir di tengah masyarakat.

Menurut Bupati, keberadaan Karang Taruna saat ini telah berkembang dan memainkan peran yang lebih luas dalam kehidupan sosial masyarakat. Tidak hanya sebagai wadah bagi generasi muda, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam menjalankan berbagai program sosial.

Ia menilai organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna memiliki potensi besar untuk membantu pemerintah dalam menjembatani komunikasi dengan masyarakat serta menggerakkan berbagai kegiatan positif di lingkungan.

“Karang Taruna sekarang sudah berbeda. Karang Taruna adalah mitra pemerintah. Bagaimana caranya Karang Taruna harus bisa menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat. Dan hari ini saya melihat Karang Taruna sudah luar biasa,” ujar Bupati Aep dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia berharap Karang Taruna dapat terus meningkatkan perannya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan serta menjadi motor penggerak bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang, Dr. (C) Dani Sudirman, menegaskan bahwa organisasi Karang Taruna harus terus memperkuat keberadaannya hingga ke tingkat paling bawah di masyarakat.

Menurutnya, Karang Taruna tidak boleh hanya hadir dalam kegiatan formal atau seremonial saja, tetapi harus mampu menghadirkan gerakan sosial yang nyata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia menilai keberadaan Karang Taruna di setiap wilayah akan menjadi kekuatan besar apabila mampu bergerak secara bersama dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

“Harapan kami tentu Karang Taruna ini ada di setiap RW, dusun, desa, kecamatan hingga kabupaten. Gerakan moral, gerakan sosial, dan gerakan kebaikan harus mampu menyentuh seluruh jejaring Karang Taruna di Kabupaten Karawang,” ungkap Dani.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Karang Taruna harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sehingga kehadirannya dapat memberikan dampak positif yang nyata di tengah kehidupan sosial.

Di sisi lain, Ketua Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang, Candra Candiago SH, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan santunan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap sesama.

Menurut Candra, dukungan para donatur serta berbagai elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam keberlangsungan berbagai kegiatan sosial yang digagas Rescue Karang Taruna.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang selalu memberikan dukungan dan support dalam setiap kegiatan sosial Rescue Karang Taruna,” ujarnya.

Ia berharap semangat kepedulian yang telah terbangun ini dapat terus dijaga sehingga kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang juga ingin mengajak generasi muda untuk semakin peduli terhadap lingkungan sosial serta aktif dalam kegiatan kemanusiaan.

Momentum Ramadan diharapkan dapat menjadi penguat nilai-nilai solidaritas, kebersamaan, serta semangat berbagi kepada sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari masyarakat.


Ferimaulana

Rescue Karang Taruna Karawang Santuni 300 Anak Yatim dan Gelar Buka Puasa Bersama

Karawang – Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang menggelar kegiatan santunan anak yatim piatu sekaligus buka puasa bersama yang dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Karawang Barat, Minggu sore (8/3/2026).
‎Kegiatan sosial tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang Dr. (C) Dani Sudirman, Ketua Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang Candra Candiago, Camat Karawang Barat Agus Somantri, Asisten Daerah (Asda) I Kabupaten Karawang
‎ Ridwan Salam, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang Asep Suryana, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Karawang Dindin Rahmadi, perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) H. Asep, serta ratusan anak yatim piatu.
‎Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 300 anak yatim piatu menerima santunan yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Karawang Aep Syaepuloh. Penyerahan santunan turut didampingi Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang Dr, (C) Dani Sudirman dan Ketua Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang Candra Candiago.
‎Santunan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim piatu sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kebersamaan yang digelar oleh Karang Taruna Kabupaten Karawang di momentum bulan suci Ramadan.
‎Bupati Karawang Aep Syaepuloh dalam sambutannya menegaskan bahwa peran Karang Taruna saat ini telah berkembang dan memiliki posisi penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat.
‎Menurutnya, Karang Taruna tidak lagi sekadar organisasi kepemudaan, tetapi telah menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat serta menjadi motor penggerak berbagai kegiatan sosial di lingkungan.
‎“Karang Taruna sekarang sudah berbeda. Karang Taruna adalah mitra pemerintah. Bagaimana caranya Karang Taruna harus bisa menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat. Dan hari ini saya melihat Karang Taruna sudah luar biasa,” ujar Aep.
‎Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang, Dr. (C) Dani Sudirman, menyampaikan harapannya agar Karang Taruna terus menjadi organisasi kepemudaan yang aktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
‎Ia menegaskan bahwa keberadaan Karang Taruna harus mampu menjangkau seluruh lapisan hingga tingkat paling bawah, mulai dari RW, dusun, desa, kecamatan hingga kabupaten.
‎“Harapan kami tentu Karang Taruna ini ada di setiap RW, dusun, desa, kecamatan hingga kabupaten. Gerakan moral, gerakan sosial, dan gerakan kebaikan harus mampu menyentuh seluruh jejaring Karang Taruna di Kabupaten Karawang, mulai dari desa, dusun hingga tingkat kabupaten. Karena itu, Karang Taruna harus terus bermanfaat, dirasakan, dilihat, dan terdengar manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Dani.
‎Sementara itu, Ketua Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang, Candra Candiago SH, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak serta para donatur yang telah memberikan dukungan dalam setiap kegiatan sosial yang dilaksanakan Rescue Karang Taruna.
‎“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang selalu memberikan dukungan dan support dalam setiap kegiatan sosial Rescue Karang Taruna. Semoga kepedulian ini terus terjaga dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yatim piatu,” ujarnya.
‎Karnata, Renal

Minggu, 08 Maret 2026

10.000 Senyuman di Senja Karawang : Ketika Ramadhan Mengajarkan Kita Arti Berbagi

Karawang - Karawang, 6 Maret 2026 — Senja di Karawang pada Jumat itu tidak hanya membawa warna jingga di langit barat. Ia juga membawa harapan. Di sudut-sudut jalan, di persimpangan yang sibuk, di depan masjid, hingga di pinggir pasar, tangan-tangan yang tulus terulur membagikan sesuatu yang sederhana namun sarat makna : makanan berbuka.

10.000 paket makanan berbuka puasa dibagikan oleh DPD GMBI Distrik Karawang dalam kegiatan bertajuk “GMBI Peduli”. Namun ini lebih dari sekadar angka, kegiatan ini adalah cerita tentang hati yang bergerak. Tentang manusia yang masih percaya bahwa berbagi adalah bahasa paling jujur dari kemanusiaan.

Sore itu, jalanan Karawang terasa berbeda.
Relawan berdiri dengan senyum yang tak dibuat-buat. Pengendara yang melintas memperlambat laju, menerima paket kecil dengan ucapan terima kasih yang tulus. Beberapa di antaranya bahkan terlihat menundukkan kepala sejenak mungkin sedang berdoa.

Di tengah hiruk pikuk itu, satu hal terasa jelas : Ramadhan selalu menemukan cara untuk menyatukan manusia.

Kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial tahunan. Ia adalah pengingat bahwa di tengah kehidupan yang sering kali terasa keras dan terburu-buru, masih ada ruang untuk saling menguatkan.
Ketua DPD GMBI Distrik Karawang, Asep Mulyana, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari keyakinan sederhana : Ramadhan harus menjadi bulan yang bisa dirasakan keindahannya oleh semua orang.

“Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang bagaimana kita menghadirkan kebahagiaan bagi sesama. Melalui kegiatan GMBI Peduli ini, kami ingin mengiringi indahnya Ramadhan dengan tindakan nyata, agar masyarakat Karawang siapa pun mereka, di mana pun mereka berada dapat mengecap manisnya berkah bulan suci ini,” ujar Asep.

Menurutnya, gerakan berbagi ini juga merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus hadir di tengah masyarakat. “Bagi kami, keberadaan organisasi bukan hanya tentang struktur atau kegiatan internal. Yang paling penting adalah manfaatnya bagi masyarakat. Ketika ada senyuman yang lahir dari tangan-tangan yang memberi, di situlah kami merasa GMBI benar-benar hidup,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kesekretariatan DPD GMBI Distrik Karawang, Arif Susanto atau yang biasa disapa dengan Bang April, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan pengingat bahwa "Dunia ini tidak butuh banyak orang hebat. Dunia ini merindukan jiwa-jiwa besar, jiwa yang mampu merangkul kebersamaan, menyalakan harapan, dan mewarnai kehidupan dengan kasih sayang,” ungkap Arif.

Ia juga mengingatkan bahwa nilai berbagi yang dilakukan hari itu sejatinya adalah ajaran yang telah diwariskan oleh Rasulullah SAW. “Rasulullah SAW bersabda, ‘Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.’ Dan dalam hadis lainnya beliau juga mengingatkan, ‘Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.’”

Bagi Bang April, pesan itu sederhana namun sangat dalam. “Jika setiap orang mau mengambil sedikit saja peran untuk berbagi, maka dunia akan menjadi tempat yang jauh lebih hangat untuk ditinggali.”

Menjelang azan maghrib berkumandang, langit Karawang perlahan berubah gelap. Satu per satu paket makanan telah berpindah tangan.

10.000 paket.
10.000 kesempatan untuk berbuka.
10.000 kemungkinan lahirnya doa-doa baik.
Barangkali bagi sebagian orang, ini hanyalah kegiatan berbagi makanan.
Namun bagi mereka yang menerima di saat perut menahan lapar seharian, ia bisa menjadi sesuatu yang jauh lebih besar. Ia bisa menjadi pengingat bahwa masih ada yang peduli.

Dan bagi para pemimpin daerah, mungkin ini juga sebuah pesan yang sunyi namun jelas : bahwa kesejahteraan masyarakat tidak selalu dimulai dari kebijakan besar di ruang rapat, tetapi sering kali lahir dari hal yang paling sederhana, kepekaan terhadap sesama.

Mantri

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026, Yayasan Vihara Dharma Prasada Mahametta Karawang Gelar Kebersamaan di Tuparev‎‎

‎KARAWANG – Suasana penuh kebersamaan dan toleransi mewarnai perayaan Tahun Baru Imlek 2026 sekaligus Cap Go Meh yang digelar oleh Yayasan Vihara Dharma Prasada Mahametta Karawang. Kegiatan tersebut berlangsung di depan Vihara Dharma Bakti Mahametta, Jalan Tuparev,
‎ Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, pada Minggu (8/3/2026).
‎Acara ini dihadiri berbagai unsur masyarakat dan tokoh setempat, di antaranya Kepala Kelurahan Nagasari H. Hasbullah serta tokoh masyarakat Rudi Supriatna. Kehadiran para tokoh tersebut menambah semarak sekaligus mempererat hubungan antarumat beragama di Kabupaten Karawang.
‎Kepala Kelurahan Nagasari, H. Hasbullah, dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek kepada seluruh umat yang merayakan. Ia berharap momentum perayaan ini dapat memperkuat nilai kebersamaan, persaudaraan, serta menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah masyarakat.
‎“Selamat Tahun Baru Imlek 2026 dan Cap Go Meh kepada seluruh umat yang merayakan. Semoga di tahun yang baru ini membawa keberkahan, kedamaian, serta semakin mempererat persatuan dan kerukunan masyarakat, khususnya di Kelurahan Nagasari dan Kabupaten Karawang,” ujar H. Hasbullah.
‎Sementara itu, Rudi Supriatna juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, perayaan Imlek dan Cap Go Meh bukan hanya menjadi tradisi budaya masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan yang dapat dinikmati seluruh masyarakat.
‎Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai simbol persatuan, toleransi, serta kekayaan budaya yang ada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Karawang.
‎Perayaan berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan yang diikuti oleh masyarakat sekitar. Selain sebagai bentuk perayaan budaya dan keagamaan, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga serta memperkuat nilai toleransi di tengah keberagaman.
‎Karnata, Renal

Lurah Margono Bagikan Beras kepada 2.300 KK dan Gelar Tablig Akbar Sambut Malam Nuzulul Quran di Desa Mulyasari

KARAWANG – Dalam rangka menyambut malam Nuzulul Quran di bulan suci Ramadan, Lurah Margono, Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan membagikan bantuan beras kepada sebanyak 2.300 kepala keluarga (KK) di wilayahnya.

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 7 Maret 2026. Pembagian beras ini menjadi bentuk perhatian dan rasa terima kasih pemerintah desa kepada masyarakat yang selama ini telah mendukung serta berperan aktif dalam menjaga dan membangun Desa Mulyasari.

Menariknya, bantuan beras tersebut tidak hanya diberikan kepada warga yang saat ini tinggal di wilayah Desa Mulyasari, tetapi juga mencakup warga yang berada di luar desa namun masih tercatat sebagai penduduk Desa Mulyasari. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian tanpa membedakan keberadaan tempat tinggal warga.

Dalam proses pembagian, sebagian warga diwakili oleh perwakilan lembaga desa untuk menerima bantuan beras secara simbolis. Langkah ini dilakukan guna memperlancar proses distribusi serta memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan tertib dan merata kepada seluruh penerima manfaat.

Lurah Margono mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap masyarakat, terutama dalam momentum bulan Ramadan yang identik dengan semangat berbagi dan mempererat kebersamaan.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada warga Desa Mulyasari. Masyarakat selama ini telah memperhatikan dan peduli terhadap desa, sehingga sudah sepatutnya kami juga hadir untuk berbagi dan mempererat kebersamaan,” ujar Margono.

Selain kegiatan pembagian beras, rangkaian kegiatan sosial dan keagamaan ini juga akan dilanjutkan dengan pelaksanaan Tablig Akbar dalam rangka memperingati malam Nuzulul Quran yang akan digelar pada Minggu malam, 8 Maret 2026.

Acara Tablig Akbar tersebut rencananya akan dihadiri oleh masyarakat Desa Mulyasari dan sekitarnya. Momentum ini diharapkan menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat tali silaturahmi antara masyarakat dan pemerintah desa.

Margono juga mengimbau kepada seluruh warga untuk hadir dalam kegiatan tersebut serta mengambil bantuan beras yang telah disiapkan oleh pemerintah desa.

“Saya mengimbau kepada seluruh warga untuk hadir dan mengambil beras yang sudah kami siapkan. Ini sebagai tanda terima kasih kami kepada masyarakat yang selama ini telah peduli terhadap desa,” katanya.

Menurutnya, kegiatan serupa sebenarnya pernah dilaksanakan pada periode pertama dirinya menjabat sebagai lurah dan mendapatkan respons positif dari masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan tersebut kembali digelar sebagai upaya memperkuat hubungan emosional antara pemerintah desa dan warga.

Ia berharap melalui kegiatan berbagi serta Tablig Akbar ini, kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat Desa Mulyasari semakin kuat, sekaligus menjadikan momentum Nuzulul Quran sebagai pengingat pentingnya nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong.

“Alhamdulillah, kegiatan ini pernah sukses dilaksanakan pada periode pertama saya menjabat. Kami berharap kegiatan kali ini juga bisa kembali mempererat silaturahmi antara warga dan pemerintah desa,” pungkasnya.


Ferimaulana

Sabtu, 07 Maret 2026

Bentuk Benteng Hukum Perdata Dan TUN, PDAM Karawang Bersama Kejari Amankan Kebijakan dan Aset Daerah.

Karawang-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Karawang menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang guna memperkuat dukungan hukum dalam menjalankan tugas dan fungsi perusahaan daerah tersebut. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua lembaga.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh pimpinan PDAM Karawang bersama Kepala Kejaksaan Negeri Karawang. Kesepakatan ini ditandatangani Rabu 04/03/2026 menjadi bentuk sinergi antara institusi daerah dan aparat penegak hukum dalam memberikan pendampingan hukum, khususnya pada bidang perdata dan tata usaha negara (TUN).

Melalui kerja sama ini, Kejari Karawang akan memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, serta tindakan hukum lainnya kepada PDAM Karawang apabila menghadapi persoalan yang berkaitan dengan perdata maupun tata usaha negara.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat landasan hukum bagi PDAM dalam menjalankan berbagai kebijakan dan program pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, kerja sama tersebut juga bertujuan untuk melindungi aset perusahaan daerah dari potensi permasalahan hukum di kemudian hari.

Pihak PDAM Karawang menyampaikan bahwa dukungan dari Kejaksaan Negeri sangat penting untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dengan demikian, pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan transparan.

Sementara itu, Kejari Karawang menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan hukum kepada PDAM sebagai bagian dari fungsi kejaksaan dalam bidang perdata dan tata usaha negara. Pendampingan tersebut mencakup pemberian legal opinion, bantuan hukum hingga upaya penyelamatan aset daerah.

Kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan tata kelola perusahaan daerah yang lebih profesional, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip good governance. Dengan adanya penguatan aspek hukum, PDAM Karawang dapat lebih fokus dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Melalui sinergi antara PDAM Karawang dan Kejaksaan Negeri Karawang ini, kedua pihak berharap dapat menciptakan sistem kerja yang lebih kuat secara hukum serta mampu mendukung pembangunan daerah secara berkesinambungan.

Ferimaulana
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done