KARAWANG BICARA

Kamis, 12 Februari 2026

Musrenbang RKPD Kabupaten Karawang 2027: Rawamerta Menguatkan Potensi Unggulan Wilayah

Karawang  - Musrenbang RKPD Kabupaten Karawang Rawamerta Menguatkan Potensi Unggulan Wilayah Februari 11, 2026 Kiri: Unsur Polsek, Koramil 0403, Camat Dadan Nurdiansyah, Kepala DPKPP H. Rochman dan anggota DPRD Karawang Dapil II H. Karsim. 

Pemerintah Kecamatan Rawamerta menegaskan komitmennya dalam menyusun arah pembangunan yang lebih terarah dan berpijak pada kebutuhan riil masyarakat. Hal itu mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Karawang Tahun 2027 tingkat Kecamatan Rawamerta yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Rawamerta, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Bupati Karawang Nomor 134 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten Karawang Tahun 2027 di tingkat kecamatan dan daerah pemilihan. Musrenbang menjadi tahapan penting untuk menyelaraskan program dan kegiatan pembangunan agar selaras dengan prioritas daerah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

Anggota DPRD Karawang Dapil II H. Asep Syarifudin (Golkar). Mengusung tema “Penyediaan Infrastruktur Konektivitas Wilayah yang Berkualitas, Merata, dan Terintegrasi”, forum tersebut menitikberatkan pada upaya memperkuat aksesibilitas antarwilayah. Infrastruktur dinilai sebagai fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas layanan publik, serta membuka peluang baru bagi masyarakat desa.

Sejumlah pemangku kepentingan hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya anggota DPRD Karawang Dapil II H. Asep Syarifudin (Golkar), H. Karsim (PDI Perjuangan), dan Neneng Siti Fatimah (Nasdem). Hadir pula perwakilan Bapeda, Dinas PUPR, Dinas PRKP, Dishub, unsur TNI-Polri, kepala UPTD, hingga berbagai elemen kelembagaan masyarakat.Anggota DPRD Karawang Dapil II H. Karsim (PDI Perjuangan),

"Tak hanya jajaran pemerintahan, Musrenbang Rawamerta juga melibatkan kepala desa, BPD, LPM, BUMDes, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga Forum Anak Rawamerta (FAR). Kehadiran beragam unsur ini mencerminkan semangat partisipatif dalam merancang pembangunan yang inklusif.Dalam forum tersebut, Rawamerta menegaskan fokus pada pengembangan potensi unggulan wilayah. 

Selain pembangunan infrastruktur, perhatian diarahkan pada sektor pertanian, penguatan ekonomi desa, peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat.

"Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan. Forum ini menjadi ruang dialog, tempat aspirasi masyarakat bertemu dengan kebijakan pembangunan. Di sinilah prioritas dirumuskan, tantangan diidentifikasi, dan harapan masa depan disusun bersama.

Dengan sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat, Rawamerta berharap perencanaan pembangunan 2027 mampu menghadirkan manfaat nyata: konektivitas yang lebih baik, ekonomi desa yang lebih kuat, serta kualitas hidup masyarakat yang terus meningkat.

Mantri Sudarma

Ormas Islam dan Tokoh Masyarakat Audiensi ke DPUPR Karawang Terkait Perizinan Holywings

‎KARAWANG – Organisasi kemasyarakatan Islam Front Persaudaraan Islam (FPI) yang dipimpin H. Agus, bersama tokoh masyarakat Bah Wandi, menggelar audiensi ke Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Karawang, Kamis (12/2/2026).
‎ Audiensi tersebut membahas persoalan perizinan tempat hiburan Holywings yang berada di kawasan pusat kota Karawang.
‎Audiensi ini turut dihadiri para ketua organisasi kepemudaan dan tokoh masyarakat, di antaranya Ketua Karang Taruna Kelurahan Nagasari Hari Mulyana, Ketua Karang Taruna Karawang Kulon Iwan Abi, Ketua GSI Jawa Barat Lukman Zaelani alias Korub. 
‎Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas PUPR Karawang, Rusman, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi ulang terkait perizinan Holywings. Ia menegaskan bahwa masukan dari masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam proses evaluasi tersebut.
‎Tokoh masyarakat Bah Wandi secara tegas menyatakan penolakannya terhadap keberadaan Holywings di kawasan kota Karawang, khususnya karena lokasinya yang berdekatan dengan Masjid Agung Karawang.
‎ Menurutnya, keberadaan tempat hiburan tersebut dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai sosial dan religius masyarakat sekitar.
‎“Saya secara pribadi dan sebagai tokoh masyarakat tidak mengizinkan dengan tegas adanya Holywings di kawasan kota, apalagi lokasinya sangat dekat dengan Masjid Agung,” tegas Bah Wandi.
‎Senada dengan itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Nagasari, Hari Mulyana, mengungkapkan kekecewaannya karena hingga saat ini belum ada komunikasi atau sosialisasi kepada masyarakat setempat terkait pendirian tempat hiburan tersebut.
‎“Sampai sekarang belum ada komunikasi dengan warga maupun Karang Taruna terkait keberadaan Holywings. Ini menjadi pertanyaan besar bagi kami,” ungkap Hari.
‎Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan keterbukaan informasi serta menjaga kondusivitas wilayah, dengan tetap memperhatikan aspirasi dan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat Karawang.
‎Karnata, Renal

Pemerintah Desa Wadas Tapeduli Adanya Jembatan Sasak Bodas Ambruk

Karawang - Jembatan Sasak Bodas  di Desa Wadas Putus " tak terbuat Jembatan darurat, Warga pun tak bisa melintas "Jembatan Sasak Bodas di Desa Wadas sudah lama putus, namun Pemerintah Desa Wadas atau pun Kecamatan Telukjambe Timur kurang gercep kebutuhan masyarakat dan tidak membangun Jembatan Darurat atau Jembatan sementara untuk penyebrangan warga pejalan kaki atau untuk pengendara roda dua .

"Menurut Warga Perum Harmoni Mas RT 01 RW 04 Desa Wadas Maryani kepada wartawan mengatakan ,memang benar Sasak Bodas di Depan Perum Harmoni Mas masuk wilayah Pemerintahan Desa Wadas Kecamatan Telukjambe Timur ini sudah lama ambruk, namun belum ada perbaikan dari pihak pemangku kebijakan, dan tidak ada pembangunan Jembatan Sementara atau jembatan Darurat ,yah minimal dari kayu atau dari Bambu untuk menyebrang warga antar anak nya ke Sekolah , warga dan orang tua siswa antar sekolah harus mutar ke jalan Interching tol lewat Perumnas ujar Maryani saat dikonfirmasi di depan Perum Harmoni Mas Kamis (12/2/2026)

Di tempat yang sama tokoh Masyarakat setempat H Kurnaen kepada wartawan mengatakan, memang benar Sasak Bodas yang lokasi di Desa Wadas ini sudah lama Ambruk dan akses jalan jadi terputus sama sekali tidak bisa lewat ,karena tidak ada jembatan sementara atau jembatan darurat, yah seharusnya pemerintah Desa atau dari Pemerintah Kabupaten peduli pada Masyarakat, sebelum ada perbaikan atau dibangun jembatan permanen, buatkan dulu jabatan sementara minimal dari bambu atau dari kayu untuk memudahkan warga menyebrang antar anak ke Sekolah ujar H Kurnaen saat dikonfirmasi di Lokasi Jembatan Ambruk.

Lanjut Kurnaen , padahal di ujung Sasak Bodas di Desa Wadas itu Sekolah SDIT ,bahkan ada tiga Sekolah ,Orang tua murid antar anak ke sekolah harus mutar lewat perumnas kadang terjebak macet di jalan raya jadi anak nya di sekolah selalu terlambat pungkas Kurnaen .

Mantri Sudarma

Rabu, 11 Februari 2026

Geger! Bayi Ditemukan di Tempat Pembuangan Sampah Jatirasa Tengah, Warga Sigap Selamatkan Nyawa Sang Bayi

Karawang Barat – Warga Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, digegerkan dengan penemuan seorang bayi yang diduga dibuang oleh orang tua yang tidak bertanggung jawab di area pembuangan sampah di Jalan Jatirasa Tengah RT 02 RW 08, pada Rabu (11/2/2026).

Bayi malang tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga setempat, Bu Entin, yang saat itu hendak membuang sampah. Ia mengaku terkejut ketika mendengar suara tangisan lirih dari tumpukan sampah. Setelah didekati, ternyata suara tersebut berasal dari seorang bayi yang tergeletak di antara sampah.

Tanpa berpikir panjang, Bu Entin langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar dan segera membawa bayi tersebut ke RSUD Karawang untuk mendapatkan penanganan medis. Beruntung, setibanya di rumah sakit, bayi tersebut langsung ditangani oleh tim medis dan perawat yang bertugas.

“Alhamdulillah, saat ini bayi sudah dalam penanganan intensif di RSUD Karawang. Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan keberanian Bu Entin yang sigap menyelamatkan nyawa bayi tersebut,” ujar Camat Karawang Barat, Agus Somantri, saat dimintai keterangan.

Agus Somantri menyampaikan rasa prihatin dan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan membuang bayi merupakan perbuatan yang tidak manusiawi dan melanggar hukum.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa persoalan sosial harus ditangani bersama. Pemerintah kecamatan akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan, kepolisian, serta dinas terkait untuk menelusuri dan mengungkap pelaku yang tega melakukan tindakan tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Karangpawitan, Yadi Cahyadi, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Ia memastikan bahwa lingkungan sekitar dalam kondisi kondusif dan warga turut membantu proses evakuasi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Babinsa dan unsur masyarakat lainnya. Saat ini fokus utama adalah memastikan kondisi bayi stabil dan aman. Kami juga menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang,” ujar Yadi.

Babinsa Karangpawitan, Hendrik, menyampaikan bahwa pihaknya turut mengamankan lokasi penemuan serta membantu proses pengumpulan informasi dari warga sekitar.

“Kami mengimbau kepada masyarakat apabila memiliki informasi terkait kejadian ini agar segera melapor. Kami akan mendukung penuh aparat kepolisian dalam proses penyelidikan,” kata Hendrik.

Di sisi lain, Pembina masyarakat setempat, Ujang Solihin, mengungkapkan bahwa peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi lingkungan sosial. Ia berharap ada penguatan nilai-nilai moral dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan kemanusiaan. Kami akan mendorong kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ungkap Ujang.

Hal senada disampaikan MP Karangpawitan, Karno, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli dan responsif terhadap kondisi sosial di lingkungannya.

“Kita harus lebih peka. Jika ada warga yang menghadapi persoalan berat, jangan dibiarkan sendiri. Laporkan, komunikasikan dengan RT, RW, atau pihak kelurahan agar bisa dicarikan solusi bersama,” ujarnya.

Peristiwa ini pun menjadi perhatian luas masyarakat Karawang. Banyak warga yang datang ke RSUD untuk memastikan kondisi bayi dan mendoakan keselamatannya. Hingga berita ini diturunkan, bayi tersebut dalam kondisi mendapatkan perawatan intensif dan terus dipantau oleh tim medis.

Pihak kecamatan dan kelurahan mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum. Mereka juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan pengawasan lingkungan serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat demi menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Kisah penyelamatan bayi oleh Bu Entin menjadi bukti bahwa kepedulian dan keberanian warga dapat menyelamatkan nyawa. Di tengah keprihatinan atas tindakan tak bertanggung jawab tersebut, secercah harapan muncul dari solidaritas dan rasa kemanusiaan warga Karangpawitan.


Ferimaulana

Musrenbang RKPD 2027 di Kecamatan Karawang Barat, Camat Agus Somantri Tekankan Infrastruktur Berkualitas dan Terintegrasi

Karawang – Pemerintah Kecamatan Karawang Barat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Karawang Tahun 2027. Kegiatan yang dilaksanakan di aula kecamatan tersebut menjadi momentum strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan program pembangunan antara pemerintah desa/kelurahan dengan pemerintah kabupaten.

Mengusung tema “Penyediaan Infrastruktur, Konektivitas Wilayah yang Berkualitas, Merata dan Terintegrasi”, Musrenbang tingkat kecamatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimcam, para lurah dan kepala desa, tokoh masyarakat, perwakilan OPD, unsur pendidikan, kesehatan, serta elemen pemuda dan perempuan.

Camat Karawang Barat, Agus Somantri, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan forum penting untuk memastikan arah pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“Musrenbang ini adalah ruang partisipatif. Semua usulan yang disampaikan harus berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan mendesak di wilayah masing-masing. Fokus kita tahun 2027 adalah infrastruktur yang berkualitas dan konektivitas wilayah yang terintegrasi,” ujar Agus Somantri.

Ia menjelaskan bahwa Karawang Barat sebagai wilayah penyangga perkotaan menghadapi tantangan yang cukup kompleks, mulai dari kepadatan penduduk, kebutuhan peningkatan jalan lingkungan, drainase, penanganan banjir, hingga fasilitas umum dan sosial yang memadai.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh parsial dan sporadis, tetapi harus terencana secara matang agar memberikan dampak jangka panjang. Infrastruktur yang dibangun harus menunjang mobilitas masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan kualitas hidup warga.

“Kita ingin pembangunan yang tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Jalan yang baik akan mendukung aktivitas ekonomi, drainase yang optimal akan mengurangi risiko banjir, dan fasilitas publik yang layak akan meningkatkan kualitas pelayanan,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah usulan prioritas mengemuka, di antaranya perbaikan jalan lingkungan, normalisasi saluran air, pembangunan turap, peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan, serta penguatan UMKM melalui dukungan infrastruktur penunjang.

Agus Somantri juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan dengan perangkat daerah di tingkat kabupaten agar setiap usulan yang masuk dapat dikawal hingga tahap realisasi.

“Kami berharap seluruh usulan yang telah melalui proses dari tingkat RT, RW, desa dan kelurahan benar-benar diperjuangkan bersama. Sinergi dan komunikasi lintas sektor menjadi kunci agar perencanaan ini tidak berhenti di atas kertas,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus aktif mengawal proses pembangunan, termasuk dalam hal pengawasan pelaksanaan program agar berjalan transparan dan akuntabel.

Musrenbang RKPD 2027 tingkat Kecamatan Karawang Barat ini diharapkan mampu menghasilkan daftar prioritas pembangunan yang realistis, terukur, dan sesuai dengan kemampuan anggaran daerah, tanpa mengesampingkan kebutuhan mendasar masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan partisipasi, Pemerintah Kecamatan Karawang Barat optimistis pembangunan tahun 2027 akan semakin terarah, berkeadilan, serta mampu memperkuat konektivitas wilayah menuju Karawang yang lebih maju dan berdaya saing.


Ferimaulana

Kunjungan Kerja Ketua Bhayangkari Cabang Karawang, Berikan Tali Asih Kepada Anak Yatim Piatu‎‎

‎Polres Karawang - Ketua Bhayangkari Cabang Polres Karawang Ny. Yulian Fiki melakukan tatap muka dengan dengan pengurus Bhayangkari Ranting Polsek Klari di Halaman Gajebo Mako Polsek Klari, Desa Duren, Kec Klari, Kab Karawang. Rabu (11/02/2026).
‎Acara tatap muka ini di awali dengan sambutan Ketua Bhayangkari Ranting Polsek Klari Ny. Siti Barkah, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Bhayangkari Cabang Polres Karawang Ny Yulian Fiki.
‎Tatap muka yang dihadiri oleh ibu-ibu Bhayangkari Ranting Polsek Klari ini merupakan salah satu rangkain kegiatan kunjungan kerja Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah dan Ketua Bhayangkari Cabang Polres Karawang Ny. Yulian Fiki di wilayah hukum Polsek Klari.
‎Dalam sambutannya, Ketua Bhayangkari Cabang Polres Karawang Ny. Yulian Fiki mengatakan bahwa melalui kegiatan ini dapat mempererat tali silahturahmi pengurus daerah dan pengurus cabang.
‎“Kemudian untuk melihat perkembangan dan kemajuan organisasi Bhayangkari di lingkungan Bhayangkari Ranting Klari, pada kesempatan ini, saya harapkan Bhayangkari dapat selalu mendampingi suami dimanapun ditugaskan,” ucap Ny. Yulian Fiki.
‎Keberadaan Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari sangat dibutuhkan dalam mendukung Polri saat ini untuk menjalankan misinya sebagai pemelihara Kamtibmas.
‎“Bhayangkari diharapkan mampu memberikan sumbangsih nyata tidak saja bagi keluarga besar Polri juga bagi masyarakat,” katanya.
‎Tatap muka berlangsung dengan suasana yang sangat akrab, selanjutnya tatap muka diisi dengan memberikan bantuan berupa tali asih kepada anak yatim piatu.
‎Selain itu juga dilaksanakan pengecekan administrasi Yayasan Kemala Bhayangkari dan meninjau Taman Kanak-kanak Kemala Bhayangkari Ranting Polsek Klari.
‎Polres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah


Ferimaulana

Muscab XII BPC GAPENSI Karawang 2026 Tegaskan Arah Baru Organisasi, Yayat Hidayatulloh Pimpin Periode 2026–2031

Karawang – Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Karawang sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-XII Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Swiss-Belinn, Jalan Ahmad Yani, Karawang, Rabu (11/2/2026). Mengangkat tema “Transformasi GAPENSI Membangun Karawang,” forum lima tahunan ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah dan strategi organisasi ke depan.

Muscab XII dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota GAPENSI Karawang, serta perwakilan dari sejumlah daerah seperti DKI Jakarta, Bekasi, dan Purwakarta. Kehadiran tamu undangan dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan kuatnya solidaritas dan komitmen bersama dalam memperkuat peran asosiasi jasa konstruksi di tingkat daerah maupun nasional.

Dalam sidang pleno yang berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan, Yayat Hidayatulloh secara aklamasi ditetapkan sebagai Ketua BPC GAPENSI Karawang periode 2026–2031. Penetapan secara aklamasi ini mencerminkan soliditas internal organisasi serta dukungan penuh anggota terhadap kepemimpinan Yayat untuk lima tahun ke depan.

Ketua terpilih, Yayat Hidayatulloh, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya untuk membawa GAPENSI Karawang menjadi organisasi yang lebih progresif dan profesional.

“Alhamdulillah, amanah ini adalah tanggung jawab besar. Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh anggota. Dengan kekuatan kepengurusan yang saat ini telah mencapai 87 orang, kita memiliki potensi besar untuk melakukan transformasi organisasi secara menyeluruh,” ujar Yayat.

Ia menegaskan bahwa transformasi yang dimaksud tidak hanya sebatas perubahan struktural, tetapi juga menyentuh aspek manajemen, tata kelola organisasi, peningkatan kompetensi anggota, hingga penguatan etika dan integritas pelaku jasa konstruksi.

Menurutnya, tantangan sektor konstruksi ke depan semakin kompleks, terutama di tengah percepatan pembangunan infrastruktur dan dinamika regulasi yang terus berkembang. Oleh karena itu, GAPENSI Karawang harus mampu beradaptasi dan menjadi organisasi yang responsif terhadap perubahan.

“Kita ingin GAPENSI hadir bukan hanya sebagai asosiasi, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang berkualitas, transparan, dan berkelanjutan. Profesionalisme dan integritas harus menjadi fondasi utama,” tegasnya.

Selain agenda pemilihan ketua, Muscab XII juga menjadi forum evaluasi kinerja kepengurusan periode sebelumnya serta penyusunan program kerja strategis lima tahun mendatang. Beberapa poin prioritas yang mengemuka antara lain penguatan kapasitas usaha anggota, peningkatan daya saing kontraktor lokal, serta mendorong terciptanya iklim usaha konstruksi yang sehat dan berkeadilan.

Para peserta Muscab juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam menghadapi persaingan industri konstruksi yang semakin terbuka. Sinergi antar-BPC dinilai dapat memperluas jejaring usaha, meningkatkan pertukaran informasi, serta memperkuat posisi GAPENSI sebagai organisasi profesi yang kredibel.

Dengan terpilihnya Yayat Hidayatulloh sebagai Ketua BPC GAPENSI Karawang periode 2026–2031, diharapkan semangat transformasi benar-benar terwujud dalam langkah nyata. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu membawa GAPENSI Karawang menjadi organisasi yang solid, adaptif, serta berkontribusi signifikan terhadap pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Karawang.

Muscab XII pun ditutup dengan semangat optimisme bahwa GAPENSI Karawang akan semakin maju, profesional, dan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.



Ferimaulana
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done