KARAWANG BICARA

Senin, 13 April 2026

DPD PDI Perjuangan Jabar Gelar Konsolidasi dan Pendidikan Politik di Karawang, Serahkan SK Kepengurusan DPC 2025–2030‎

KARAWANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat menggelar rapat konsolidasi yang dirangkaikan dengan pendidikan politik kader serta penyerahan Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk kepengurusan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang masa bakti 2025–2030.
‎Kegiatan tersebut berlangsung di Resto Alam Sari, Karawang, pada Senin (13/4/2026) pagi, dan dihadiri jajaran pengurus serta kader partai di tingkat provinsi hingga kabupaten.
‎Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pipik Taufik Ismail, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang Dr. Dede Anwar Hidayat, serta anggota DPRD Karawang dari Fraksi PDI Perjuangan, di antaranya H. Karsim, Natala Sumedha, Fernando Doklas Pangaribuan, Rosmilah, dan H. Cita. Turut hadir Lurah Wadas H. Jujun Junaedi serta para fungsionaris partai.
‎Acara diawali dengan penampilan tari Jaipong, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne PDI Perjuangan sebagai bentuk peneguhan semangat kebangsaan dan ideologi partai.
‎Dalam sambutannya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang, Dr. Dede Anwar Hidayat, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus mempertegas eksistensi partai di wilayah Jawa Barat.
‎“Ini bukan sekadar konsolidasi internal, tetapi menjadi momentum penting bagi PDI Perjuangan untuk terus hadir dan berdiri kokoh di Tatar Pasundan,” ujarnya.
‎Pada kesempatan yang sama, Pipik Taufik Ismail membacakan uraian tugas fungsionaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang sekaligus menyerahkan SK kepengurusan secara simbolis kepada jajaran DPC.
‎“Kami, PDI Perjuangan, akan terus hadir dan berjuang untuk masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Pipik.
‎Selain agenda internal partai, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial berupa penyerahan bantuan kepada masyarakat Kelurahan Wadas. Bantuan tersebut meliputi enam unit gerobak usaha—terdiri dari tiga gerobak es dan tiga gerobak bakso—serta paket sembako.
‎Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Karawang bersama Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat sebagai bentuk kepedulian terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.
‎Sebagai penutup, dilakukan pula penyerahan cenderamata dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang kepada perwakilan DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat sebagai simbol kebersamaan dan soliditas antarstruktur partai.
‎Melalui kegiatan ini, PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memperkuat struktur organisasi, tetapi juga terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
‎Karnata, Renal

Rescue Karang Taruna Karawang Gelar Halal Bihalal, Bahas Penguatan Program Bank Sampah hingga TPS3R‎

KARAWANG – Tim Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang menggelar acara halal bihalal bersama jajaran pengurus dan anggota, yang berlangsung di Aula Desa Anggadita, Kecamatan Klari, pada Sabtu (11/4/2026).
‎Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Rescue Karang Taruna, Candra Caniago, Wakil Ketua Nury, Sekretaris Jenderal Ai Fadlia, Bendahara Jaenal, serta Ketua Karang Taruna Nagasari, Hari Mulyana.
‎Dalam sambutannya, Ketua Rescue Karang Taruna, Candra Caniago, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri, tetapi juga dimanfaatkan untuk membahas penguatan kepengurusan yang baru.
‎“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga momentum untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus membahas arah kepengurusan ke depan,” ujarnya.
‎Candra juga menekankan fokus program ke depan, yakni mendorong terbentuknya bank sampah di setiap desa di Kabupaten Karawang.
‎“Kita fokuskan agar setiap desa memiliki bank sampah. Ini menjadi langkah awal dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat,” tambahnya.
‎Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan program besar dengan membentuk kepengurusan khusus dalam pengelolaan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle).
‎Sementara itu, Bendahara Rescue Karang Taruna, Jaenal, menyampaikan bahwa dari total 397 desa di Karawang, baru sebagian kecil yang memiliki bank sampah.
‎“Ke depan, kita fokus dulu di desa-desa untuk pengembangan bank sampah. Setelah itu, baru ditingkatkan ke pengelolaan TPS3R,” jelasnya.
‎Ia juga menambahkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang telah memberikan sinyal positif kepada tim rescue untuk turut serta dalam pengelolaan TPS3R.
‎“Ini peluang besar bagi tim rescue untuk berkontribusi lebih luas, sekaligus mengambil peran dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” katanya.
‎Di sisi lain, Ketua Karang Taruna Nagasari, Hari Mulyana, mengajak seluruh anggota untuk kembali mempererat kerja sama pasca Hari Raya Idulfitri.
‎“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan dan membangun kembali kerja sama yang baik antaranggota,” ungkapnya.
‎Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang semakin solid serta mampu menjalankan program-program strategis, khususnya dalam pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
‎Penulis 
‎Karnata, Renal

Lampu Penerangan Tak Kunjung Ada Perbaikan & Warga Pertanyakan Fungsi Pemeliharaannya

karawangbicara.id | Lampu jalan lingkungan tak kunjung ada perbaikan dan pertanyakan pungsi pemeliharaan lampu penerangan jalan lingkungan.

Lampu penerangan jalan yang terpasang di jalan - jalan lingkungan warga terlihat ada lampu penerangan jalan umum yang tidak menyala sudah lama tak kunjung ada perbaikan dari dinas terkait.

Kondisi lampu ini membuat jalan ini menjadi gelap jauh dari penerangan semestinya terutama di malam hari.

Salah satu warga yang tidak menyebutkan namanya saat di hampiri awak media terkait lampu penerangan jalan umum di sekitar lingkungan warga yang tidak menyala mengatakan lampu ini sudah lama tidak menyala tapi tak kunjung ada perbaikan dari dinas terkait.' ucap warga kepada awak media Minggu ( 12/04/2026 )

Lanjut' warga lampu di sekitaran lingkungan warga sudah lama mati tak kunjung ada perbaikan yang dinilai tak memberikan manfaat buat lingkungan warga.'ungkap warga

Warga berharap dinas terkait segera melakukan pengecekan kelokasi dan untuk melakukan perbaikan lampu yang sudah lama tidak menyala, agar lampu penerangan jalan umum di sekitaran lingkungan berpungsi kembali dan ada manfaatnya buat warga sekitar.'ujarnya

Penerangan jalan umum di sekitaran lingkungan warga dinilai sangat penting demi keselamatan pengguna jalan dan keamanan lingkungan terutama di malam hari.' pungkas warga  ( par )

Jumat, 10 April 2026

Badan Amil Zakat (BAZNAS) Karawang Hadirkan Servis & Ganti Oli Gratis,untuk Warga dan Petugas Kebersihan‎

KARAWANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karawang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan nyata kepada masyarakat melalui program sosial. Kali ini, BAZNAS Karawang menghadirkan layanan servis kendaraan dan ganti oli gratis. 
‎Kegiatan tersebut digelar di kantor BAZNAS Karawang pada jumat (10/4/2026), dengan menyasar petugas UPTD di bidang kebersihan lingkungan serta masyarakat umum yang sebelumnya telah melakukan pendaftaran.
‎Program ini disambut antusias oleh para peserta. Selain membantu meringankan beban biaya perawatan kendaraan, kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi kepada para petugas kebersihan yang selama ini berperan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan.
‎Salah satu penerima manfaat, Sartini, warga Perumahan Gading Elok II, Karawang, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.
‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Karawang yang telah mengadakan servis gratis ini. Kegiatan ini sangat membantu kami. Harapannya, program sosial seperti ini bisa terus dilaksanakan ke depannya,” ujarnya.
‎Kepala BAZNAS Karawang, H. Asep, menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
‎“BAZNAS Karawang berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan menghadirkan pelayanan yang nyata dan dirasakan manfaatnya, khususnya bagi para pekerja dan masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
‎Ia menambahkan, program servis gratis merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang difokuskan pada sektor produktif dan pemberdayaan masyarakat.
‎Melalui kegiatan ini, BAZNAS Karawang berharap dapat memperluas jangkauan manfaat zakat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pelayanan publik dan pekerja lapangan di karawang. 
‎Penulis, 
‎Karnata, Renal

BRI Kanca Karawang Bersama YBM BRILiaN Hadirkan Kebahagiaan Lewat Berbagi Paket Sembako dan Santunan Anak Yatim

Karawang  I -BRI Cabang Karawang  bersama Yayasan Baitul Maal BRILiaN (  YBM BRI LiaN )  kembali menunjukkan komitmennya dalam kegiatan sosial dengan menyalurkan bingkisan paket sembako kepada para pekerja dasar BRI Cabang Karawang ,santunan anak yatim serta warga masyarakat sekitar .

 Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian BRI terhadap lingkungan sekitar sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat.

Penyaluran bingkisan dilaksanakan secara langsung oleh jajaran BRI Cabang Karawang  bersama  YBM BRILiaN kepada para penerima manfaat di kantor Cabang BRI Karawang

Bingkisan paket sembako dan santunan anak yatim  diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari serta membawa kebahagiaan bagi masyarakat.

Pimpinan BRI Kanca Karawang Yuliyanto  menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BRI untuk terus hadir suport  dan memberikan kemanfaatan  bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan perbankan saja akan  tetapi juga melalui program sosial kemasyarakatan. “Melalui YBM BRILiaN, kami ingin berbagi kebahagiaan dibulan Maret  dan dapat sedikit  meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat serta mempererat tali silaturahmi antara BRI dan masyarakat,” ujar Yuliyanto

Kepala Cabang BRI Karawang  juga menambahkan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan hasil dari penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah para pekerja BRI yang disalurkan kembali kepada masyarakat melalui YBM BRILiaN secara tepat sasaran.

Para penerima bantuan menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan rasa syukur serta terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BRI Cabang Karawang , paket  bingkisan sembako ini diharapkan dapat memberikan semangat serta meringankan kebutuhan keluarga.

Melalui kegiatan ini, YBM BRILiaN dan BRI Kanca Karawang  berharap dapat terus menumbuhkan nilai-nilai kepedulian sosial, memperkuat kebersamaan, serta memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah Karawang dan  sekitarnya 


Ferimaulana

Musrenbang Karawang 2026: Kinerja Positif 2025 Jadi Modal, Infrastruktur dan Pemerataan Jadi Fokus RKPD 2027

Karawang — Pemerintah Kabupaten Karawang terus memperkuat arah pembangunan daerah melalui forum strategis Musyawarah Rencana Pembangunan Kabupaten Karawang 2026 yang digelar pada Kamis (9/4/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah Kabupaten Karawang ini menjadi langkah penting dalam merumuskan kebijakan prioritas untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Forum Musrenbang tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, DPRD, akademisi, dunia usaha, hingga perwakilan masyarakat. Seluruh peserta terlibat aktif dalam menyampaikan aspirasi dan masukan guna memastikan pembangunan Karawang ke depan semakin terarah, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam pemaparan yang disampaikan, terungkap bahwa kinerja pembangunan Kabupaten Karawang sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang cukup menggembirakan. Sejumlah indikator makro ekonomi dan sosial mencatatkan capaian positif yang menjadi modal penting bagi pembangunan di tahun-tahun berikutnya.

Pertumbuhan ekonomi Karawang tercatat sebesar 5,06 persen, mencerminkan geliat aktivitas ekonomi yang terus bergerak di tengah berbagai tantangan global. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan menjadi 74,59, yang menunjukkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, maupun daya beli.

Tak hanya itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kabupaten Karawang berhasil menembus angka Rp130,65 juta, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal ini menandakan adanya peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat serta kontribusi sektor industri dan jasa yang semakin kuat.

Kontribusi Kabupaten Karawang terhadap PDRB Provinsi Jawa Barat juga tergolong signifikan, yakni mencapai 11,10 persen. Angka ini menegaskan posisi strategis Karawang sebagai salah satu motor penggerak perekonomian di wilayah Jawa Barat, terutama dengan keberadaan kawasan industri yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Dari sisi kesejahteraan masyarakat, pemerintah daerah juga mencatat kemajuan yang cukup berarti. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 7,08 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 7,99 persen. Selain itu, ketimpangan pendapatan menunjukkan tren perbaikan, dengan rasio gini berada di angka 0,36.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Karawang tidak menutup mata terhadap sejumlah tantangan yang masih dihadapi. Salah satu isu yang menjadi perhatian serius adalah pengendalian emisi gas rumah kaca yang masih berada di atas target. Selain itu, prevalensi stunting juga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani secara komprehensif dan terintegrasi.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, dalam sambutannya menegaskan bahwa capaian positif yang telah diraih tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Ia menekankan pentingnya kerja keras dan kolaborasi lintas sektor untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan yang ada.

“Berbagai indikator pembangunan menunjukkan hasil yang baik. Namun, kita tidak boleh berpuas diri. Masih ada tantangan yang harus dijawab bersama, seperti peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, hingga percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta sektor swasta dalam mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan. Ia berharap seluruh program yang dirancang dalam RKPD 2027 benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata.

Sementara itu, Kepala Bapperida Karawang, Ridwan Salam, menjelaskan bahwa tema Musrenbang tahun ini mengusung fokus pada “Penyediaan Infrastruktur dan Konektivitas Wilayah yang Berkualitas, Merata, dan Terintegrasi.”

Menurutnya, tema tersebut dipilih sebagai upaya strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan antarwilayah di Kabupaten Karawang.

“Infrastruktur dan konektivitas menjadi kunci dalam membuka akses ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, serta memperkuat integrasi antarwilayah. Dengan perencanaan yang matang, kami optimistis pembangunan Karawang ke depan akan semakin merata dan berkelanjutan,” jelasnya.

Melalui forum Musrenbang ini, diharapkan seluruh usulan program dan kegiatan yang dihimpun dapat diselaraskan dengan prioritas pembangunan nasional maupun provinsi, sehingga menghasilkan perencanaan yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Karawang pun menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan, tidak hanya dari sisi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Karawang diharapkan mampu menjadi daerah yang semakin maju, berdaya saing, serta memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.

Ferimaulana

Akal Bulus Pengoplos Gas di Karawang, Modus Es Batu dan Segel Palsu

Karawang,-Suasana sunyi di Perumahan Graha Asri 3, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang mendadak pecah saat tim buser Polres Karawang menyergap sebuah ruko, Selasa (7/4/2026) dini hari.

Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah menceritakan, di balik pintu ruko yang tertutup rapat itu, terungkap sebuah praktik lancung yang tak hanya menguras kantong negara, tapi juga mengancam nyawa warga sekitar.

Sekitar pukul 00.30 WIB, polisi memergoki RRH (32) tengah sibuk dengan tumpukan tabung gas. Pria ini bukan agen resmi, melainkan 'arsitek' di balik praktik penyuntikan gas subsidi yang telah meresahkan masyarakat Karawang akibat kelangkaan gas melon di pasaran.

"Bermula dadi laporan warga yang melihat aktivitas mencurigakan di sebuah ruko, kami berhasil menggerebek pria berisial RRH (32) yang merupakan seorang pengoplos gas bersubsidi," kata Fiki kepada awak media, Kamis (9/4/2026).

RRH kedapatan tengah menyuntik gas bersubsidi 3 kilogram kedalam tabung gas nonsubsidi 5 kilogram, dengan peralatan modifikasi sederhana yang berbahaya bagi warga sekitar.

"Berdasarkan pendalaman pemeriksaan, tersangka RRH diketahui telah menjalankan bisnis gelap ini selama kurang lebih delapan bulan. Modusnya tergolong rapi namun sangat berisiko. Ia memborong tabung gas LPG 3 kg dari warung-warung kecil seharga Rp19.000, lalu menyuntikan isinya ke dalam tabung 12 kg dan 5,5 kg," kata dia.

Untuk mengakali tekanan gas agar berpindah cepat, RRH menggunakan pipa besi modifikasi yang dibantu dengan suhu dingin dari es batu. Tak berhenti di situ, demi mengelabui konsumen, ia memasang segel palsu yang dibelinya secara daring agar tabung oplosan itu tampak seperti produk asli Pertamina.

"Pelaku mengakui melakukan penyuntikan saat ada pesanan saja. Ironisnya, ia tidak melakukan penimbangan berat untuk memastikan isi tabung 12 kg tersebut sesuai standar, sehingga sangat merugikan konsumen, bahkan menyuntikan gas hanya dengan besi pipa modifikasi dengan pendingin es batu yang tentu sangat berbahaya sekaligus merugikan konsumen," ungkapnya.

Di lokasi kejadian, polisi menyita sebanyak 18 tabung gas 3 kg, 18 tabung gas 12 kg, dan 7 tabung gas 5,5 kg hasil oplosan berjajar di lantai ruko. Selain itu, 24 pipa besi modifikasi, ratusan segel palsu, serta satu unit becak motor (cator) roda tiga.

Aksi nekat RRH ini bukan sekadar kecurangan dagang biasa. Secara akumulatif, tindakan ilegal yang dilakukan sebanyak 65 kali selama beroperasi ini telah menciptakan lubang besar pada kas negara.

"Pelaku mengakui telah melakukan penyuntikan gas bersubsidi tersebut sebanyak 65 kali, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp164.125.000," ucap Fiki.

Kini, RRH harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Ia dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang telah diperbarui dalam Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perpu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda fantastis Rp 60 miliar.

"Pelaku kami sangkakan pasal 55 Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman kurungan penjara selama 6 tahun. Kami juga masih terus melakukan pengembangan kasus, termasuk melakukan koordinasi dengan instansi terkait serta melengkapi administrasi berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan," pungkasnya


Ferimaulana
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done