KARAWANG BICARA

Rabu, 18 Februari 2026

Momentum Jelang Ramadan, Aksi Sosial Cetya Hian Thian Kiong Pererat Kebersamaan Warga

‎KARAWANG – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Cetya Hian Thian Kiong Karawang menggelar kegiatan syukuran sekaligus berbagi rezeki kepada puluhan anak-anak dan warga di Kampung Bantarkawung, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang.
‎Kegiatan sosial yang berlangsung penuh kehangatan tersebut diprakarsai oleh Ketua Cetya Hian Thian Kiong Karawang, Rudy Supriatna. Acara ini digelar sebagai wujud rasa syukur sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar menjelang bulan penuh berkah.
‎Dalam kegiatan tersebut, puluhan anak-anak dan warga menerima santunan serta makanan. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat berbagi menjelang Ramadan.
‎Turut hadir dalam acara tersebut Ustaz Takim, sesepuh Kampung Bantarkawung Hj. Endang, Ketua RW Eka, serta warga RT 01/05 yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias.
‎Dalam sambutannya, Rudy Supriatna menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.
‎“Menyambut bulan suci Ramadan adalah momen penuh berkah. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan rezeki dengan anak-anak serta warga sekitar. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan semakin mempererat kebersamaan di lingkungan Kampung Bantarkawung,” ujar Rudi
‎Ia berharap kegiatan sosial serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk komitmen dalam membangun kepedulian sosial tanpa memandang latar belakang.
‎Acara berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustaz Hakim Tarjiman, memohon keberkahan, keselamatan, serta kelancaran dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.
‎Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat menjelang datangnya Ramadan yang dinantikan umat Muslim.
‎Karnat, Renal

Bupati Karawang Sidak Pasar Johar, Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Ramadan

KARAWANG – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Karawang bergerak cepat untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di pasar tradisional. Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Johar pada Rabu (18/2) pagi guna memantau dinamika harga kebutuhan pokok secara langsung.

Dalam kegiatan ini, Bupati didampingi oleh Wakil Bupati Karawang, jajaran unsur Forkopimda, Dandim 0604/Karawang, Kapolres Karawang, sejumlah Kepala Dinas terkait, serta pengelola pasar. Kehadiran tim lengkap ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi lonjakan permintaan bahan pokok.

Hasil Pantauan Lapangan: Fluktuasi Harga Masih Terkendali Berdasarkan dialog langsung dengan para pedagang, Bupati Aep mengungkapkan bahwa secara garis besar harga kebutuhan pokok di Pasar Johar masih berada dalam kategori relatif normal. Meski ada kenaikan di beberapa komoditas, angkanya dinilai masih dalam batas kewajaran.

Berikut adalah rincian pergerakan harga yang ditemukan di lapangan:
Komoditas Harga Saat Ini Keterangan 

Cabai Merah  Rp50.000 /kg  Naik tipis dari Rp48.000 

Cabai Rawit (Setan)  Rp90.000 - Rp100.000 /kg  Harga tertinggi di segmen cabai

Daging Sapi  Rp150.000 /kg, Masih stabil 

Beras Medium Rp13.000 /kg  Masih dalam batas wajar.

Beras Ketan  Rp15.000 /kg Mengalami tren kenaikan “Secara umum kondisi harga masih stabil. Memang ada kenaikan tipis pada cabai sekitar Rp2.000 per kilogram. Kita terus pantau agar tidak terjadi lonjakan yang signifikan yang bisa memberatkan warga,” ujar Aep Syaepuloh di sela-sela kunjungannya.

Sorotan Terhadap Ketersediaan Minyakita
Selain memantau harga, sidak kali ini juga menjaring aspirasi dan keluhan dari para pedagang. Isu utama yang mengemuka adalah tersendatnya pasokan Minyakita—minyak goreng program pemerintah—yang dilaporkan belum tersuplai dari distributor dalam beberapa hari terakhir.

Menanggapi hal tersebut, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang tidak akan tinggal diam. Pihaknya akan segera melakukan langkah strategis untuk mengurai kendala distribusi tersebut.

“Kami mendengar keluhan mengenai Minyakita. Saya akan segera berkoordinasi dengan Bulog dan pihak distributor untuk memastikan suplai kembali lancar dalam waktu dekat. Jangan sampai ada kekosongan stok di saat masyarakat sangat membutuhkan,” tegas Bupati.

Jaminan Suplai Selama Ramadan
Pemerintah Kabupaten Karawang menjamin bahwa rantai pasokan (supply chain) untuk wilayah Karawang masih berjalan dengan baik. Bupati optimis bahwa ketersediaan pangan akan mencukupi kebutuhan warga selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri mendatang.

Kegiatan sidak ini merupakan bagian dari upaya mitigasi inflasi daerah. Dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat sasaran, seperti Operasi Pasar Murah (OPM) jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan harga yang tidak terkendali.

Bupati menutup kunjungannya dengan berpesan kepada para pedagang untuk tetap mengikuti aturan harga yang ditetapkan pemerintah dan tidak melakukan penimbunan barang. Beliau berharap masyarakat dapat menyambut bulan Ramadan dengan tenang tanpa rasa khawatir akan lonjakan harga pangan.


Ferimaulana

Satres Narkoba Polres Karawang Ungkap 26 Kasus Narkoba, 28 Tersangka Diamankan

‎Karawang — Setelah meresmikan gedung baru pada pagi hari, Satuan Reserse Narkoba Polres Karawang langsung menunjukkan kinerjanya dengan menggelar konferensi pers pengungkapan kasus narkoba di aula Mapolres Karawang, Rabu sore.
‎Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah, didampingi Kasat Narkoba AKP Maulan Yusuf Bahtiar, memaparkan hasil pengungkapan selama dua bulan terakhir. Dalam periode tersebut, polisi berhasil mengungkap 26 kasus narkoba dengan total 28 tersangka.
‎Konferensi pers yang digelar pada hari yang sama dengan peresmian gedung baru Satres Narkoba ini menjadi bukti bahwa semangat baru personel langsung diiringi prestasi. Kapolres mengapresiasi kinerja jajarannya yang dinilai luar biasa dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Karawang.
‎Kasat Narkoba AKP Maulan Yusuf Bahtiar menjelaskan, dari total 26 kasus yang diungkap selama Januari hingga Februari 2026, narkotika jenis sabu masih mendominasi dengan 21 kasus dan 23 tersangka. Selain itu, polisi juga mengungkap 3 kasus tembakau sintetis (tembakau gorila) dengan 3 tersangka, serta 2 kasus obat keras tertentu (OKT) dengan 2 tersangka.
‎Modus operandi para pelaku bervariasi. Untuk sabu dan tembakau sintetis, pelaku umumnya menggunakan sistem tempel, yakni barang diletakkan di lokasi yang telah disepakati tanpa pertemuan langsung antara penjual dan pembeli.
‎“Modusnya dengan sistem ditempel, pelaku mendapatkan narkotika tanpa bertemu langsung dengan penjual atau pengedar,” ujar AKP Maulan.
‎Sementara itu, peredaran OKT menggunakan cara lebih konvensional, yakni transaksi langsung melalui sistem COD (cash on delivery) maupun penjualan di warung yang berkamuflase sebagai warung sembako atau konter pulsa.
‎Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti dalam jumlah signifikan, yakni 487,08 gram sabu, 64,75 gram tembakau sintetis, serta 587 butir obat keras tertentu dari berbagai jenis. Barang bukti tersebut turut dipamerkan dalam konferensi pers sebagai bentuk transparansi kepada publik.
‎Kapolres menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil patroli siber dan penyelidikan intensif di lapangan. Ia menginstruksikan jajarannya untuk terus aktif mengungkap kasus narkoba meski baru menempati gedung baru.
‎“Ini bukti bahwa Satres Narkoba Polres Karawang bekerja tidak kenal lelah. Mudah-mudahan dengan gedung baru, semangat baru ini terus terjaga dan kasus-kasus baru bisa segera terungkap,” ujarnya.
‎Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Penyidik juga menerapkan Pasal 435 jo 436 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
‎Melalui pengungkapan ini, Polres Karawang berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya narkoba dan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. Sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum dinilai menjadi kunci utama dalam memberantas peredaran gelap narkoba di Kabupaten Karawang, yang dikenal sebagai daerah penyangga ibu kota dan rawan menjadi jalur peredaran narkoba antarprovinsi.
‎Karnata Renal

Resmikan Gedung Baru Satres Narkoba, Kapolres Karawang: Ini Ikon Kebanggaan Polres

KARAWANG - Suasana dan semangat baru menyelimuti halaman Mapolres Karawang pada Rabu pagi. Setelah sekian lama berkantor di tempat yang kurang representatif, Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Karawang akhirnya resmi menempati gedung baru yang megah dan representatif di dalam lingkungan Markas Komando (Mako) Polres Karawang. Peresmian gedung yang menjadi ikon baru ini dilakukan langsung oleh Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah didampingi Bupati Karawang Aep Syaepuloh.
Kegiatan peresmian yang berlangsung khidmat Rabu, 18 Februari 2026 tersebut turut dihadiri oleh segenap unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karawang. Tampak hadir pula para pejabat utama (PJU) Polres Karawang serta seluruh personel Satres Narkoba yang tampak antusias menyambut rumah baru mereka. Kehadiran para pemimpin daerah dalam acara ini menandakan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam memerangi peredaran gelap narkoba di Karawang.

Dalam sambutannya, Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya. Ia menegaskan bahwa gedung baru ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan sebuah simbol kebanggaan dan peningkatan kapasitas institusi dalam memberantas narkoba. "Hari ini adalah peresmian gedung narkoba yang baru yang kita banggakan bersama. Gedung ini akan menjadi ikon kebanggaan daripada Polres Karawang," ujarnya dengan penuh semangat di hadapan para undangan.

Lebih lanjut, orang nomor satu di jajaran Kepolisian Resor Karawang ini menjelaskan bahwa momen peresmian ini memiliki makna yang sangat mendalam. Menurutnya, acara ini bukan hanya seremoni belaka, tetapi merupakan perayaan atas komitmen bersama antara Polres Karawang dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang. "Hari ini bukan saja untuk meresmikan gedungnya, namun yang lebih penting dari itu adalah bahwa perayaan hari ini adalah perayaan komitmen kita bersama," tegas AKBP Fiki.

Sebelum gedung megah ini berdiri, perjalanan Satres Narkoba Polres Karawang dalam menjalankan tugas cukup penuh tantangan. AKBP Fiki mengungkapkan bahwa selama ini personel Satres Narkoba harus berkantor di sebuah ruko yang berlokasi di luar Mako Polres Karawang. Kondisi tersebut tentu saja kurang mendukung dari segi efektivitas koordinasi maupun optimalisasi pelayanan kepada masyarakat. Keberadaan gedung baru ini di dalam Mako dinilai akan memangkas hambatan birokrasi dan mempercepat respons dalam penanganan kasus.

Dengan menempati gedung baru yang representatif ini, Kapolres Karawang berharap para personel Satres Narkoba dapat bekerja dengan lebih optimal. Ia secara simbolis menyatakan bahwa dengan adanya fasilitas baru ini, status Satres Narkoba yang sebelumnya mungkin terasa seperti "anak tiri" kini telah berubah. "Mudah-mudahan dengan adanya gedung Sat Narkoba yang baru ini, rekan-rekan sudah bukan lagi sebagai anak tiri, tapi sebagai anak kandung dari Polres Karawang yang bisa kita banggakan bersama," ungkap AKBP Fiki disambut aplaus meriah dari para personel yang hadir.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres AKBP Fiki N. Ardiansyah juga menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Pemerintah Kabupaten Karawang. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Aep Syaepuloh atas perhatian lebih yang diberikan kepada kepolisian. "Tentunya saya pribadi mewakili institusi Polri mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Karawang, kepada Bapak Bupati. Gedung ini adalah hibah dari Pemda yang diberikan kepada Polres Karawang. Tentu ini menuntut kinerja yang lebih dari personel Satres Narkoba," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh dalam sambutannya menyatakan bahwa pembangunan gedung Satres Narkoba ini merupakan wujud nyata sinergitas antara eksekutif dan aparat penegak hukum. Ia berharap dengan adanya fasilitas baru ini, semangat untuk memerangi narkoba semakin menguat. "Dengan gedung baru, tentunya semangat baru untuk terus memerangi narkoba, sesuai dengan jargon kita Karawang Maju. Kita ingin generasi muda kita sehat, terbebas dari narkoba dan tindakan kriminalitas. Peran kepolisian sangat penting dalam hal ini," tegas Bupati Aep Syaepuloh.

Peresmian gedung baru Satres Narkoba Polres Karawang ini diharapkan menjadi titik awal bagi peningkatan kinerja pemberantasan narkoba di wilayah hukum Karawang. Dengan fasilitas yang lebih memadai dan lokasi strategis di dalam Mako, diharapkan koordinasi antar satuan dapat berjalan lebih lancar. Masyarakat Karawang pun menaruh harapan besar agar perang melawan narkoba dapat berjalan lebih efektif, demi terciptanya generasi muda Karawang yang sehat, cerdas, dan bebas dari narkoba.


Ferimaulana

Polres Karawang Ungkap Kasus Penganiayaan Berujung Maut di Cikampek, Tiga Pelaku Diamankan

Karawang – Polres Karawang berhasil mengungkap kasus tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di wilayah hukum Cikampek, Kabupaten Karawang. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu, 14 Februari 2026, sekitar pukul 02.10 WIB di depan sebuah gerai ritel modern di Jalan Ahmad Yani, Kampung Poponcol RT 02/RW 01, Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek.

Kapolres Karawang, Fiki Novian Ardiansyah, dalam konferensi pers menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari rencana aksi tawuran sekelompok pemuda yang belum sempat terjadi. Namun, situasi memanas setelah terjadi kesalahpahaman antara kelompok tersebut dengan korban.

“Sekitar 30 orang mendatangi lokasi yang diduga akan digunakan sebagai titik kumpul untuk melakukan tawuran. Korban berinisial ID (25), yang saat itu bekerja sebagai tukang parkir di depan minimarket, menegur rombongan tersebut,” ungkap Kapolres.

Teguran korban rupanya tidak diterima dengan baik oleh kelompok tersebut. Adu mulut pun tak terhindarkan hingga berujung pada aksi pengeroyokan terhadap korban. Dalam situasi tersebut, korban sempat melakukan perlawanan dengan memukul salah satu anggota kelompok.

Namun nahas, salah satu pelaku berinisial RB RK yang diketahui membawa senjata tajam jenis celurit langsung menyerang korban. Pelaku menghampiri korban dan mengayunkan senjata tajam ke arah tubuh korban.

“Akibat sabetan senjata tajam tersebut, korban mengalami luka bacok serius di bagian siku kanan yang menyebabkan pendarahan hebat,” jelas Fiki.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, akibat kehilangan banyak darah, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Selain korban meninggal dunia, satu orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.

Kasus ini ditangani berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/42/II/2026/SPKT Polsek Cikampek/Polres Karawang, tertanggal 14 Februari 2026. Setelah menerima laporan, Tim Sanggabuana bersama Unit Jatanras Satreskrim Polres Karawang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan barang bukti.

Hasil penyelidikan intensif membuahkan hasil. Pada Senin, 16 Februari 2026 sekitar pukul 02.00 WIB, petugas berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku di lokasi berbeda. Dua orang diamankan di wilayah Kotabaru, Karawang, sementara satu orang lainnya ditangkap di wilayah Gunung Jati, Cirebon.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit dan kelewang yang diduga digunakan saat kejadian. Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi serta alat bukti yang telah dikumpulkan, penyidik menetapkan RB RK sebagai tersangka utama dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas segala bentuk tindak kekerasan, khususnya aksi tawuran yang meresahkan masyarakat. Ia juga mengimbau kepada para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada jam-jam rawan.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kekerasan di wilayah hukum Polres Karawang. Proses hukum akan kami lakukan secara tegas dan profesional sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Saat ini, para tersangka tengah menjalani proses penyidikan lebih lanjut dan dijerat dengan pasal berlapis terkait tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi seluruh elemen masyarakat tentang bahaya aksi tawuran dan penggunaan senjata tajam yang dapat berujung pada hilangnya nyawa. Kepolisian mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah Karawang dan sekitarnya.


Ferimaulana

Kolaborasi Pemerintah dan Karang Taruna, Bersih-Bersih Masjid Al-Jihad Wujudkan Lingkungan Ibadah Nyaman‎‎

Karawang – Pemerintah Kecamatan Karawang Barat bersama Tim Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang menggelar kegiatan bersih-bersih di lingkungan Masjid Al-Jihad, Jalan Ahmad Yani, Karawang, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini melibatkan Kelurahan Karangpawitan, Dinas Lingkungan Hidup (DLHK), Alqaseem, serta BAZNAS, 
‎Aksi bersih-bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah sekaligus upaya menciptakan lingkungan masjid yang nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah dan aktivitas keagamaan.
‎Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang Candra Caniago, Camat Karawang Barat Agus Somantri, Kepala Kelurahan Karangpawitan Yadi Cahyadi, Kasi Trantib Karno, serta perwakilan BAZNAS H. Asep.
‎Dukungan juga disampaikan oleh Bupati Karawang H. Aep Saepulloh bersama Wakil Bupati H. Maslani terhadap kegiatan kebersihan yang melibatkan unsur pemerintah dan masyarakat tersebut.
‎Bupati Karawang menegaskan bahwa kegiatan gotong royong menjaga kebersihan rumah ibadah merupakan bagian dari membangun budaya kepedulian sosial di tengah masyarakat.
‎“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi kegiatan bersih-bersih masjid yang dilakukan bersama unsur kecamatan, kelurahan, Karang Taruna, dan relawan. Ini adalah contoh baik kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga fasilitas umum serta memperkuat semangat kebersamaan,” ujar Bupati.
‎Sementara itu, Camat Karawang Barat Agus Somantri menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama menjaga kebersihan fasilitas umum, khususnya rumah ibadah, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat.
‎“Pemerintah kecamatan akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini. Kebersihan lingkungan masjid adalah tanggung jawab bersama, dan kolaborasi seperti ini perlu terus ditingkatkan,” katanya.
‎Dari pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Jihad,di wakiki langsung bendahara masjid H. Asep menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi.
‎“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada tim Rescue Karang Taruna, pemerintah kecamatan, kelurahan, serta semua pihak yang telah membantu kegiatan bersih-bersih di lingkungan Masjid Al-Jihad. Semoga menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” ungkap H. Asep
‎Ketua Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang Candra Caniago juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung kegiatan sosial dan kebersihan yang dilaksanakan tim Rescue.
‎“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah, DLHK,BAZNAS,kelurahan karangpawitan,dan para donatur yang selalu supot,Alqaseem produk,agung jampe trade, para relawan, serta para donatur yang selalu supot mendukung kegiatan Rescue Karang Taruna. Semoga sinergi ini terus terjaga demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
‎Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di area rumah ibadah, semakin meningkat serta dapat menjadi contoh bagi wilayah lainnya di Kabupaten Karawang.
‎Karnata, Renal

Selasa, 17 Februari 2026

Rescue Karang Taruna Karawang Bersama DLHK dan BAZNAS Gelar Aksi Bersih Masjid Agung Karawang‎

Karawang – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Tim Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang menggelar kegiatan bersih-bersih di lingkungan Masjid Agung Karawang, Selasa (17/2/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah sekaligus untuk meningkatkan kenyamanan para jemaah.
‎Aksi bersih-bersih tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pemerintah Kecamatan Karawang Barat. Camat Karawang Barat Agus Somantri bersama Sekretaris Kecamatan Lilis Kulsum turut hadir langsung di lokasi. Selain itu, kegiatan juga didukung Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang, Badan Amil Zakat Nasional Karawang, serta para relawan dan donatur.
‎Pembersihan difokuskan pada sarana tempat wudu, toilet, serta area pemakaman Syekh Quro yang berada di kompleks Masjid Agung Karawang.
‎Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang, Candra Caniago, SH., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kekompakan dalam kegiatan tersebut.
‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selalu solid dan mendukung kegiatan sosial ini,” ujarnya.
‎Candra juga menyampaikan terima kasih khusus kepada Ketua BAZNAS Karawang, H. Asep, atas bantuan berupa peralatan kebersihan yang mendukung kelancaran kegiatan. Ia turut mengapresiasi para donatur yang telah berkontribusi sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar.
‎Sementara itu, Camat Karawang Barat Agus Somantri yang hadir di lokasi memberikan dukungan serta semangat kepada para peserta kegiatan.rescue karang taruna yang selalu aktif tentang sosial
‎Melalui kegiatan ini, Karang Taruna bersama pemerintahan kecamatan karawang barat, berharap kebersihan lingkungan Masjid Agung Karawang dapat terus terjaga, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan fasilitas umum dan tempat ibadah, terutama menjelang bulan suci Ramadan.pungkas Agus
‎Karnata, Renal
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done