KARAWANG BICARA

Kamis, 05 Februari 2026

Pemkab Karawang Gandeng Apjatel, Kabel Semrawut Ditertibkan Bertahap

KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang semakin serius menata wajah kota sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan. 

Keseriusan itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Karawang, Kamis (5/2/2026).

Kerja sama tersebut menjadi langkah awal penertiban kabel udara yang selama ini dinilai semrawut dan mengganggu estetika kota, khususnya di sepanjang ruas jalan utama.

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menegaskan, penataan kabel telekomunikasi akan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi. Ke depan, seluruh jaringan kabel udara diwajibkan menggunakan sistem kabel tanam di bawah tanah.

“Penataan ini bukan hanya soal keindahan kota, tapi juga menyangkut keselamatan masyarakat. Kabel-kabel udara yang tidak tertata berpotensi membahayakan pengguna jalan,” ujar Aep.

Menurutnya, dengan sistem kabel tanam, Karawang akan memiliki tata kota yang lebih rapi, modern, dan aman. Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat kabel menjuntai atau tiang yang kelebihan beban.

Aep juga mengapresiasi dukungan dan komitmen Apjatel serta seluruh pihak terkait dalam mewujudkan penataan infrastruktur telekomunikasi yang lebih tertib dan berkelanjutan.
“Kami berharap kerja sama ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Karawang, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun keindahan kota,” pungkasnya.

Penandatanganan MoU ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemkab Karawang dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang tertata rapi, aman, dan berdaya saing


Ferimaulana

Kebakaran Panel Listrik RSUD Karawang, Pasien Dievakuasi dan Listrik Sempat Padam Total

KARAWANG – Insiden kebakaran terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Kebakaran diduga berasal dari salah satu ruangan panel listrik di pos Mayer yang terletak di lantai dasar bagian belakang bangunan utama rumah sakit.

Percikan api dengan cepat menyambar panel listrik. Namun, pihak RSUD Karawang segera melakukan langkah cepat dengan mengevakuasi seluruh pasien, tenaga medis, serta pengunjung ke area yang lebih aman. Manajemen rumah sakit juga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Karawang.

Direktur Utama RSUD Karawang, dr. Andrian Alam, saat dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa sumber kebakaran berasal dari panel listrik utama yang berfungsi mendistribusikan daya listrik dari PLN ke seluruh area rumah sakit.

“Atas nama manajemen RSUD Karawang, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Karawang dan khususnya kepada para pasien atas insiden ini. Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang lebih 15 menit dan tidak merambat ke area lain,” ujar dr. Andrian.

Akibat kejadian tersebut, aliran listrik di seluruh RSUD Karawang sempat mengalami pemadaman total. Meski demikian, pihak rumah sakit telah melakukan mitigasi dengan mengaktifkan genset mobile guna memastikan layanan vital tetap berjalan, terutama di ruangan-ruangan darurat seperti ICU dan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Untuk sementara, kami sedang menyiapkan penyambungan ulang listrik dari PLN. Tim teknis telah mengidentifikasi kabel yang aman untuk disambungkan kembali, sehingga kami perkirakan dalam waktu dua hingga tiga jam pasokan listrik dapat kembali normal di seluruh area rumah sakit,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Andrian mengungkapkan bahwa panel listrik yang terbakar merupakan panel lama yang telah digunakan sejak RSUD Karawang berdiri pada tahun 2002 dan mulai beroperasi pada 2003.

“Sebelumnya memang sempat terjadi gangguan akibat adanya serangga yang masuk ke dalam panel dan menyebabkan korsleting. Rencana rekonstruksi dan penggantian panel listrik baru sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun lalu dan akan direalisasikan tahun ini, meskipun anggaran yang tersedia masih terbatas,” pungkasnya.


Ferimaulana

Dua Terduga Pelaku Pencurian Motor Dibekuk Polres Karawang, Sejumlah Barang Bukti Diamankan

Karawang – Tim Taktis Sanggabuana Satreskrim Polres Karawang yang dipimpin AKP M. Nazal Fawwaz berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku pencurian dengan pemberatan kendaraan bermotor roda dua (R2) di wilayah hukum Polres Karawang. Pengamanan dilakukan pada Rabu, 4 Februari 2026, sekitar pukul 01.00 WIB di wilayah Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.
Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari dua laporan polisi yang diterima pada tanggal 4 Februari 2026, masing-masing terkait tindak pidana pencurian sepeda motor yang terjadi di lokasi dan waktu berbeda.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, Tim Taktis Sanggabuana berhasil mengamankan dua terduga pelaku berinisial AS dan S, yang diduga kuat terlibat dalam tindak pidana pencurian dengan pemberatan kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 KUHPidana,” ujar Kasi Humas.
Adapun kejadian pencurian tersebut diketahui terjadi pada Jumat, 30 Januari 2026 di wilayah Desa Sindangkarya, Kecamatan Kutawaluya, serta pada Sabtu, 3 Januari 2026 di wilayah Desa Kedungjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Kedua sepeda motor korban dilaporkan hilang saat diparkir dalam kondisi terkunci stang.

Dalam penangkapan pelaku pertama, petugas mengamankan terduga pelaku saat berada di halaman rumahnya dengan menguasai satu unit sepeda motor yang diduga hasil tindak pidana. Dari hasil penggeledahan, petugas juga menemukan satu set kunci letter T (ASTAG) dan satu pucuk pistol mainan. Berdasarkan keterangan pelaku pertama, petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan pelaku kedua di kediamannya, sekaligus menemukan barang bukti berupa satu unit sepeda motor lain yang diduga hasil pencurian.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua terduga pelaku mengakui telah melakukan aksi pencurian di beberapa lokasi lain di wilayah Kabupaten Karawang. Saat ini, Satreskrim Polres Karawang masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap TKP lainnya,” tambah Kasi Humas.

Saat ini, kedua terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polres Karawang untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

(Feri)

Kelurahan, Mekarjati Menata Menjadi Kota Kecamatan Karawang Barat

Karawang – Di atas kertas, Kelurahan Mekarjati adalah bagian dari Kecamatan Karawang Barat, sebuah wilayah yang menjadi urat nadi perkotaan dan industri. Namun, bagi H.Hermawan (60), realitas di lapangan berkata lain. Baginya, Mekarjati seolah sedang mengalami "krisis identitas"—menyandang status kelurahan kota, namun denyut pembangunannya masih terasa seperti desa tertinggal.5/2/2025

Langkah kaki pria sepuh ini membawa keresahan itu langsung ke meja Camat Karawang Barat, H.Agus Somantri, S.IP, MP. Kedatangannya bukan membawa proposal proyek, melainkan membawa cermin besar agar pemerintah melihat ketimpangan yang nyata.Gugatan Terhadap Rutinitas

"Dengan nada bicara yang lugas namun penuh kepedulian, H.Hermawan menumpahkan kegelisahannya. Ia membandingkan Mekarjati dengan tujuh kelurahan lain seperti Nagasari atau Karangpawitan yang sudah gemerlap dengan fasilitas urban.Masa sih, pembangunan di Kelurahan Mekarjati setiap tahun hanya program jalan usaha tani melulu?" cetus H.Hermawan. Pernyataan ini menjadi kritik pedas sekaligus refleksi bahwa perencanaan pembangunan di sana seolah berjalan di tempat, terjebak dalam pola lama yang tidak menyentuh kebutuhan masyarakat modern.Menurutnya, lingkungan Mekarjati yang masih "rasa desa" bukan lagi sebuah keasrian yang membanggakan, melainkan simbol ketertinggalan prasarana. Ia mendesak adanya perubahan radikal pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) melalui Bappeda Kabupaten Karawang.

"Sudah saatnya di Mekarjati berdiri perguruan tinggi, rumah sakit, hingga pusat ekonomi UMKM. Kami ingin sejajar dengan kelurahan lain," tegasnya.Respons Konstruktif Pemerintah,Mendengar aspirasi yang "pedas" namun bergizi tersebut, Camat Karawang Barat, H.Agus Somantri, tidak defensif. Baginya, suara Hermawan adalah suntikan motivasi bagi birokrasi. 

Agus mengakui bahwa untuk mengubah wajah Mekarjati, diperlukan keberanian untuk keluar dari zona nyaman pembangunan konvensional. Ia berkomitmen untuk membawa suara ini ke level yang lebih tinggi.Ini masukan yang sangat sehat. Kami akan mendorong agar Musrenbang ke depan tidak lagi bicara soal jalan tani secara berulang, tapi mulai memetakan fasilitas publik yang bisa memancing pertumbuhan ekonomi kota," ujar H.Agus Somantri. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan Bappeda terkait peninjauan RTRW agar Mekarjati bisa menyerap investasi pendidikan dan kesehatan.

Harapan Baru.Pertemuan di kantor kecamatan itu menjadi pemantik api harapan baru bagi demokrasi tingkat lokal. Di satu sisi, ada tokoh masyarakat yang berani bersuara kritis demi kemajuan tanah kelahirannya. Di sisi lain, ada pejabat wilayah yang membuka diri untuk kolaborasi.

"Kini, warga Mekarjati menunggu. Apakah "jalan tani" yang membosankan itu akan segera berganti dengan fondasi rumah sakit atau gedung universitas? Perjalanan menuju kelurahan kota yang sesungguhnya memang masih panjang, namun setidaknya, lonceng perubahan telah dibunyikan dengan keras dari ruangan camat siang itu.***

Mantri Sudarma

Warga Kepuh Wareng Tolak Pembangunan Perumahan Baru, Dinilai Perparah Banjir‎

KARAWANG — Pembangunan perumahan baru di wilayah Kepuh Wareng RT 01 RW 34, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, menuai penolakan dari warga. Proyek tersebut dinilai berpotensi besar menambah dampak banjir karena tidak dilengkapi saluran pembuangan air yang memadai.
‎Warga menilai, pembangunan perumahan di atas lahan yang sebelumnya merupakan area persawahan justru memperparah kondisi lingkungan sekitar. Pasalnya, lahan resapan air yang selama ini berfungsi menahan genangan kini telah diurug dan dialihfungsikan menjadi kawasan permukiman.
‎Ketua RW 34, Aas Wardianto, menegaskan bahwa kehadiran perumahan tersebut telah dan akan semakin menambah risiko banjir di lingkungan warga.
‎“Dengan tidak adanya saluran pembuangan air yang jelas, pembangunan perumahan ini dipastikan hanya akan memperparah banjir di lingkungan kami. Yang tadinya sawah, sekarang diurug jadi perumahan,” tegas Aas, Kamis (5/2/2026).
‎Menurutnya, kondisi wilayah Kepuh Wareng selama ini sudah rawan genangan saat musim hujan. Alih fungsi lahan tanpa perencanaan drainase yang matang dikhawatirkan akan memperburuk situasi dan merugikan warga sekitar.
‎Sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat terkait evaluasi perizinan alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan perumahan, warga berharap pemerintah daerah dapat meninjau ulang izin pembangunan tersebut, terutama dari aspek dampak lingkungan.
‎Hal senada disampaikan Ketua RT 03, Nano, yang menyampaikan aspirasi warga secara tegas menolak pembangunan perumahan di wilayahnya.
‎“Saya selaku Ketua RT 03 menyampaikan aspirasi warga yang menolak adanya pembangunan perumahan di wilayah kami. Kami mohon kepada pihak terkait agar meninjau ulang perizinan atau hal-hal lain yang menyangkut dampak lingkungan,” ujar Nano.
‎Warga berharap pemerintah daerah, dinas terkait, serta pihak pengembang dapat turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi lapangan secara nyata, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh demi mencegah bencana banjir yang lebih parah di kemudian hari.
‎Karnata, Renal

Polres Karawang Bersama Bapenda dan Dishub Gelar Operasi Keselamatan di Jalan Pangkal Perjuangan

KARAWANG — Polres Karawang bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karawang dan Dinas Perhubungan (Dishub) menggelar Operasi Keselamatan di Jalan Pangkal Perjuangan, Karawang, Kamis (5/2/2026).
‎Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Satuan Lalu Lintas Polres Karawang sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tertib berlalu lintas, keselamatan berkendara, serta kepatuhan administrasi kendaraan bermotor.
‎Kasat Lantas Polres Karawang, AKP Abdurohman Hidayat, mengatakan bahwa Operasi Keselamatan ini bertujuan menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih disiplin di jalan raya.
‎“Operasi ini tidak semata-mata penindakan, namun lebih kepada edukasi dan imbauan kepada pengendara agar mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, serta mengutamakan keselamatan,” ujar AKP Abdurohman Hidayat.
‎Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan, penggunaan helm dan sabuk pengaman, serta kelayakan kendaraan umum maupun pribadi. Pengendara yang melanggar diberikan teguran humanis dan edukasi langsung di lokasi.
‎Sementara itu, perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, Danru Barat Dishub, Dedi, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas instansi ini merupakan langkah strategis dalam menciptakan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas di wilayah Karawang.
‎“Kami mendukung penuh kegiatan Operasi Keselamatan ini. Sinergi antara Polri, Bapenda, dan Dishub sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya terkait keselamatan berkendara dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas,” ungkap Dedi.
‎Dedi juga menambahkan, Dishub turut memastikan aspek teknis kendaraan dan kelayakan operasional, terutama kendaraan angkutan umum, agar dapat beroperasi dengan aman dan sesuai standar.
‎Operasi Keselamatan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat serta menekan potensi kecelakaan di wilayah Kabupaten Karawang.
‎Karnata, Renal

OTW Coffee dan Rice Bowl Resmi Dibuka di Jalan Tuparev, Hadirkan Varian Rasa Kekinian

Karawang – Tempat nongkrong baru bagi pecinta kopi dan kuliner kini hadir di Karawang. OTW Coffee dan Rice Bowl resmi dibuka di Jalan Tuparev, tepatnya di depan Eng Sui Tong, Kamis malam (5/2/2026). Kehadiran kafe ini menawarkan berbagai pilihan menu kopi modern yang dipadukan dengan cita rasa kekinian serta pelayanan yang memanjakan pelanggan.
‎OTW Coffee menghadirkan beragam varian kopi favorit, di antaranya Americano, Cappuccino, Café Latte, Hazelnut, Kopi Susu OTW, Butterscotch Cream, hingga Cheese Coffee yang siap memanjakan lidah para penikmat kopi.
‎Tidak hanya menyajikan kopi klasik, OTW Coffee juga menghadirkan inovasi menu Mocktail Coffee yang unik dan segar. Beberapa menu andalan di antaranya Merry Peach, perpaduan espresso dengan jus jeruk dan peach yang memberikan sensasi segar. Selain itu, ada Mango Bliss Black, kombinasi Americano dengan squash mangga yang menghasilkan rasa manis dan menyegarkan.
‎Menu lainnya seperti Asian Spiced Elixer menawarkan perpaduan espresso dengan racikan herbal khas yang memberikan sensasi rasa berbeda. Sementara itu, Bailey’s Coffee menghadirkan perpaduan espresso dengan rum dan cream yang menghasilkan cita rasa premium dan elegan.
‎Dengan konsep modern dan nyaman, OTW Coffee dan Rice Bowl diharapkan menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Karawang untuk bersantai, berkumpul, maupun menikmati sajian kopi berkualitas dengan harga terjangkau.
‎Pengelola OTW Coffee mengajak masyarakat untuk datang dan merasakan langsung berbagai varian rasa kopi tradisional yang dikemas dengan sentuhan kekinian, serta didukung pelayanan yang ramah dan memuaskan pelanggan.
‎“Kami ingin menghadirkan tempat yang nyaman sekaligus memberikan pengalaman menikmati kopi dengan cita rasa berbeda bagi masyarakat Karawang,” ujar pengelola OTW Coffee.
‎Dengan hadirnya OTW Coffee dan Rice Bowl, diharapkan dapat menambah pilihan tempat kuliner sekaligus memperkaya destinasi nongkrong bagi kalangan muda maupun keluarga di Kabupaten Karawang.
‎Karnata, Renal
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done