KARAWANG BICARA

Jumat, 31 Juli 2026

Dinas PUPR Melalui Forum Jaskon Pererat Hubungan dengan Pelaku usaha Penyedian Jasa Konstruksi

Karawang | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui Forum Jasa Konstruksi (Jaskon) melaksanakan kegiatan bertemakan peran sub. Urusan jasa konstruksi dalam mendukung menuju Karawang berkualitas, yang diselenggarakan di aula Husni Hamid, Kamis (30/7). 
     
Kegiatan ini diselenggarakan untuk menjadi wadah strategi serta perat hubungan Pemkab Karawang dengan pelaku usaha penyedia jasa konstruksi dalam mewujudkan penyelenggaraan jaskon yang profesional, berkualitas dan berdaya saing. 
      
Selain itu dengan terselenggaranya acara tersebut, diharapkan terbangun komitmen bersama serta menjadi kolaborasi yang kuat antara Pemda dengan pelaku usaha jasa konstruksi yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Karawang. 
H. Rusman Kepala Dinas PUPR Kabupaten a Karawang dalam sambutannya menyampaikan bahwa, Forum ini menjadi momentum untuk mempererat kemitraan antara pemerintah daerah, pelaku usaha dan penyedia jasa kontruksi. 
     
Selain itu dengan terjalinnya kolaborasi yang baik, penyelenggaraan jasa kontruksi di kabupaten Karawang diharapkan profesional, akuntabel, inovatif serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkualitas menuju karawang maju, paparnya.   Tata

Proyek Normalisasi Drainase Di Kerjakan Pelaksana Kontruksi CV. Bintang Suraya Diduga Tanpa Persiapan Warga Kepuh Wareng Kecewa

karawangbicara.id | Proyek pembangunan infrastruktur normalisasi drainase di Kepuh wareng RT 03/RW 34 kelurahan nagasari kecamatan Karawang barat milik dinas PUPR yang menelan anggaran APBD karawang tahun 2026 dengan nilai kontrak RP. 188.930.000(seratus delapan puluh delapan juta sembilan ratus tiga ribu rupiah) yang dikerjakan oleh pelaksana kontruksi CV. Bintang Suraya diduga tanpa ada persiapan.

Warga Kepuh wareng yang ada di lingkungan RT 03/RW 34 merasa kecewa terhadap pelaksana kontruksi CV. Bintang Suraya yang mengerjakan pembangunan saluran normalisasi drainase milik dinas PUPR dinilai minim persiapan." ucap warga melalui via WhatsApp ke awak media.

Sambung warga melalui via whatsapp yang enggan di sebutkan namanya kamis (30/07/2026) mengatakan sebagian pekerjaan tidak ada yang menggunakan alat pelindung diri (APBD) seperti tidak memakai rompi dan helm saat bekerja."ujarnya

Dan bekas galian tanah untuk pemasangan Uditch pun tidak langsung di buang sehingga menutup akses mobil yang mau beraktivitas." ungkap warga

"Saya selaku ketua RW merasa kecewa kepada pemborong selaku pelaksana kontruksi pada saat melakukan pekerjaan tersebut tidak ada persiapan sama sekali dari pihak pelaksana kontruksi CV. Bintang Suraya. 

Lanjut warga karena minimnya peralatan pekerja dan bahkan peralatan seperti linggis pun minjem dari warga." pungkasnya

Bahkan mandor kuli yang ada dilokasi tersebut tidak memasang rambu pemberitahuan untuk warga yang beraktivitas melintasi jalan lingkungan yang mengakibatkan aktivitas warga terganggu yang di sebabkan jalannya tertutup oleh galian tanah yang menumpuk di jalan sehingga jalan menjadi sempit. (par)

Bupati Karawang Secara Langsung Menyerahkan Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP)

karawangbicara.id | Hari ini "saya menyerahkan secara langsung Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang diprakarsai oleh Dinas Sosial Kabupaten Karawang sebagai bentuk nyata komitmen Pemerintah Daerah dalam mendorong tumbuh dan berkembangnya pelaku UMKM di Kabupaten Karawang. 

Sebanyak 290 penerima manfaat menerima bantuan dengan total anggaran sebesar Rp1.399.447.000. Bantuan diberikan dalam lima jenis usaha, yakni barang kebutuhan pokok (100 penerima), usaha minuman sachet (60 penerima), usaha cilok(50 penerima), warung nasi (40 penerima), dan usaha telur gulung (40 penerima). Bantuan ini diharapkan menjadi modal awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan. 

"Saya ingin menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar pemberian barang, melainkan investasi pemerintah kepada masyarakat agar memiliki kesempatan membangun usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan secara bertahap keluar dari lingkaran kemiskinan. 

Kepada seluruh penerima manfaat, saya berpesan agar bantuan ini dijaga dan dimanfaatkan sebaik- baiknya. Jangan dijual atau dialihkan kepada pihak lain. Gunakan sebagai modal untuk bekerja, berusaha, dan terus berkembang sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

Insyaallah, Pemerintah Kabupaten Karawang akan terus hadir melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Semoga semakin banyak UMKM yang naik kelas, semakin banyak lapangan pekerjaan yang tercipta, dan Karawang semakin maju dengan ekonomi kerakyatan yang kuat. (par)

Kamis, 30 Juli 2026

Pekerjaan Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor BPKAD dipapan Informasi tidak tertuang Nilai Anggaran Kontrak

karawang | Pekerjaan Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dipapan informasi tidak tertuang nilai anggaran kontrak terkait kegiatan proyek tersebut, hal seperti itu mencerminkan tidak adanya keterbukaan atau transparansi kepada publik, dan hal tersebut diindikasikan melanggar regulasi Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), dimana Undang undang tersebut menjamin hak setiap warga negara untuk mengakses informasi dari badan publik guna mewujudkan tata kelola pemerintah yang transparan dan akuntabel. 
    
Pelaksanaan kegiatan yang baru dikerjakan tersebut dari BPKAD yang dikerjakan atas nama perusahaan CV Perkasa Utama Abadi dengan nilai kontrak yang tidak jelas, karena tidak adanya nilai kontrak dipapan informasi. 
Umar kontraktor atau pelaksana kegiatan rehab kantor BPKAD tersebut, yang memakai nama perusahaan CV Perkasa Utama Abadi saat dikonfirmasi karawangbicara.com, melalui ponsel Kamis (30/7) mengatakan, draft nya dikasih seperti itu, kan bisa dilihat dari sirup atau non lelang, tapi menurut umar besok mau diganti kalau memang harus ada nilai kontrak di papan informasi, ujarnya.   Tata

Pemkab Karawang Resmikan Gedung UPD dan Layanan "Mesra" RSUD Jatisari

karawangbicara.id | Pemkab Karawang Resmikan Gedung UPD dan Layanan "Mesra" RSUD Jatisari 

Pemerintah Kabupaten Karawang resmi meluncurkan Unit Pengelola Darah (UPD) RSUD Jatisari dan inovasi layanan Mesra (Melayani Sampai Rumah Anda) di RSUD Jatisari pada Rabu (29/7/26). Acara peresmian tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Karawang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. 

Inovasi layanan Mesra atau Melayani Sampai Rumah Anda pada RSUD Jatisari mencakup tiga pelayanan mulai dari Pelayanan Keperawatan, Pelayanan Fisioterapi dan Pelayanan Laboratorium. 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Karawang H. Maslani menyampaikan apresiasinya atas peresmian gedung UPD dan layanan Mesra sebagai bukti nyata untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat khususnya masyarakat Karawang. 

"Selamat kepada Direktur beserta jajaran RSUD Jatisari serta masyarakat sekitar yang memiliki komitmen luar biasa, Pemerintah Kabupaten Karawang pada hari ini akan memiliki Unit Pengelola Darah di RSUD Jatisari," ujarnya 

la menambahkan bahwa keberadaan UPD sebagai bagian dari penguatan sistem layanan kesehatan daerah serta langskah penting dalam upaya menjamin ketersediaan darah yang cepat, aman dan berkelanjutan bagi masyarakat.

"Hadirnya UPD di RSUD Jatisari menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang senantiasa menjadikan pelayanan kesehatan sebagai skala prioritas utama," lanjutnya. 

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. R. Vini Adiani Dewi menyampaikan apresiasinya atas diresmikannya UPD RSUD Jatisari yang akan memberikan pelayanan lebih efektif, efisien dan profesional khususnya dalam pelayanan transfusi darah. 

"Kami memberikan apresiasi dan mendukung atas inovasi yang diberikan. Semoga akan memperkuat kerjasama dengan yang lain dan menjadi contoh untuk Rumah Sakit lainnya," ujarnya. 

Sementara itu, Direktur RSUD Jatisari dr. Annisah menjelaskan bahwa pembangunan UPD tersebut didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bertujuan untuk memperkuat sistem pelayanan transfusi darah baik untuk masyarakat Karawang maupun wilayah Purwasuka (Purwakarta, Subang dan Karawang). (par)

Dekatkan Pelayanan dan Dorong UMKM Lokal, Ratusan Warga Padati Gebyar PATEN Jatisari

karawangbicara.id | Dekatkan Pelayanan dan Dorong UMKM Lokal, Ratusan Warga Padati Gebyar PATEN Jatisari 

Ratusan warga tampak memadati area kegiatan ebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) Jatisari untuk memanfaatkan berbagai layanan publik hingga berbelanja di stand stand Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal pada Rabu (29/7/26). 

Antrean masyarakat memadati berbagai stan pelayanan terpadu yang disediakan mulai dari layanan administrasi kependudukan (e-KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran), perpanjangan SIM & STNK, pemeriksaan dan layanan kesehatan hingga layanan perpajakan. 

Selain stand pelayanan, masyarakat juga tampak memadati stand UMKM lokal. Para Pelaku Usaha dari tiap desa memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mempromosikan dan menjajakan produk unggulannya. 

Melihat tingginya animo masyarakat, Wakil Bupati Karawang, H. Maslani menyampaikan apresiasinya atas suksesnya penyelenggaraan Gebyar PATEN di Kecamatan Jatisari. 

la menyampaikan bahwa Gebyar PATEN merupakan wujud nyata Pemerintah Kabupaten Karawang untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, dekat, dan mudah dijangkau.

"Dengan adanya Gebyar Paten ini selain mendekatkan layanan. Mari sama-sama meningkatkan perekonomian setempat," ujarnya. 

Selain itu, dalam Gebyar Paten ini juga terdapat pemberian PMT untuk anak stunting, ibu hamil dan lansia oleh Wakil Bupati Karawang beserta jajaran sebagai bentuk komitmen pemda dalam menekan angka stunting di Kabupaten Karawang. 

Sebagai komitmen Pemkab Karawang dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kesejahteraan gizi masyarakat, dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak stunting, ibu hamil dan lanjut usia (Lansia) oleh Wakil Bupati Karawang beserta jajaran di Puskesmas Jatisari. (par)

Dinas PUPR Bidang Jalan Dan Jembatan Kab. Karawang Diduga Tidak Berani Tegur Jasa Kontruksi CV. Tirta Kencana Yang Membangun Proyek Jembatan Yang Diduga Tidak Sesuai Spek

Karawangbicara.id | Proyek pembangunan penggantian jembatan dusun Citajaya desa kalibuaya kecamatan Telagasari kabupaten Karawang.

Proyek pembangunan penggantian jembatan dusun Citajaya desa kalibuaya milin dinas PUPR Karawang yang dikerjakan oleh pelaksana kontruksi CV. Tirta Kencana sebagai rekanan dinas PUPR.

Hal tersebut proyek pembangunan penggantian jembatan yang berada di wilayah desa kalibuaya kecamatan Telagasari sangat di sayangkan proyek yang dikerjakan oleh pelaksana kontruksi CV. Tirta Kencana tersebut diduga tidak sesuai Spek yang ada di dalam RAB.

Kondisi pembangunan penggantian jembatan yang dikerjakan pelaksana kontruksi diduga ada kejanggalan dalam kontruksi.

"E. Suradi yang aktif di lembaga Aliansi Indonesia BPAN saat investigasi kelokasi proyek terlihat tiang jembatan yang lama tidak dibongkar malah di sambung lagi sama coran yang baru bahkan untuk jalan yang mau di cor yang panjangnya kurang lebih 2 meter diduga tidak di berikan amparan batu bescos dan plastik.' ucap" E. Suradi melalui via whatsapp ke awak media.

Bahkan awak media sempat konfirmasi sama Ade Buyung orang kepercayaan pemborong CV. Tirta Kencana hari Selasa (28/07/2026) awak media meminta ke Ade Buyung untuk di sambungkan ke pemborongannya dan Ade Buyung malah memberikan jawaban silakan beritakan.'ucapnya

Sampai berita yang hari Selasa (28/07/2026) di publikasikan tidak ada tanggapan dari dinas PUPR bidang jalan dan jembatan dan awak media sempat konfirmasi ke bidang jalan dan jembatan dinas PUPR Rabu (29/07/2026) melalui via WhatsApp sampai saat ini belum ada penjelasan dari bidang jalan dan jembatan dinas PUPR terkait pelaksanaan kontruksi CV. Tirta Kencana yang diduga mengerjakan pembangunan proyek penggantian jembatan yang diduga tidak sesuai spek tidak memberikan teguran terhadap pelaksana kontruksi.

Pembangunan penggantian jembatan yang menggunakan anggaran APBD Karawang tahun 2026 dengan nilai kontrak RP. 189.814.000 yang dikerjakan oleh pelaksana kontruksi CV. Tirta Kencana yang diduga tidak sesuai dengan Spek, pihak dinas PUPR bidang jalan dan jembatan diduga tidak berani menegur jasa kontruksi CV. Tirta Kencana. Baca berita selanjutnya (par)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done