KARAWANG BICARA

Jumat, 13 Februari 2026

AKP Sudirianto Diuji Kepemimpinan, Parkir Liar di Depan Polres Karawang Jadi Sorotan

KARAWANG – Kepemimpinan baru di tubuh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karawang mulai menghadapi tantangan. Kasat Lantas yang baru, AKP Sudirianto, mendapat ujian awal berupa maraknya parkir liar di halaman depan Mapolres Karawang, Jumat (13/2/2026).
‎AKP Sudirianto resmi menggantikan pejabat sebelumnya, Abdurohman Hidayat. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan membawa pembenahan dan penataan yang lebih baik, khususnya dalam bidang ketertiban lalu lintas di wilayah Karawang.
‎Namun di hari-hari awal masa jabatannya, persoalan parkir liar di area depan kantor kepolisian justru menjadi perhatian publik. Sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat terparkir tidak beraturan, bahkan memakan sebagian badan jalan, sehingga berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan kenyamanan masyarakat.
‎Sebagai satuan yang bertanggung jawab atas ketertiban lalu lintas, kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi Kasat Lantas yang baru. Penataan parkir di sekitar area Mapolres dinilai penting, tidak hanya demi kelancaran arus kendaraan, tetapi juga sebagai contoh penegakan disiplin di lingkungan institusi penegak hukum.
‎Masyarakat berharap, di bawah kepemimpinan AKP Sudirianto, Satlantas Polres Karawang dapat segera mengambil langkah tegas dan terukur untuk menertibkan parkir liar tersebut. Koordinasi lintas fungsi internal serta sosialisasi kepada masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam upaya penataan tersebut.
‎Dengan kepemimpinan yang baru, publik menantikan gebrakan nyata demi menciptakan ketertiban, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Karawang.
‎Karnata, Renal

Bangun Karakter Islami, SDN karangpawitan IV Rayakan Datangnya Bulan Ramadhan Dengan Kegiatan Spiritual & Kebersamaan‎

Karawang – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, ratusan siswa SDN Karangpawitan IV menggelar kegiatan Shalat Dhuha berjamaah di halaman sekolah, Jumat (13/2/2026).
‎Sejak pagi hari, para siswa dari kelas I hingga kelas VI tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan pelaksanaan Shalat Dhuha bersama yang dipimpin oleh H. Dadan, S.Pd. Dengan penuh kekhusyukan, mereka menunaikan ibadah sebagai bentuk persiapan diri dalam menyambut bulan penuh berkah.
‎Usai Shalat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan jalan santai mengelilingi lingkungan sekitar sekolah. Suasana kebersamaan dan keceriaan terlihat jelas, baik dari para siswa maupun guru yang turut mendampingi. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan makan bersama di ruangan sekolah sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.
‎Kepsek SDN Karangpawitan IV, Iwan Suciyadi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter serta pembinaan spiritual bagi para siswa.
‎“Kami ingin menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini kepada anak-anak. Menyambut Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga mempersiapkan hati, memperbaiki akhlak, serta mempererat kebersamaan. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa-siswi semakin semangat beribadah dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Iwan
‎Ia menambahkan, pihak sekolah berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan positif yang tidak hanya meningkatkan prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter religius dan sosial peserta didik.
‎Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Para orang tua siswa pun menyambut baik inisiatif sekolah dalam menanamkan nilai-nilai spiritual serta memperkuat kebersamaan menjelang Ramadan.
‎Dengan semangat religius dan kebersamaan yang ditanamkan, SDN Karangpawitan IV berharap momentum menyambut Ramadan ini menjadi awal yang baik dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berkarakter kuat, dan berprestasi.
‎Karnata, Renal

Kolaborasi Lintas Sektor, Tim Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang Bersihkan Bekas Danau Cikeas‎

‎KARAWANG – Aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan Tim Rescue karang taruna Kabupaten Karawang dengan menggelar kegiatan bersih-bersih eceng gondok di bekas danau destinasi wisata di wilayah Cikeas, Dusun Sukajaya, Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Kamis (12/2/2026).
‎Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi lintas sektor antara Tim Rescue Kabupaten Karawang bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Jasa Tirta (PJT) II,dan lembaga pemasyarakatan LP II, karawang, serta didukung TNI, Polri, pihak Kecamatan Klari, dan perangkat RT/RW setempat.
‎Ketua Tim Rescue karang taruna Kabupaten Karawang, Candra Caniago, SH, menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah dampak negatif yang ditimbulkan oleh menumpuknya eceng gondok.
‎“Eceng gondok yang menumpuk dapat menghambat danau dan berpotensi menyebabkan banjir. Karena itu, kami bersama unsur terkait turun langsung melakukan pembersihan sebagai langkah antisipasi sekaligus edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Candra.
‎Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan sungai serta menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.
‎Sementara itu, Kepala Desa Anggadita,
‎ Asep Wahyudi yang akrab disapa Roy, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian serta gerak cepat Tim Rescue dan seluruh pihak yang terlibat.dan tak hanya itu pihak pemerintahan desa, memohon segera menindaklanjuti kepada dinas terkait untuk bisa menurunkan alat berat untuk mengeruk eceng gondok yang sudah menumpuk. 
‎“Atas nama Pemerintah Desa Anggadita dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Rescue karang taruna Kabupaten Karawang, DLHK, BBWS, PJT II, TNI, Polri, serta semua unsur yang telah membantu. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga kami,” ungkap Roy.
‎Menurutnya, aksi bersih-bersih tersebut tidak hanya berdampak pada kelancaran aliran sungai, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian bersama terhadap lingkungan.
‎Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai terus meningkat, sehingga potensi banjir dapat diminimalisir dan lingkungan Desa Anggadita tetap terjaga dengan baik.
‎Karnata, Renal

Pemdes Kondangjaya Gelar Musdes Penetapan Lokasi KDMP dan Musdesus KPM BLT Dana Desa 2026

‎KARAWANG TIMUR – Pemerintah Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Penetapan Lokasi KDMP sekaligus Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) Penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Desa Kondangjaya, Kamis (12/2/2026).
‎Musyawarah dihadiri oleh Kepala Desa Kondangjaya H. Anja Sugiana, seluruh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga kemasyarakatan desa, serta unsur terkait lainnya.
‎Dalam sambutannya, Kepala Desa Kondangjaya H. Anja Sugiana menyampaikan bahwa pelaksanaan Musdes dan Musdesus ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.
‎“Penetapan lokasi KDMP dan KPM BLT Dana Desa Tahun 2026 harus melalui mekanisme musyawarah agar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kami ingin setiap kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan hasil kesepakatan bersama,” ujar H. Anja Sugiana.
‎Ia menegaskan, penetapan KPM BLT Dana Desa dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kriteria yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga bantuan dapat diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
‎Sementara itu, dalam pembahasan penetapan lokasi KDMP, peserta musyawarah turut memberikan masukan dan saran guna memastikan lokasi yang dipilih dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat desa.
‎Kegiatan Musdes dan Musdesus berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan. Melalui forum tersebut, diharapkan seluruh keputusan yang dihasilkan mampu mendukung pembangunan Desa Kondangjaya yang lebih maju, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
‎Karnata, Renal

Kamis, 12 Februari 2026

Musrenbang RKPD Kabupaten Karawang 2027: Rawamerta Menguatkan Potensi Unggulan Wilayah

Karawang  - Musrenbang RKPD Kabupaten Karawang Rawamerta Menguatkan Potensi Unggulan Wilayah Februari 11, 2026 Kiri: Unsur Polsek, Koramil 0403, Camat Dadan Nurdiansyah, Kepala DPKPP H. Rochman dan anggota DPRD Karawang Dapil II H. Karsim. 

Pemerintah Kecamatan Rawamerta menegaskan komitmennya dalam menyusun arah pembangunan yang lebih terarah dan berpijak pada kebutuhan riil masyarakat. Hal itu mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Karawang Tahun 2027 tingkat Kecamatan Rawamerta yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Rawamerta, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Bupati Karawang Nomor 134 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten Karawang Tahun 2027 di tingkat kecamatan dan daerah pemilihan. Musrenbang menjadi tahapan penting untuk menyelaraskan program dan kegiatan pembangunan agar selaras dengan prioritas daerah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

Anggota DPRD Karawang Dapil II H. Asep Syarifudin (Golkar). Mengusung tema “Penyediaan Infrastruktur Konektivitas Wilayah yang Berkualitas, Merata, dan Terintegrasi”, forum tersebut menitikberatkan pada upaya memperkuat aksesibilitas antarwilayah. Infrastruktur dinilai sebagai fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas layanan publik, serta membuka peluang baru bagi masyarakat desa.

Sejumlah pemangku kepentingan hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya anggota DPRD Karawang Dapil II H. Asep Syarifudin (Golkar), H. Karsim (PDI Perjuangan), dan Neneng Siti Fatimah (Nasdem). Hadir pula perwakilan Bapeda, Dinas PUPR, Dinas PRKP, Dishub, unsur TNI-Polri, kepala UPTD, hingga berbagai elemen kelembagaan masyarakat.Anggota DPRD Karawang Dapil II H. Karsim (PDI Perjuangan),

"Tak hanya jajaran pemerintahan, Musrenbang Rawamerta juga melibatkan kepala desa, BPD, LPM, BUMDes, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga Forum Anak Rawamerta (FAR). Kehadiran beragam unsur ini mencerminkan semangat partisipatif dalam merancang pembangunan yang inklusif.Dalam forum tersebut, Rawamerta menegaskan fokus pada pengembangan potensi unggulan wilayah. 

Selain pembangunan infrastruktur, perhatian diarahkan pada sektor pertanian, penguatan ekonomi desa, peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat.

"Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan. Forum ini menjadi ruang dialog, tempat aspirasi masyarakat bertemu dengan kebijakan pembangunan. Di sinilah prioritas dirumuskan, tantangan diidentifikasi, dan harapan masa depan disusun bersama.

Dengan sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat, Rawamerta berharap perencanaan pembangunan 2027 mampu menghadirkan manfaat nyata: konektivitas yang lebih baik, ekonomi desa yang lebih kuat, serta kualitas hidup masyarakat yang terus meningkat.

Mantri Sudarma

Ormas Islam dan Tokoh Masyarakat Audiensi ke DPUPR Karawang Terkait Perizinan Holywings

‎KARAWANG – Organisasi kemasyarakatan Islam Front Persaudaraan Islam (FPI) yang dipimpin H. Agus, bersama tokoh masyarakat Bah Wandi, menggelar audiensi ke Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Karawang, Kamis (12/2/2026).
‎ Audiensi tersebut membahas persoalan perizinan tempat hiburan Holywings yang berada di kawasan pusat kota Karawang.
‎Audiensi ini turut dihadiri para ketua organisasi kepemudaan dan tokoh masyarakat, di antaranya Ketua Karang Taruna Kelurahan Nagasari Hari Mulyana, Ketua Karang Taruna Karawang Kulon Iwan Abi, Ketua GSI Jawa Barat Lukman Zaelani alias Korub. 
‎Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas PUPR Karawang, Rusman, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi ulang terkait perizinan Holywings. Ia menegaskan bahwa masukan dari masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam proses evaluasi tersebut.
‎Tokoh masyarakat Bah Wandi secara tegas menyatakan penolakannya terhadap keberadaan Holywings di kawasan kota Karawang, khususnya karena lokasinya yang berdekatan dengan Masjid Agung Karawang.
‎ Menurutnya, keberadaan tempat hiburan tersebut dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai sosial dan religius masyarakat sekitar.
‎“Saya secara pribadi dan sebagai tokoh masyarakat tidak mengizinkan dengan tegas adanya Holywings di kawasan kota, apalagi lokasinya sangat dekat dengan Masjid Agung,” tegas Bah Wandi.
‎Senada dengan itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Nagasari, Hari Mulyana, mengungkapkan kekecewaannya karena hingga saat ini belum ada komunikasi atau sosialisasi kepada masyarakat setempat terkait pendirian tempat hiburan tersebut.
‎“Sampai sekarang belum ada komunikasi dengan warga maupun Karang Taruna terkait keberadaan Holywings. Ini menjadi pertanyaan besar bagi kami,” ungkap Hari.
‎Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan keterbukaan informasi serta menjaga kondusivitas wilayah, dengan tetap memperhatikan aspirasi dan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat Karawang.
‎Karnata, Renal

Pemerintah Desa Wadas Tapeduli Adanya Jembatan Sasak Bodas Ambruk

Karawang - Jembatan Sasak Bodas  di Desa Wadas Putus " tak terbuat Jembatan darurat, Warga pun tak bisa melintas "Jembatan Sasak Bodas di Desa Wadas sudah lama putus, namun Pemerintah Desa Wadas atau pun Kecamatan Telukjambe Timur kurang gercep kebutuhan masyarakat dan tidak membangun Jembatan Darurat atau Jembatan sementara untuk penyebrangan warga pejalan kaki atau untuk pengendara roda dua .

"Menurut Warga Perum Harmoni Mas RT 01 RW 04 Desa Wadas Maryani kepada wartawan mengatakan ,memang benar Sasak Bodas di Depan Perum Harmoni Mas masuk wilayah Pemerintahan Desa Wadas Kecamatan Telukjambe Timur ini sudah lama ambruk, namun belum ada perbaikan dari pihak pemangku kebijakan, dan tidak ada pembangunan Jembatan Sementara atau jembatan Darurat ,yah minimal dari kayu atau dari Bambu untuk menyebrang warga antar anak nya ke Sekolah , warga dan orang tua siswa antar sekolah harus mutar ke jalan Interching tol lewat Perumnas ujar Maryani saat dikonfirmasi di depan Perum Harmoni Mas Kamis (12/2/2026)

Di tempat yang sama tokoh Masyarakat setempat H Kurnaen kepada wartawan mengatakan, memang benar Sasak Bodas yang lokasi di Desa Wadas ini sudah lama Ambruk dan akses jalan jadi terputus sama sekali tidak bisa lewat ,karena tidak ada jembatan sementara atau jembatan darurat, yah seharusnya pemerintah Desa atau dari Pemerintah Kabupaten peduli pada Masyarakat, sebelum ada perbaikan atau dibangun jembatan permanen, buatkan dulu jabatan sementara minimal dari bambu atau dari kayu untuk memudahkan warga menyebrang antar anak ke Sekolah ujar H Kurnaen saat dikonfirmasi di Lokasi Jembatan Ambruk.

Lanjut Kurnaen , padahal di ujung Sasak Bodas di Desa Wadas itu Sekolah SDIT ,bahkan ada tiga Sekolah ,Orang tua murid antar anak ke sekolah harus mutar lewat perumnas kadang terjebak macet di jalan raya jadi anak nya di sekolah selalu terlambat pungkas Kurnaen .

Mantri Sudarma
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done