KARAWANG BICARA

Sabtu, 09 Mei 2026

Warga Kelurahan Karawang Wetan Angkat Bicara, Viralnya Lurah Karawang Wetan Ajukan Proposal Diduga Minta Ke Warga Partisipasi Material Pembangunan Sarana Dan Prasarana

karawangbicara.id | Viralnya oknum lurah Karawang wetan kecamatan karawang timur kabupaten karawang Jawa Barat, diduga mengajukan proposal sumbangan partisipasi material pembangunan sarana dan prasarana.

Lucunya proposal itu diajukan kepada warga pengusaha UMKM di wilayah setempat lengkap dengan kop resmi kelurahan.

"Lucunya banget ini pemerintah enggak salah kelurahan minta sumbangan material pembangunan sarana dan prasaran." ucap warga kelurahan Karawang wetan yang tidak mau di publikasikan namanya.

Warga kelurahan Karawang wetan heran, kok bisa sekelas kantor kelurahan yang notabene instansi pemerintahan justru meminta ke warganya sendiri, padahal sekelas instansi kelurahan sudah ada anggaranya di dalam anggaran dana kelurahan ( Dakel ) kami sebagai warga kelurahan Karawang wetan sekelas pemerintahan kenapa jadi minta partisipasi  ke warganya.' Jumat ( 8/05/2026 ) ungkap" warga ke awak media.

Dalam proposal itu, sudah jelas bertuliskan nama kantor kelurahan, dan kami sebagai warga kelurahan Karawang wetan dengan Viralnya proposal kelurahan Karawang wetan kepada Pemkab Karawang melalui ( BKPSDM ) Karawang harus di berikan sanksi yang tegas terhadap oknum lurah." Tegas." warga kelurahan Karawang wetan. ( par )

Tim Prasarana Dishub Karawang Bergerak Cepat Perbaikan Lampu Lampion Disepanjang Jalan Tuparev

karawangbicara.id | Tim prasarana Dishub Karawang bergerak cepat lakukan perawatan dan perbaikan lampu lampion di jalan Tuparev di sepanjang persiapan rute kirab budaya Karawang.

Lampu lampion yang sudah tidak menyala kini sedang di perbaiki oleh tim teknis dinas perhubungan Karawang.

Dan lampu - lampu lampion yang tadinya tidak menyala sekarang sudah kembali menyinari jalan Tuparev.

Persiapan kirab yang rutenya di sepanjang jalan Tuparev kini tertata rapih dan lampu - lampu hias seperti lampu lampion kini terlihat indah.

Bahkan tim teknis dishub satu persatu sedang memperbaiki lampu lampion yang tidak menyala dan mulai sekarang sepanjang jalan Tuparev terlihat terang.

Salah satu warga di temui awak media Jumat ( 8/05/2026 ) saat di minta tanggapan mengenai lampu hias lampion yang sekarang di perbaiki mengatakan, kami sebagai warga Karawang sangat antusias melihat lampu lampion di jalan Tuparev menyala kembali dan kelihatan indah." ucap warga ke awak media. ( par )

Pemkab Karawang Lakukan Aksi Bersih - Bersih Wujudkan Karawang Asri

karawangbicara.id | Aksi Bersih - Bersih Lingkungan Jadi Ruang Kebersamaan, Sekda dan ASN Wujudkan Gerakan Indonesia Asri.

Menindaklanjuti Surat Bupati Karawang Nomor 600.4.1/732/DLH tertanggal 6 Mei 2026, Sekretaris Daerah Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., MP mengikuti sekaligus meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dipusatkan di sepanjang Jalan Jl. Arif Rahman Hakim (Area Stasiun KA Karawang) hingga Jl. Tuparev (Alun - Alun Karawang). 

Sekda bersama seluruh ASN Pemkab Karawang menyisir sampah di sepanjang jalan tersebut.

"Sesuai dengan petunjuk Pak Bupati, seluruh ASN yang sedang WFH ditarik dulu untuk mengikuti kegiatan bersih - bersih ini demi mewujudkan Karawang ASRI," tegas Sekda di sela - sela kegiatan. 

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga mengapresiasi kedisiplinan para pegawai perangkat daerah yang hadir membawa peralatan kebersihan secara mandiri. la menekankan bahwa gerakan ini harus peduli terhadap kelestarian lingkungan, selain lingkungan kerja dan lingkungan rumah. ( par )

Kamis, 07 Mei 2026

Bupati Karawang Berhasil Pulangkan 8 Warga Yang Terlantar Diwilayah Ogan Komering Ilir

karawangbicara.id | Atas doa dan hasil koordinasi lintas instansi, hari ini saya didampingi pak sekda menemui 8 warga Desa Dengklok Utara dan Dengklok Selatan yang sebelumnya terlantar di wilayah Ogan Komering llir Sumatera Selatan akibat tertipu iming - iming pekerjaan dengan upah tinggi. Kami bersyukur semuanya berhasil dipulangkan ke Karawang dalam keadaan sehat dan selamat. 

Proses penjemputan dilakukan langsung oleh Pemda Karawang dampingi Kepala Desa Rengasdengklok Utara sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keselamatan warganya. Perjalanan panjang dan penuh kekhawatiran akhirnya berujung haru saat para warga kembali berkumpul bersama keluarga tercinta. 

Tidak berhenti sampai di situ, sebagai langkah nyata agar kejadian serupa tidak terulang, kami juga telah menyiapkan solusi lanjutan dengan membantu mereka mendapatkan pekerjaan yang layak di Karawang. 

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja yang belum jelas kebenarannya. Pemerintah Daerah akan terus hadir untuk melindungi dan membantu masyarakat yang membutuhkan. ( par )

Korban Dugaan Penipuan Pekerja Asal Rengasdengklok Karawang Berhasil Dipulangkan

KARAWANG | Delapan pekerja asal Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, yang sebelumnya terlantar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, akhirnya berhasil dipulangkan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang, Kamis (7/5/2026).

Sebelumnya, para pekerja tersebut mengaku menjadi korban dugaan penipuan tenaga kerja setelah dijanjikan upah sebesar Rp420 ribu per hari untuk pekerjaan menebang tebu. Namun, selama bekerja di OKI, mereka hanya menerima bayaran sekitar Rp40 ribu hingga Rp60 ribu per hari.

Tidak hanya itu, para pekerja juga mengeluhkan tingginya biaya makan dan minum yang harus ditanggung sendiri hingga melebihi penghasilan yang diterima. Mereka pun menyebut kondisi tempat tinggal dan air untuk mandi maupun minum tidak layak.

Kesulitan para pekerja semakin bertambah saat mereka berniat pulang ke Karawang. Mereka mengaku dihalang-halangi dan diminta membayar uang tebusan sebesar Rp3 juta hingga Rp5 juta per orang.

Kondisi tersebut kemudian viral di media sosial setelah salah seorang pekerja mengunggah video permintaan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Karawang agar bisa dipulangkan.

Menanggapi hal itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh langsung menginstruksikan Sekretaris Daerah dan jajaran pemerintah daerah untuk membantu proses pemulangan para pekerja.

Pada Kamis (7/5/2026), kedelapan pekerja tersebut akhirnya tiba kembali di Karawang dalam kondisi selamat setelah difasilitasi oleh pemerintah daerah.

Sebagai tindak lanjut, para pekerja itu juga ditawari pekerjaan di perusahaan Pertiwi Lestari agar dapat kembali bekerja di daerah sendiri. Pemerintah berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik dan para pekerja dapat menjaga kepercayaan yang diberikan.

Diketahui, kedelapan warga tersebut telah bekerja selama 16 hari di Kabupaten Ogan Komering Ilir sebelum akhirnya dipulangkan.(Jri) 

Kunci Masih Masih Tergantung Pemilik Berteriak : Pencuri Motor Tertangkap Basah Warga

Gambar Ilustrasi

KARAWANG – Aksi nekat dilakukan oleh seorang pria berinisial DH (38) yang mencoba menggasak sebuah sepeda motor di samping Toko Golden Star, Kampung Bakanjati, Desa Cikampek Timur, Kabupaten Karawang. Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan langsung oleh pemilik motor pada Senin (04/05/2026) siang sekitar pukul 14.30 WIB.

​Kapolres Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas, Ipda Cep Wildan mengatakan, peristiwa bermula saat korban, Budi Ansyah, tengah sibuk melayani pembeli di toko alat listrik miliknya. Sepeda motor jenis Honda Beat warna merah milik korban terparkir di samping toko dalam kondisi kunci masih menggantung di lubang kunci.

​Melihat ada kesempatan, tersangka DH (38) Warga Desa Dawuan Barat, Kecamatan Cikampek segera melancarkan aksinya dengan cara mendorong motor tersebut menjauh dari lokasi.

​"Korban menyadari motornya sedang didorong oleh pelaku menuju arah pencucian motor yang berjarak sekitar 100 meter. Korban langsung berteriak dan mengejar pelaku," ungkap Kapolres memalui Kasi Humas.

​Sebelum sempat menyalakan mesin motor, pelaku berhasil diamankan oleh korban bersama warga sekitar sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Cikampek untuk menghindari aksi main hakim sendiri.

​"Dari tangan tersangka, menyita barang bukti sepeda motor Honda Beat berwarna merah. Dokumen asli BPKB kendaraan tersebut," jelas Kapolres melalui Kasi Humas.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di Polsek Cikampek, tersangka mengaku melakukan pencurian secara spontan. Niat jahat tersebut muncul saat ia melihat kunci motor korban masih menempel, sehingga ia merasa ada kesempatan untuk membawa kabur kendaraan tersebut.

​Meskipun terdapat rekaman CCTV di lokasi kejadian, wajah pelaku tidak terekam secara jelas. Namun, saksi mata dan penangkapan di lokasi (tangkap tangan) menjadi bukti kuat bagi kepolisian.

"Kami telah melakukan olah tempak kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi dan korban. Tersangka kini mendekam di sel tahanan Polsek Cikampek dan dijerat dengan Pasal 476 KUHPidana sesuai dengan Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana," katanya.

Kapolres melalui Kasi Humas mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lalai mencabut kunci kendaraan saat parkir, meski hanya ditinggal dalam waktu singkat.(Jri)






Nace Menilai : ' Kirab Budaya Dikarawang Bukan Asal Megah Dan meriah Saja Tapi Makna Sejarahnya Mengena '

 

Nace Permana (Budayawan)

KARAWANG – Budayawan Sunda Nace Permana menyoroti rute pelaksanaan Kirab Budaya dalam rangka Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Karawang yang akan digelar pada Sabtu (9/5/2026) malam.

Nace menilai rute kirab budaya yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut tidak sesuai dengan jejak sejarah Prabu Siliwangi di Karawang.

Kirab Mahkota Binokasih dijadwalkan dimulai dari Horizon University Indonesia di Jalan Pangkal Perjuangan, Kecamatan Karawang Barat, dan berakhir di Kantor Bupati Karawang.

“Saya pikir ini sangat ngacolah kalau menurut saya. Lokasi rute di Horizon itu tidak memiliki catatan sejarah awal permulaan keberadaan Eyang Prabu,” ujar Nace kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).

Ketua Paguyuban Seniman Jawa Barat itu menyayangkan kirab tidak dimulai dari kawasan Masjid Agung Syekh Quro Karawang yang dinilai memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Prabu Siliwangi dan Subang Larang.

Menurutnya, kegiatan yang mengusung tema Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran “Binokasih Mulang Salaka” seharusnya menempatkan nilai sejarah sebagai bagian utama dari rangkaian acara.

“Masjid Agung itu memiliki sejarah yang luar biasa. Ketika Eyang Prabu dinikahkan dengan Ibu Subang Larang oleh Syekh Rotul Ain, itu di Masjid Agung Karawang,” katanya.

Nace menilai, apabila Pemprov Jawa Barat ingin benar-benar melestarikan budaya Sunda dan mengangkat sejarah Prabu Siliwangi, maka pelaksanaan kirab harus memiliki pijakan sejarah yang jelas.

“Jadi bukan asal megah dan meriah saja. Nilai pemaknaan sejarahnya juga harus mengena,” ucapnya.

Dia menjelaskan, dalam catatan sejarah, Prabu Siliwangi disebut pernah singgah di Karawang untuk menemui Syekh Quro pada abad ke-14. Awalnya, kedatangan Prabu Siliwangi disebut untuk membubarkan pengajian Syekh Quro, namun kemudian justru bertemu Subang Larang dan akhirnya meminangnya.

“Persinggahan Eyang Prabu di Karawang itu adanya di Masjid Agung. Itu yang sangat disayangkan tidak dijadikan titik awal kirab,” ujarnya.

Diketahui, kirab budaya dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.30 WIB hingga 21.00 WIB. Acara diawali pembacaan sajak budayawan Sunda, dilanjutkan sambutan Gubernur Jawa Barat sebelum rombongan kirab diberangkatkan.

Mahkota Binokasih nantinya akan dibawa menggunakan kereta kencana dan diiringi pasukan berkuda. Kirab juga akan dimeriahkan berbagai kesenian khas Karawang serta penampilan seni dari 26 kabupaten/kota di Jawa Barat.(Jri)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done