KARAWANG BICARA

Minggu, 01 Maret 2026

Kunjungan Silahturahmi Ketua DPP PADI Jawa Tengah Ke DPN PADI

Ketua DPP Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI) Jawa Tengah, Indah Rustanti NH, S.Pd, MM, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PADI pada Sabtu, 28 Februari 2025. Kunjungan ini disambut oleh Sekjen PADI, Dr. Drs. Sayid Fadhil SH, M.Hum, Bendahara Umum Ulfa Nur, Wakil Presiden PADI Ibu Yuli Yuliana, serta Dewan Pembina PADI Ramadhan Djamil.

Dalam kunjungan tersebut, Indah Rustanti menyatakan bahwa DPP PADI Jawa Tengah telah membentuk seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di wilayah Jawa Tengah dan siap menjadikan Jawa Tengah sebagai lumbung PADI.

"Saya dan jajaran sudah membentuk seluruh DPD yang ada di wilayah Jawa Tengah dan siap menjadikan Jawa Tengah sebagai lumbung PADI," ujarnya.

Sekjen PADI, Sayid Fadhil, menyampaikan rasa bangganya atas kinerja Srikandi PADI Jawa Tengah yang berhasil membentuk seluruh DPD di wilayah Jawa Tengah.

"Saya sangat bangga munculnya Srikandi yang bisa membentuk seluruh Dewan Pimpinan Daerah atau DPD 100 persen, khususnya di Jawa Tengah yang kita ketahui Jawa Tengah daerah yang luas dan basisnya partai partai besar," katanya.

Dewan Pembina PADI, Ramadhan Djamil, mengucapkan selamat kepada Indah Rustanti dan jajarannya, serta menekankan pentingnya mendengar arahan Presiden PADI, Mayjend Purn Burlian Sjafei, untuk mencapai target PADI menjadi peserta Pemilu 2029.

"Selamat dan tugas kita sebagai pengurus dari tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota serta kecamatan di seluruh Indonesia harus kompak dan selalu mendengar arahan Presiden PADI dengan target untuk meloloskan PADI menjadi peserta Pemilu 2029," ujarnya.

Mantri Sudarma

Temu Kangen Teman Lama, Pererat Kebersamaan Sambil Makan Nyantai di Jalan Tuparev‎‎

‎Karawang – Suasana hangat dan penuh keakraban terasa dalam acara re'uni temu kangen teman semasa sekolah yang digelar di kawasan Jalan Tuparev, Karawang, pada Minggu malam (1/3/2026). Kegiatan yang dikemas santai sambil makan bersama ini menjadi momentum mempererat kembali tali silaturahmi yang sempat terpisah oleh waktu dan kesibukan masing-masing.
‎Dengan penuh canda dan tawa, sesama teman saling berbagi cerita tentang perjalanan hidup, keluarga, hingga pengalaman kerja. Momen tersebut tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan yang telah terjalin sejak lama terjalin. 
‎Dalam kesempatan itu, Fiter menyampaikan bahwa kegiatan temu kangen ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan wujud nyata menjaga kebersamaan dan solidaritas antar teman lama.
‎“Melalui acara seperti ini, kita ingin menjaga kebersamaan yang sudah terjalin sejak dulu. Jangan sampai silaturahmi terputus hanya karena kesibukan masing-masing,” ujar Fiter.
‎Sementara itu, Gepeng menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap pertemuan seperti ini dapat rutin dilaksanakan agar hubungan persahabatan tetap terjaga.
‎“Ini momen yang sangat positif. Selain melepas rindu, kita juga bisa saling mendukung satu sama lain. Semoga ke depan acara seperti ini bisa terus berlanjut,” ungkap Gepeng.
‎Acara berlangsung dalam suasana santai dan canda ria penuh kehangatan hingga malam hari, ditutup dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kenangan yang kembali terukir.
‎Penulis
‎Karnata,Renal

Giat Patroli Ramadan, Kecamatan Karawang Barat Perkuat Sinergitas dan Jaga Kondusivitas Wilayah‎

Karawang – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama Bulan Suci Ramadan, jajaran Kecamatan Karawang Barat menggelar kegiatan patroli gabungan pada Minggu (1/3/2026).
‎Kegiatan patroli tersebut dipimpin langsung oleh Camat Karawang Barat, Agus Somantri, dan melibatkan unsur Karang Taruna, Bhabinkamtibmas, aparatur Kelurahan Nagasari, Linmas, serta para Ketua RW setempat.
‎Patroli dilakukan menyusuri sejumlah titik rawan di wilayah Kecamatan Karawang Barat, khususnya di Kelurahan Nagasari, guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan ibadah puasa.
‎Camat Karawang Barat, Agus Somantri, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menciptakan suasana Ramadan yang nyaman bagi masyarakat.
‎“Momentum Ramadan adalah waktu yang penuh berkah. Kita ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang, tanpa gangguan kamtibmas. Sinergitas antara pemerintah kecamatan, aparat keamanan, dan elemen masyarakat menjadi kunci utama,” ujarnya.
‎Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif Karang Taruna, Linmas, serta para Ketua RW yang turut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan masing-masing.
‎Sementara itu, perwakilan Karang Taruna menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus mendukung setiap program pemerintah, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci.
‎Patroli gabungan ini tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antara aparat dan masyarakat, sekaligus memberikan imbauan kepada warga agar tetap menjaga ketertiban, menghindari kegiatan yang berpotensi mengganggu ketenangan ibadah, serta meningkatkan kewaspadaan lingkungan.
‎Dengan adanya kegiatan patroli rutin selama Ramadan, diharapkan wilayah Kecamatan Karawang Barat tetap aman, tertib, dan kondusif hingga akhir bulan suci.
‎Karnata, Renal

Brits Hotel Karawang Kembali Hadirkan Wedding Expo Terbesar, 69 Vendor Ramaikan Karawang Wedding Hub 2026

KARAWANG – Setelah mencatat antusiasme tinggi pada penyelenggaraan sebelumnya, Brits Hotel Karawang kembali menggelar Karawang Wedding Hub Expo 2026. Pameran pernikahan terbesar di Karawang ini berlangsung selama tiga hari, mulai 27 Februari hingga 1 Maret 2026, dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya masuk.

Ajang tahunan ini menjadi ruang temu antara calon pengantin dan puluhan vendor jasa pernikahan dalam satu lokasi terpadu. Sebanyak 69 vendor lokal ambil bagian, menghadirkan beragam layanan mulai dari wedding organizer, dekorasi, make up artist (MUA), master of ceremony (MC), fotografer, videografer, hingga hiburan dan katering.

Penyelenggara kegiatan, Alif P, menyampaikan bahwa expo tahun ini merupakan kali keempat digelar sejak pertama kali dilaksanakan pada Februari 2025. Ia menegaskan, konsep yang diusung tetap mengedepankan kemudahan akses bagi masyarakat.

“Karawang Wedding Hub Expo terbuka untuk masyarakat luas. Tahun ini diikuti 69 vendor asal Karawang. Kami ingin memudahkan calon pengantin mendapatkan seluruh kebutuhan pernikahan dalam satu tempat, lengkap dengan layanan konsultasi gratis,” ujar Alif.

Dalam pelaksanaannya, pengunjung tidak hanya dapat melihat display booth vendor, tetapi juga menyaksikan langsung berbagai rangkaian acara menarik. Panitia menghadirkan wedding gallery dengan konsep dekorasi terkini, sesi konsultasi video pernikahan, hingga demo live make up pengantin sebagai referensi gaya rias modern maupun tradisional.

Tak hanya itu, expo turut dimeriahkan talkshow dan sharing session bersama para wedding expert yang membagikan tips perencanaan pernikahan, manajemen anggaran, hingga tren konsep pernikahan 2026. Fashion show busana pengantin serta pertunjukan musik live semakin menambah semarak suasana pameran.

Kolaborasi juga terjalin dengan komunitas fotografi Karawang yang menyediakan layanan foto langsung di lokasi, sehingga pengunjung dapat merasakan pengalaman simulasi sesi prewedding maupun dokumentasi acara.

Ke depan, kegiatan ini direncanakan semakin berkembang melalui kolaborasi bersama Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) dan Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (ASPEDI). Keduanya berencana menghadirkan proyek dekorasi kolaboratif serta kembali menggelar expo serupa pada akhir tahun 2026.

Respons masyarakat terhadap kegiatan ini terbilang positif. Sejak hari pertama, stan-stan vendor terlihat ramai dikunjungi calon pengantin yang berkonsultasi terkait paket wedding, konsep dekorasi, hingga promo khusus selama expo berlangsung.

Salah satu vendor peserta, Lucky Fauzi, mengaku kembali ambil bagian untuk kedua kalinya. Ia menilai, kehadiran berbagai vendor dalam satu lokasi sangat membantu calon klien menentukan kebutuhan secara menyeluruh dan efisien.

“Semua vendor menyatu di sini, mulai dari WO, MC, dekorasi, make up hingga katering. Klien bisa langsung konsultasi gratis dan melihat demo make up sebagai gambaran konsep pernikahan mereka,” ungkapnya. Ia juga menyebut pada hari kedua pelaksanaan, pihaknya telah mendapatkan pemesanan jasa wedding planner hasil kolaborasi dengan pihak hotel.

Sementara itu, Executive Assistant Manager Brits Hotel Karawang, Dinto, menegaskan bahwa pihak hotel berperan sebagai fasilitator penyedia venue. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah kompetisi sehat antar pelaku usaha sekaligus memperkuat ekosistem industri pernikahan di Karawang.

“Brits Hotel menyediakan tempat dan mendukung penuh kegiatan ini. Seluruh pelaksanaan dikelola oleh vendor. Harapannya, industri wedding di Karawang semakin solid, profesional, dan mampu bersaing,” jelasnya.

Melalui Karawang Wedding Hub Expo 2026, Brits Hotel Karawang bersama para pelaku industri pernikahan optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam merencanakan momen sakral pernikahan secara lebih praktis dan terintegrasi.


Ferimaulana

Pererat Silaturahmi di Bulan Suci, Kelurahan Karangpawitan Gelar Tarawih Keliling (Tarling) di Lingkungan Bambu Duri

KARAWANG – Dalam rangka mengisi keberkahan bulan suci Ramadhan serta memperkuat sinergitas antara aparatur pemerintahan dengan masyarakat, Kelurahan Karangpawitan melaksanakan kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) yang bertempat di lingkungan RT 002/022, Bambu Duri, Kelurahan Karangpawitan, Karawang.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Lurah Karangpawitan, Yadi Cahyadi, bersama jajaran pimpinan tingkat kecamatan dan kelurahan, unsur TNI/Polri, serta tokoh masyarakat setempat. Turut hadir dalam rombongan antara lain perwakilan dari MP (Manajemen Pemerintahan) Kecamatan, Babinsa, Babinkamtibmas, serta Ketua RW 022.

Menyerap Aspirasi Melalui Ibadah

Lurah Karangpawitan, Yadi Cahyadi, menyampaikan bahwa kegiatan Tarling ini bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan sarana efektif bagi pemerintah kelurahan untuk turun langsung (saba lembur) melihat kondisi warganya secara riil.

"Kegiatan Tarling ini adalah momentum bagi kami untuk menjemput bola. Kami ingin memastikan bahwa komunikasi antara warga dan kelurahan tetap berjalan dua arah. Di sela-sela ibadah, kami bisa berdialog santai, mendengar keluhan, serta menyerap aspirasi warga di lingkungan Bambu Duri ini," ujar Yadi Cahyadi seusai pelaksanaan salat tarawih.



Beliau juga menambahkan bahwa kehadiran pilar Kamtibmas seperti Babinsa dan Babinkamtibmas dalam kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat selama menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.

Sinergitas Tiga Pilar dan Keamanan Lingkungan

Lurah Yadi Cahyadi menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah, terutama dari potensi gangguan keamanan seperti aksi tawuran atau pencurian selama jam ibadah. Sinergitas antara aparat dan Ketua RW 022 menjadi kunci utama dalam menjaga ketertiban di lingkungan Karangpawitan.

"Kami mengapresiasi kekompakan warga RW 022 Bambu Duri. Dengan hadirnya Babinsa dan Babinkamtibmas di tengah-tengah kita, diharapkan pesan-pesan terkait keamanan lingkungan dan ketertiban masyarakat dapat tersampaikan dengan lebih personal dan efektif," tambahnya.

Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Lurah Yadi Cahyadi mengajak seluruh warga Karangpawitan untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan menjaga kebersihan lingkungan, terutama di musim yang tidak menentu seperti saat ini.

"Mari kita jaga kekhusyukan Ramadhan ini dengan saling menghargai dan tetap menjaga kebersamaan. Kelurahan Karangpawitan akan selalu hadir untuk melayani dan memastikan kenyamanan seluruh warga," pungkasnya.

Kegiatan Tarling ini rencananya akan terus dilakukan secara bergilir di berbagai titik RW di wilayah Kelurahan Karangpawitan sebagai bentuk komitmen pelayanan publik yang religius dan humanis.


Ferimaulana

Penemuan Jenazah Wanita Tanpa Identitas di Pos Ronda Karawang Kulon

KARAWANG – Warga Kelurahan Karawang Kulon mendadak gempar dengan penemuan sesosok jenazah wanita tanpa identitas di sebuah pos ronda yang terletak di Jalan Bunut Kertayasa, Kecamatan Karawang Barat, Sabtu (28/2/2026) sore.
Jenazah ditemukan pertama kali oleh warga sekitar sekitar pukul 14.00 WIB dalam posisi tergeletak di dalam pos. Kejadian ini segera dilaporkan ke Polres Karawang untuk penanganan lebih lanjut.

Kronologi Penemuan
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, laporan warga diterima pada pukul 14.00 WIB.

Personel Pamapta 1 Polres Karawang segera dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) agar tidak dipadati oleh warga yang penasaran.

Ipda Cep Wildan mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Unit Inafis Satreskrim Polres Karawang dan Unit Reskrim Polsek Karawang untuk melakukan pemeriksaan awal secara intensif.

"Kami segera menindaklanjuti informasi warga. Tim Inafis sudah melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti-bukti petunjuk di sekitar lokasi penemuan," ujar Ipda Cep Wildan saat memberikan keterangan resmi.

Hasil Pemeriksaan Sementara
Dari hasil olah TKP dan identifikasi awal, polisi mengungkap beberapa fakta sebagai berikut:
 
Identitas korban tidak ditemukan dokumen kependudukan (KTP) maupun barang pribadi yang merujuk pada identitas korban.

Kondisi Fisik Secara kasat mata, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau luka akibat benda tajam maupun tumpul pada tubuh korban.

Keterangan Dua orang saksi, Ajat Sudrajat (54) dan Ahmad Sumanto (48), menyatakan bahwa wanita tersebut bukan warga lingkungan setempat. Korban terlihat sempat beristirahat di pos ronda sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa.

Langkah Penyelidikan Lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian, polisi mengevakuasi jenazah ke RSUD Karawang. Tim medis akan melakukan visum guna melihat apakah ada faktor internal medis atau penyebab lain yang memicu kematian korban secara mendadak.

Polres Karawang saat ini tengah fokus untuk mengungkap jati diri korban melalui pencocokan sidik jari dan data kependudukan elektronik.
Imbauan kepada Masyarakat
Pihak kepolisian meminta bantuan masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri seorang wanita (perkiraan usia masih dalam pendalaman) untuk segera melapor.

"Kami mengimbau masyarakat yang memiliki informasi atau merasa kehilangan kerabat untuk datang ke RSUD Karawang atau menghubungi kantor kepolisian terdekat agar identitas korban dapat segera terungkap dan diserahkan kepada keluarga," tutup Ipda Cep Wildan.


Ferimaulana

Sabtu, 28 Februari 2026

Staf Humas UNSIKA Sampaikan Permintaan Maaf, Rektorat Tegaskan Komitmen Jaga Hubungan Baik dengan Insan Pers

Karawang – Pihak Rektorat Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan salah satu stafnya yang sempat menimbulkan polemik dengan insan pers.
‎Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Unsika, Dr. H. Amirudin, Drs., M.Pd.I., bersama staf Humas Unsika, Nurhali, pada Jumat siang (27/2/2026).
‎Pernyataan itu disampaikan di hadapan jajaran Unsika, aparat dari Polsek Telukjambe Timur dan Polres Karawang, serta perwakilan tim Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO) Indonesia.
‎Dalam keterangannya, Amirudin yang mewakili Rektor Unsika menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang melibatkan salah satu stafnya.
‎“Kami dari pihak Rektorat Unsika menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi. Hal ini tentu menjadi perhatian kami dan tidak seharusnya terjadi,” ujar Amirudin.
‎Ia menegaskan bahwa pihak kampus telah mengambil langkah internal dengan memberikan teguran kepada staf yang bersangkutan.
‎“Saya sudah memberikan teguran keras kepada staf kami. Ke depan kami pastikan hal seperti ini tidak akan terulang kembali,” tegasnya.
‎Sementara itu, staf Humas Unsika, Nurhali, juga menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada insan pers, khususnya kepada wartawan Nina Melani Paradewi dari media Onediginews.
‎“Saya memohon maaf atas kekeliruan terhadap kawan-kawan media. Sesungguhnya saya tidak bermaksud untuk menyakiti,” ujar Nurhali.
‎Ia mengakui bahwa pernyataan yang sempat menuai sorotan tersebut terjadi karena luapan emosi sesaat di lapangan sehingga menimbulkan nada bicara yang keras.
‎“Itu sekadar karena luapan emosi saya. Sekali lagi saya minta maaf kepada rekan-rekan media, khususnya kepada saudari Nina Melani Paradewi, apabila kata-kata saya menyinggung perasaan,” katanya.
‎Nurhali juga mengakui adanya nada yang tidak semestinya disampaikan kepada wartawan.
‎“Saya minta maaf kepada media karena ada nada-nada keras. Dengan ini saya betul-betul mohon maaf atas kekhilapan saya,” tuturnya.
‎Menanggapi hal tersebut, Ketua IWO Indonesia DPD Karawang, Syuhada Wisastra, menyatakan pihaknya menghargai sikap Rektorat Unsika yang telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
‎Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari penyelesaian persoalan secara baik antara pihak kampus dan insan pers.
‎“Kami mengapresiasi adanya permintaan maaf dari pihak Rektorat Unsika. Ini menjadi langkah yang baik agar persoalan tidak berlarut dan hubungan dengan insan pers tetap berjalan dengan baik,” kata Syuhada.
‎Ia menegaskan bahwa IWO Indonesia hadir untuk membela dan memperjuangkan profesi wartawan tanpa memandang media ataupun organisasi tempat wartawan tersebut bernaung.
‎“Bagi kami yang dibela adalah profesinya. Wartawan harus dihormati dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, tanpa melihat dia berasal dari media mana atau organisasi mana,” ujarnya.
‎Syuhada juga menegaskan bahwa langkah yang dilakukan IWO Indonesia murni sebagai bentuk solidaritas terhadap profesi wartawan, tanpa adanya kepentingan lain.
‎“Kami membela profesi wartawan tanpa pamrih. IWO Indonesia tidak menerima kompensasi apa pun dan tidak menuntut apa pun dari pihak Unsika. Yang kami perjuangkan hanya marwah dan kehormatan profesi wartawan,” tegasnya.
‎Ia menambahkan, solidaritas antarinsan pers menjadi hal penting untuk menjaga marwah profesi jurnalistik.
‎“Ketika ada wartawan yang mendapat perlakuan tidak semestinya saat menjalankan tugas, maka kami merasa perlu hadir untuk memberikan dukungan dan pembelaan terhadap profesi,” pungkasnya.
‎Dengan adanya permintaan maaf tersebut, diharapkan persoalan yang sempat terjadi dapat diselesaikan secara baik serta menjadi pelajaran bagi semua pihak dalam menjaga komunikasi yang saling menghormati antara institusi dan insan pers.
‎Karnata, Renal
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done