KARAWANG BICARA

Selasa, 27 Oktober 2026

Polresta Karawang Memfasilitasi Mediasi Sepakat Damai

KARAWANG — Polresta Karawang memfasilitasi mediasi antara perwakilan warga Dusun Cijalu, Desa Cikampek Timur, warga Gang Kopti, Desa Cikampek Selatan, dan warga Desa Dawuan Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Senin (26/10/2026). Mediasi tersebut dilakukan menyusul serangkaian keributan yang melibatkan sejumlah pemuda dari ketiga wilayah tersebut dan berhasil menghasilkan kesepakatan damai.

Kegiatan mediasi berlangsung di Aula Markas Komando (Mako) Polsek Cikampek mulai pukul 13.00 WIB. Proses penyelesaian masalah melibatkan unsur Polresta Karawang, Polsek Cikampek, pemerintah kecamatan, serta TNI sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.

Mediasi dipimpin dengan melibatkan Kabag Ops Polresta Karawang Kompol Asep Rahman, S.A.P., M.M., bersama Kapolsek Cikampek Kompol Aji Setiaji, S.Sos., M.M., Kasat Reskrim Polresta Karawang Kompol Ali Jufri, Camat Cikampek Adi Firmansyah, S.H., M.M., Danramil 0406 Cikampek Kapten Inf. Encep Sumarna, serta unsur kepolisian lainnya.

Berawal dari Keributan Seusai Pertunjukan Musik

Berdasarkan laporan yang diterima, permasalahan bermula pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, setelah kegiatan pertunjukan musik reggae di wilayah Desa Cinangka, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta.

Perselisihan kemudian terjadi antara sejumlah pemuda dari Dusun Cijalu, Desa Cikampek Timur, dan pemuda dari Gang Kopti, Desa Cikampek Selatan, di area parkir Pasar Pemda. Dalam rangkaian kejadian tersebut, terdapat warga yang mengalami luka dan diketahui berasal dari Desa Dawuan Barat.

Pada Minggu (25/10/2026), aparat Desa Cikampek Timur telah mengupayakan musyawarah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, pertemuan itu belum menghasilkan kesepakatan sehingga penyelesaian dilanjutkan melalui mediasi di Polsek Cikampek.

Situasi kembali memanas pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, ketika terjadi keributan yang melibatkan warga Desa Dawuan Barat dan warga Dusun Cijalu, Desa Cikampek Timur. Aparat pemerintah setempat bersama personel TNI dan Polri kemudian turun tangan untuk melerai situasi dan mencegah konflik meluas.

Setelah keadaan terkendali, para perwakilan pihak yang terlibat dipertemukan dalam forum mediasi yang difasilitasi Polresta Karawang bersama unsur Muspika Kecamatan Cikampek.

Tiga Pihak Sepakat Berdamai

Dalam mediasi tersebut, perwakilan warga dari ketiga wilayah sepakat menyelesaikan persoalan melalui musyawarah. Para pihak saling menyampaikan permintaan maaf, menerima permintaan maaf, serta menyatakan kesediaan untuk mengakhiri perselisihan.

Sebagai bagian dari kesepakatan, perwakilan warga Desa Cikampek Timur menyanggupi penggantian biaya pengobatan sebesar Rp2 juta kepada pihak korban dari Desa Dawuan Barat, yang dijadwalkan dibayarkan pada Selasa (27/10/2026).

Selain itu, disepakati pula penggantian biaya pengobatan sebesar Rp1 juta kepada pihak korban dari Gang Kopti, Desa Cikampek Selatan, yang dijadwalkan dibayarkan pada Rabu (28/10/2026).

Seluruh pihak juga berkomitmen tidak mengulangi tindakan yang dapat memicu konflik, tidak melakukan penyerangan satu sama lain, serta mengimbau masyarakat di lingkungan masing-masing agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Dalam forum tersebut, para perwakilan pihak menyatakan persoalan telah diselesaikan secara damai dan menyampaikan keinginan untuk tidak melanjutkan perselisihan ke jalur hukum. Pernyataan tersebut merupakan kesepakatan para pihak dan tidak dengan sendirinya menghapus proses hukum apabila terdapat ketentuan yang mewajibkan penanganan lebih lanjut.

Polisi Tetap Lakukan Pemantauan

Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui jajaran Polresta Karawang menegaskan pentingnya penyelesaian konflik secara bijak, mengedepankan komunikasi, serta melibatkan unsur pemerintah dan aparat keamanan guna mencegah terjadinya bentrokan susulan.

Pendekatan mediasi diharapkan mampu memulihkan hubungan antarwarga, menjaga persaudaraan, dan mencegah persoalan yang melibatkan individu berkembang menjadi konflik antarkelompok masyarakat.

Usai mediasi, personel gabungan tetap melakukan pemantauan dan penjagaan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Cikampek tetap aman dan kondusif.

Polresta Karawang mengimbau seluruh masyarakat agar menahan diri, tidak melakukan aksi balasan, serta menyerahkan penyelesaian setiap persoalan kepada mekanisme yang tepat. Apabila terdapat informasi yang berpotensi memicu gangguan keamanan, masyarakat diminta melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

Polresta Karawang berkomitmen menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif melalui langkah preventif, komunikasi yang efektif, dan sinergi bersama masyarakat.

Senin, 26 Oktober 2026

SMPN 1 KARAWANG BARAT IKUTI KEGIATAN LTUB, PERKUAT DISIPLIN DAN JIWA KEPEMIMPINAN SISWA

KARAWANG BARAT — SMP Negeri 1 Karawang Barat mengikuti kegiatan Lomba Tata Upacara Bendera (LTUB) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang pada Jumat, 23 Oktober 2026, bertempat di SMP Negeri 1 Karawang Barat.

Keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen sekolah dalam mendukung pembinaan karakter peserta didik, khususnya dalam menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, jiwa kepemimpinan, serta semangat nasionalisme melalui pelaksanaan upacara bendera.

Dalam kegiatan tersebut, Rangga Valentino Arwijaya, siswa kelas VIII-I, dipercaya menjalankan tugas sebagai Pemimpin Upacara. Peran tersebut menuntut kesiapan, ketegasan, konsentrasi, serta kemampuan memimpin jalannya upacara sesuai dengan tata upacara yang telah ditetapkan.

Rangga mengungkapkan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan diri dan belajar menjalankan tanggung jawab.

“Bagi saya, menjadi Pemimpin Upacara dalam kegiatan LTUB merupakan pengalaman yang sangat berharga. Saya belajar untuk lebih disiplin, percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu memimpin teman-teman dengan baik. Saya juga berterima kasih kepada para guru dan teman-teman yang telah membimbing serta mendukung kami selama persiapan,” ujar Rangga.

Ketua Panitia, Saripah Purnamasari, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan LTUB bukan semata-mata tentang pelaksanaan upacara, melainkan juga menjadi sarana pembelajaran untuk membentuk karakter peserta didik melalui latihan yang terarah dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan LTUB, kami ingin menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, ketelitian, dan cinta tanah air kepada peserta didik. Persiapan kegiatan ini membutuhkan kerja sama, latihan yang konsisten, serta komitmen dari seluruh pihak yang terlibat. Kami berharap pengalaman ini memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter siswa,” ungkap Saripah.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Karawang Barat, N. Devi Deliani, S.Pd., mengapresiasi semangat para siswa, guru pembimbing, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan LTUB.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, pengembangan potensi, dan penanaman nilai-nilai kebangsaan.

“Kami mendukung penuh kegiatan yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, melatih kedisiplinan, dan membangun karakter positif. Melalui LTUB, siswa belajar tentang kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, dan penghormatan terhadap simbol negara. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mereka untuk tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan berintegritas,” tutur N. Devi Deliani.

Kegiatan LTUB yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan peserta didik melalui kegiatan pendidikan yang terstruktur, edukatif, dan berorientasi pada penguatan karakter.

Bagi SMP Negeri 1 Karawang Barat, keikutsertaan dalam LTUB merupakan bagian dari upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang mampu melahirkan generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.

Melalui semangat Jujur, Unggul, Asri, Religius dan Aktif (JUARA), SMP Negeri 1 Karawang Barat terus berkomitmen membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga kuat dalam karakter dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.  
Wendi/bob

Jumat, 23 Oktober 2026

Berlangsung Khidmat, Masyarakat Larut Dalam Acara Karawang Bersholawat

karawang | Berlangsung Khidmat, Masyarakat Larut Dalam Acara Karawang Bersholawat 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Karawang menggelar "Karawang Bersholawat" di halaman Masjid Agung Karawang, Rabu (21/10/2026) malam. 

Kegiatan keagamaan yang menghadirkan ulama kharismatik Habib Luthfi bin Ali bin Yahya ini digelar dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2026. 

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memadati lokasi acara sejak siang dan sore hari. Menurutnya, gelaran ini merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk mengharapkan keberkahan bagi Kabupaten Karawang. 

"Alhamdulillah malam hari ini kita berada di majelis di halaman Masjid Agung untuk mencari keberkahan. Saya sebagai bupati menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karawang dalam menyongsong Hari Santri yang akan kita selenggarakan esok hari," ujar Bupati. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep juga mengapresiasi jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang atas pendataan lembaga pendidikan keagamaan di wilayahnya. 

Bupati menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 540 pondok pesantren di Kabupaten Karawang yang seluruhnya telah terverifikasi secara resmi. 

Sebagai puncak peringatan Hari Santri Nasional pada Kamis (22/10/2026), Pemkab Karawang dijadwalkan menggelar upacara resmi. Selain upacara, Bupati Aep juga mengeluarkan instruksi khusus kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Karawang. 

"Saya menginstruksikan seluruh Kepala OPD besok untuk melaksanakan khotmil Qur'an di setiap OPD masing-masing. Ini merupakan salah satu ikhtiar kita untuk mendekatkan diri dan memohon perlindungan kepada Allah SWT," tegasnya. 

Lebih lanjut, memasuki tahun kedua kepemimpinannya bersama Wakil Bupati H. Maslani, Bupati memohon doa restu dari para ulama dan masyarakat agar program pembangunan daerah dapat terus berjalan optimal. la menilai potensi besar Karawang sebagai kota industri sekaligus lumbung padi nasional harus diimbangi dengan nilai-nilai religiusitas agar membawa kesejahteraan bagi warga. (par)

Hari Santri Nasional 2026, Bupati Karawang: Santri Menjadi Benteng Moral dan Agen Perubahan

karawang | Hari Santri Nasional 2026, Bupati Karawang: Santri Menjadi Benteng Moral dan Agen Perubahan 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menggelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di Plaza Pemda Kabupaten Karawang pada Kamis, (22/10/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh dalam sambutannya menegaskan bahwa para santri di wilayahnya siap menjadi pilar kokoh penyangga bangsa serta agen perubahan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. 

la menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh ulama, pimpinan pondok pesantren, dan para santri atas peran strategis mereka sejak era perjuangan kemerdekaan hingga era modern saat ini. 

Menurutnya, santri kini mampu berdiri sebagai jembatan yang menghubungkan nilai-nilai spiritual tradisional dengan kebutuhan zaman modern, termasuk memiliki keterampilan digital serta literasi inovatif. 

"Kita pastikan, di balik gemuruh investasi dan derasnya laju modernisasi di Karawang, para santri tetap menjadi benteng moral dan agen perubahan melalui pembinaan yang konsisten di pondok pesantren," ujarnya. 

la merinci, berdasarkan data Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang, saat ini terdapat 632 pesantren dengan total 31.568 santri yang tersebar di 30 kecamatan. Potensi besar ini mendasari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perhatian nyata kepada dunia pesantren. 

Sebagai bentuk dukungan konkret, laniut dia, Pemkab Karawang telah menghadirkan berbagai program, di antaranya penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) tingkat kecamatan untuk menjaring bakat santri, pemberian 'kadeudeuh' bagi santri berprestasi, serta alokasi beasiswa Karawang Cerdas (Kacer) bagi santri dan tahfiz Quran. 

Selain itu, pemerintah daerah secara rutin mengalokasikan dana insentif bagi guru ngaji dan marbot masjid di wilayah Kabupaten Karawang. "Dari pesantren untuk bangsa, dari Karawang untuk peradaban Indonesia," ungkapnya. (par)

Senin, 19 Oktober 2026

Permata Bank Adakan Program Edukasi Keuangan Bertajuk Permata Cerita Di SMPN 1 Karawang Barat

Karawang | ​​Dari Uang Jajan hingga Transaksi Digital, Permata CERITA 2026 Bekali Remaja dengan Kecakapan Finansial
​Meliibatkan lebih dari 500 Employee Volunteers, Permata CERITA 2026 hadir di 24 kota untuk membekali siswa SMP dengan kemampuan mengambil keputusan finansial sejak dini  ​Karawang, 16 Oktober 2026 – Memutuskan untuk membeli sesuatu atau menyimpan uang jajan mungkin terlihat sederhana. 

Namun, bagi remaja yang mulai belajar mengelola uang secara mandiri, keputusan sehari-hari tersebut merupakan langkah awal dalam membangun kebiasaan finansial yang bijak. Seiring semakin dekatnya generasi muda dengan layanan dan transaksi digital, kemampuan mengelola uang perlu berjalan bersama dengan kemampuan menggunakan layanan digital secara bijak dan aman.  

​Berangkat dari hal tersebut, Permata Bank kembali menghadirkan Permata CERITA (Cinta dan Edukasi daRI kiTA) 2026, program tanggung jawab sosial di bawah naungan Permata Hati yang tahun ini berfokus pada siswa tingkat SMP dan dilaksanakan di 24 kota di Indonesia. Mengusung tema "24 Tahun, 24 Kota, 1 CERITA", program ini menjadi bagian dari perayaan ulang tahun Permata Bank ke-24. Pelaksanaannya melibatkan lebih dari 500 Employee Volunteers (EVO) Permata Bank, yang mendampingi siswa melalui pembelajaran yang praktis, interaktif, dan dekat dengan keseharian mereka.  

​Pentingnya pembelajaran tersebut turut tercermin dalam hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Kelompok usia 15–17 tahun mencatat indeks literasi keuangan sebesar 56,04%. Kondisi ini menunjukkan pentingnya memperkuat pemahaman keuangan sejak dini agar generasi muda memiliki bekal yang memadai dalam mengelola uang dan mengambil keputusan finansial.  

​Risiko dalam bertransaksi digital juga menjadi perhatian. Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima 702.342 laporan penipuan sepanjang 22 November 2024 hingga 30 September 2026, atau lebih dari 1.000 laporan per hari. Kerugian masyarakat yang dilaporkan mencapai Rp9,1 triliun, sementara dana korban yang berhasil diblokir mencapai Rp811,1 miliar per September 2026. Kondisi tersebut memperkuat pentingnya membekali generasi muda dengan kemampuan mengenali risiko, menjaga informasi pribadi, serta memahami langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi aktivitas digital yang mencurigakan.  

​Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, mengatakan, “Selama 24 tahun, Permata Bank terus bertumbuh bersama masyarakat dan menyaksikan bagaimana kebutuhan serta cara masyarakat mengelola keuangan terus berkembang. Di tengah pesatnya transformasi digital, kami percaya bahwa literasi keuangan merupakan bekal penting yang perlu ditanamkan sejak dini, agar generasi muda tidak hanya cakap menggunakan layanan keuangan, tetapi juga bijak dalam mengambil keputusan. 

Melalui Permata CERITA, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, menyenangkan dan relevan bagi generasi muda. Kami berharap setiap kebiasaan kecil yang dibangun hari ini dapat menjadi fondasi bagi mereka untuk tumbuh menjadi generasi yang mandiri, bertanggung jawab dan percaya diri dalam merencanakan masa depan finansialnya.”  

​Kegiatan Permata CERITA 2026 di SMP Negeri 1 Karawang Barat dihadiri oleh Mujur Tandi, Chief of Operations Permata Bank, sebagai perwakilan Manajemen Permata Bank, dan disambut baik oleh Devi Deliani, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Karawang Barat.  

​Belajar Mengambil Keputusan, Dimulai dari Uang Jajan ​Untuk mendekatkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, Permata CERITA menghadirkan MODUL finansIAL (MODAL) dengan materi smart spending. Melalui sesi interaktif bersama EVO, siswa berlatih mengenali kebutuhan dan keinginan, mempertimbangkan pilihan, menentukan prioritas, menunda keinginan, serta menyisihkan uang untuk ditabung. 

Siswa juga diperkenalkan pada penggunaan pembayaran digital seperti QRIS dan transfer online secara bijak sebagai bagian dari perjalanan belajar mengelola keuangan.  
​Pendekatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan Permata CERITA pada 2026 dengan pembelajaran yang lebih praktis dan interaktif. 

Siswa tidak hanya diajak memahami konsep keuangan, tetapi juga bermain, berlatih, dan mengambil keputusan melalui situasi yang dekat dengan kehidupan mereka. Dengan demikian, pembelajaran diharapkan dapat membantu siswa menerapkan pengetahuan finansial menjadi kebiasaan yang dapat diterapkan dalam keseharian.  

​Belajar Bertransaksi, Belajar Waspada
​Selain pengelolaan uang, Permata CERITA 2026 membekali siswa dengan pemahaman mengenai keamanan transaksi digital. Kemudahan menggunakan layanan keuangan melalui perangkat digital perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap berbagai risiko, termasuk penipuan daring dan aktivitas digital yang berisiko.  

​Melalui pembelajaran yang interaktif, siswa diperkenalkan pada metode 3A: Amati, Awasi, dan Adukan, serta pentingnya menjaga kerahasiaan informasi pribadi, termasuk PIN dan kode OTP. Siswa juga diajak mengenali tanda-tanda yang mencurigakan dan memahami langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi risiko, termasuk meminta bantuan orang tua atau guru jika menemukan aktivitas digital yang tidak wajar.  

​Pembelajaran ini menekankan bahwa kecakapan digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan mengenali risiko dan mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi diri.  

​Dari Cinta dan Edukasi, untuk Bekal Masa Depan ​Keterlibatan lebih dari 500 EVO dalam Permata CERITA 2026 turut mencerminkan peran karyawan Permata Bank dalam mendukung edukasi keuangan bagi generasi muda. 

Para relawan tidak hanya menyampaikan materi, tetapi mendampingi siswa melalui permainan, simulasi, dan latihan mengambil keputusan agar proses pembelajaran terasa lebih dekat dan interaktif.  

​Sebagai bagian dari program Permata Hati, Permata CERITA merupakan wujud komitmen Permata Bank dalam mendukung edukasi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui literasi keuangan. Sejak 2016 hingga 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 50.000 penerima manfaat di berbagai kota tempat Permata Bank beroperasi. 

Melalui Permata CERITA 2026, Permata Bank melanjutkan upaya tersebut dengan pendekatan yang semakin relevan dengan kebutuhan generasi muda, termasuk dalam menghadapi perkembangan layanan keuangan digital.  

​Permata CERITA 2026 juga mendukung upaya peningkatan edukasi literasi dan inklusi keuangan nasional, termasuk melalui PeKA (Peduli, Kenali, dan Adukan) dari Bank Indonesia dalam memperkuat perlindungan konsumen, serta Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan momentum Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  

​Melalui pelaksanaan di 24 kota, Permata Bank berharap edukasi yang dimulai dari keputusan sederhana, seperti mengelola uang jajan, dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk lebih cermat mengambil keputusan, lebih bijak menggunakan layanan keuangan digital, dan lebih siap menghadapi kebutuhan finansial di masa depan. (par)

Minggu, 18 Oktober 2026

Membanggakan! Siswi SMPN 1 Karawang Barat Raih Juara 1 Yosilat Championship 4

KARAWANG — Almira Fairuz Ansori, siswi kelas VII-J SMP Negeri 1 Karawang Barat, berhasil meraih juara pertama kategori Tunggal Senjata Putri Praremaja dalam ajang Yosilat Championship 4 Tahun 2026 yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Resinda Park Mall, Karawang. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus menunjukkan potensi peserta didik dalam bidang olahraga bela diri.
Kejuaraan tersebut menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan, kedisiplinan, dan kesiapan mental dalam berkompetisi. Bagi Almira, pencapaian ini merupakan hasil dari proses latihan serta dukungan orang-orang di sekitarnya, termasuk orang tua, pelatih, dan pihak sekolah.

Almira mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diraihnya. Ia menilai kejuaraan tersebut sebagai pengalaman berharga yang semakin memotivasinya untuk meningkatkan kemampuan dan mengikuti kompetisi berikutnya.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih juara pertama dalam Yosilat Championship 4 Tahun 2026. Prestasi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya dan menambah semangat untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, serta mengikuti kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” ungkap Almira.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua, pelatih, dan pihak sekolah atas dukungan serta motivasi yang diberikan selama proses persiapan hingga pertandingan. Almira berharap pengalamannya dapat menginspirasi teman-temannya untuk berani mengembangkan potensi diri dan mengikuti kompetisi sesuai dengan minat serta bakat masing-masing.

Wali Kelas VII-J, Dedi Noor Iskandar, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas pencapaian Almira. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hal positif yang dapat mendorong peserta didik untuk terus mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kepercayaan diri.

“Kami bangga atas prestasi yang diraih Almira Fairuz Ansori. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Almira untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga kedisiplinan, dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” ungkap Dedi Noor Iskandar, S.Pd.I.

Ia berharap Almira dapat mempertahankan semangat berlatih sekaligus menjaga keseimbangan antara kegiatan olahraga dan kewajiban belajar. Ia juga mengajak seluruh peserta didik untuk mengembangkan kemampuan, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik, sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.

Pelatih Almira, Dea Rachman Pamungkas, S.Pd., turut mengapresiasi kerja keras atlet binaannya. Menurutnya, pencapaian dalam olahraga membutuhkan latihan yang konsisten, kedisiplinan, kesiapan mental, serta kesungguhan dalam mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas pencapaian Almira yang berhasil meraih juara pertama dalam kategori Tunggal Senjata Putri Praremaja. Prestasi ini menjadi hasil positif dari proses latihan dan kerja keras yang telah dijalani. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” ungkap Dea Rachman Pamungkas, S.Pd.

Ia berpesan agar Almira tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan teknik, ketepatan gerakan, konsentrasi, serta mental bertanding. Ia juga berharap keberhasilan ini dapat mendorong generasi muda untuk menekuni kegiatan olahraga yang positif, membangun kedisiplinan, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Kepala SMP Negeri 1 Karawang Barat, N. Devi Deliani, S.Pd., turut menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang diraih Almira. Ia menilai pengembangan potensi peserta didik merupakan bagian penting dari proses pendidikan, baik melalui pembelajaran di kelas maupun kegiatan nonakademik.

“Selamat kepada Almira Fairuz Ansori atas prestasi yang telah diraih. Kami mengapresiasi semangat, kerja keras, dan dedikasinya dalam mengembangkan kemampuan di bidang olahraga bela diri. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berusaha dan meraih prestasi sesuai dengan minat serta bakat masing-masing,” ungkap N. Devi Deliani, S.Pd.

Menurutnya, kegiatan positif seperti olahraga dapat membantu peserta didik mengembangkan keterampilan sekaligus membangun karakter disiplin, tanggung jawab, percaya diri, dan sportivitas. Oleh karena itu, dukungan dari keluarga, pelatih, dan sekolah diperlukan agar potensi siswa dapat berkembang secara optimal.

Keberhasilan Almira dalam Yosilat Championship 4 Tahun 2026 menjadi contoh bahwa pengembangan minat dan bakat, disertai latihan yang konsisten serta dukungan lingkungan, dapat membuka peluang bagi peserta didik untuk meraih hasil terbaik.

SMP Negeri 1 Karawang Barat berharap pencapaian ini dapat menginspirasi siswa lainnya untuk terus belajar, berlatih, menjaga kedisiplinan, dan berani mengikuti berbagai kompetisi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu membawa nama baik keluarga maupun sekolah.

SMP Negeri 1 Karawang Barat — Jujur, Unggul, Asri, Religius dan Aktif (JUARA).    Wedi/Bob

Sabtu, 17 Oktober 2026

Pelaksanaan kegiatan penyelesaian pekerjaan pematangan lahan terkendala pelaksanaan pekerjaan TPT IPLT Jalupang

karawangbicara | Penyelesaian pekerjaan pematangan lahan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terkendala pelaksanaan turap penahan tanah dari pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) pasalnya, pelaksanaan pekerjaan untuk pematangan menunggu pekerjaan tpt selesai dikerjakan. 
     
Seharusnya pelaksanaan pekerjaan untuk IPLT , TPT nya dahulu yang dikerjakan, jadi tidak mengganggu atau menghambat pekerjaan yang lain, agar tahapan pekerjaan secara bertahap selesai dikerjakan pasalnya, kegiatan pekerjaan itu dari beberapa intansi. 
     
Pihak pengusaha atau pelaksana kegiatan pematangan lahan berinisial Dn kepada karawangbicara.com, Rabu (14/10) mengatakan, seharusnya pekerjaan untuk pematangan lahan harusnya sudah selesai dikerjakan, namun terkendala dengan tpt yang sedang dalam pelaksanaan pekerjaan, jadi kalau pekerjaan tpt selesai pekerjaan untuk pematangan lahan baru bisa dilaksanakan lagi, prosesnya cukup lama karena menunggu pekerjaan orang lain, untuk itu diharapkan kerjasamanya dari pihak pelaksana yang mengerjakan tpt untuk dipercepat, jelasnya. Tata
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done