KARAWANG BICARA

Jumat, 10 April 2026

Badan Amil Zakat (BAZNAS) Karawang Hadirkan Servis & Ganti Oli Gratis,untuk Warga dan Petugas Kebersihan‎

KARAWANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karawang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan nyata kepada masyarakat melalui program sosial. Kali ini, BAZNAS Karawang menghadirkan layanan servis kendaraan dan ganti oli gratis. 
‎Kegiatan tersebut digelar di kantor BAZNAS Karawang pada jumat (10/4/2026), dengan menyasar petugas UPTD di bidang kebersihan lingkungan serta masyarakat umum yang sebelumnya telah melakukan pendaftaran.
‎Program ini disambut antusias oleh para peserta. Selain membantu meringankan beban biaya perawatan kendaraan, kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi kepada para petugas kebersihan yang selama ini berperan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan.
‎Salah satu penerima manfaat, Sartini, warga Perumahan Gading Elok II, Karawang, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.
‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Karawang yang telah mengadakan servis gratis ini. Kegiatan ini sangat membantu kami. Harapannya, program sosial seperti ini bisa terus dilaksanakan ke depannya,” ujarnya.
‎Kepala BAZNAS Karawang, H. Asep, menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
‎“BAZNAS Karawang berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan menghadirkan pelayanan yang nyata dan dirasakan manfaatnya, khususnya bagi para pekerja dan masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
‎Ia menambahkan, program servis gratis merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang difokuskan pada sektor produktif dan pemberdayaan masyarakat.
‎Melalui kegiatan ini, BAZNAS Karawang berharap dapat memperluas jangkauan manfaat zakat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pelayanan publik dan pekerja lapangan di karawang. 
‎Penulis, 
‎Karnata, Renal

BRI Kanca Karawang Bersama YBM BRILiaN Hadirkan Kebahagiaan Lewat Berbagi Paket Sembako dan Santunan Anak Yatim

Karawang  I -BRI Cabang Karawang  bersama Yayasan Baitul Maal BRILiaN (  YBM BRI LiaN )  kembali menunjukkan komitmennya dalam kegiatan sosial dengan menyalurkan bingkisan paket sembako kepada para pekerja dasar BRI Cabang Karawang ,santunan anak yatim serta warga masyarakat sekitar .

 Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian BRI terhadap lingkungan sekitar sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat.

Penyaluran bingkisan dilaksanakan secara langsung oleh jajaran BRI Cabang Karawang  bersama  YBM BRILiaN kepada para penerima manfaat di kantor Cabang BRI Karawang

Bingkisan paket sembako dan santunan anak yatim  diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari serta membawa kebahagiaan bagi masyarakat.

Pimpinan BRI Kanca Karawang Yuliyanto  menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BRI untuk terus hadir suport  dan memberikan kemanfaatan  bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan perbankan saja akan  tetapi juga melalui program sosial kemasyarakatan. “Melalui YBM BRILiaN, kami ingin berbagi kebahagiaan dibulan Maret  dan dapat sedikit  meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat serta mempererat tali silaturahmi antara BRI dan masyarakat,” ujar Yuliyanto

Kepala Cabang BRI Karawang  juga menambahkan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan hasil dari penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah para pekerja BRI yang disalurkan kembali kepada masyarakat melalui YBM BRILiaN secara tepat sasaran.

Para penerima bantuan menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan rasa syukur serta terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BRI Cabang Karawang , paket  bingkisan sembako ini diharapkan dapat memberikan semangat serta meringankan kebutuhan keluarga.

Melalui kegiatan ini, YBM BRILiaN dan BRI Kanca Karawang  berharap dapat terus menumbuhkan nilai-nilai kepedulian sosial, memperkuat kebersamaan, serta memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah Karawang dan  sekitarnya 


Ferimaulana

Musrenbang Karawang 2026: Kinerja Positif 2025 Jadi Modal, Infrastruktur dan Pemerataan Jadi Fokus RKPD 2027

Karawang — Pemerintah Kabupaten Karawang terus memperkuat arah pembangunan daerah melalui forum strategis Musyawarah Rencana Pembangunan Kabupaten Karawang 2026 yang digelar pada Kamis (9/4/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah Kabupaten Karawang ini menjadi langkah penting dalam merumuskan kebijakan prioritas untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Forum Musrenbang tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, DPRD, akademisi, dunia usaha, hingga perwakilan masyarakat. Seluruh peserta terlibat aktif dalam menyampaikan aspirasi dan masukan guna memastikan pembangunan Karawang ke depan semakin terarah, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam pemaparan yang disampaikan, terungkap bahwa kinerja pembangunan Kabupaten Karawang sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang cukup menggembirakan. Sejumlah indikator makro ekonomi dan sosial mencatatkan capaian positif yang menjadi modal penting bagi pembangunan di tahun-tahun berikutnya.

Pertumbuhan ekonomi Karawang tercatat sebesar 5,06 persen, mencerminkan geliat aktivitas ekonomi yang terus bergerak di tengah berbagai tantangan global. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan menjadi 74,59, yang menunjukkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, maupun daya beli.

Tak hanya itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kabupaten Karawang berhasil menembus angka Rp130,65 juta, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal ini menandakan adanya peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat serta kontribusi sektor industri dan jasa yang semakin kuat.

Kontribusi Kabupaten Karawang terhadap PDRB Provinsi Jawa Barat juga tergolong signifikan, yakni mencapai 11,10 persen. Angka ini menegaskan posisi strategis Karawang sebagai salah satu motor penggerak perekonomian di wilayah Jawa Barat, terutama dengan keberadaan kawasan industri yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Dari sisi kesejahteraan masyarakat, pemerintah daerah juga mencatat kemajuan yang cukup berarti. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 7,08 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 7,99 persen. Selain itu, ketimpangan pendapatan menunjukkan tren perbaikan, dengan rasio gini berada di angka 0,36.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Karawang tidak menutup mata terhadap sejumlah tantangan yang masih dihadapi. Salah satu isu yang menjadi perhatian serius adalah pengendalian emisi gas rumah kaca yang masih berada di atas target. Selain itu, prevalensi stunting juga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani secara komprehensif dan terintegrasi.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, dalam sambutannya menegaskan bahwa capaian positif yang telah diraih tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Ia menekankan pentingnya kerja keras dan kolaborasi lintas sektor untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan yang ada.

“Berbagai indikator pembangunan menunjukkan hasil yang baik. Namun, kita tidak boleh berpuas diri. Masih ada tantangan yang harus dijawab bersama, seperti peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, hingga percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta sektor swasta dalam mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan. Ia berharap seluruh program yang dirancang dalam RKPD 2027 benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata.

Sementara itu, Kepala Bapperida Karawang, Ridwan Salam, menjelaskan bahwa tema Musrenbang tahun ini mengusung fokus pada “Penyediaan Infrastruktur dan Konektivitas Wilayah yang Berkualitas, Merata, dan Terintegrasi.”

Menurutnya, tema tersebut dipilih sebagai upaya strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan antarwilayah di Kabupaten Karawang.

“Infrastruktur dan konektivitas menjadi kunci dalam membuka akses ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, serta memperkuat integrasi antarwilayah. Dengan perencanaan yang matang, kami optimistis pembangunan Karawang ke depan akan semakin merata dan berkelanjutan,” jelasnya.

Melalui forum Musrenbang ini, diharapkan seluruh usulan program dan kegiatan yang dihimpun dapat diselaraskan dengan prioritas pembangunan nasional maupun provinsi, sehingga menghasilkan perencanaan yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Karawang pun menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan, tidak hanya dari sisi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Karawang diharapkan mampu menjadi daerah yang semakin maju, berdaya saing, serta memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.

Ferimaulana

Akal Bulus Pengoplos Gas di Karawang, Modus Es Batu dan Segel Palsu

Karawang,-Suasana sunyi di Perumahan Graha Asri 3, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang mendadak pecah saat tim buser Polres Karawang menyergap sebuah ruko, Selasa (7/4/2026) dini hari.

Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah menceritakan, di balik pintu ruko yang tertutup rapat itu, terungkap sebuah praktik lancung yang tak hanya menguras kantong negara, tapi juga mengancam nyawa warga sekitar.

Sekitar pukul 00.30 WIB, polisi memergoki RRH (32) tengah sibuk dengan tumpukan tabung gas. Pria ini bukan agen resmi, melainkan 'arsitek' di balik praktik penyuntikan gas subsidi yang telah meresahkan masyarakat Karawang akibat kelangkaan gas melon di pasaran.

"Bermula dadi laporan warga yang melihat aktivitas mencurigakan di sebuah ruko, kami berhasil menggerebek pria berisial RRH (32) yang merupakan seorang pengoplos gas bersubsidi," kata Fiki kepada awak media, Kamis (9/4/2026).

RRH kedapatan tengah menyuntik gas bersubsidi 3 kilogram kedalam tabung gas nonsubsidi 5 kilogram, dengan peralatan modifikasi sederhana yang berbahaya bagi warga sekitar.

"Berdasarkan pendalaman pemeriksaan, tersangka RRH diketahui telah menjalankan bisnis gelap ini selama kurang lebih delapan bulan. Modusnya tergolong rapi namun sangat berisiko. Ia memborong tabung gas LPG 3 kg dari warung-warung kecil seharga Rp19.000, lalu menyuntikan isinya ke dalam tabung 12 kg dan 5,5 kg," kata dia.

Untuk mengakali tekanan gas agar berpindah cepat, RRH menggunakan pipa besi modifikasi yang dibantu dengan suhu dingin dari es batu. Tak berhenti di situ, demi mengelabui konsumen, ia memasang segel palsu yang dibelinya secara daring agar tabung oplosan itu tampak seperti produk asli Pertamina.

"Pelaku mengakui melakukan penyuntikan saat ada pesanan saja. Ironisnya, ia tidak melakukan penimbangan berat untuk memastikan isi tabung 12 kg tersebut sesuai standar, sehingga sangat merugikan konsumen, bahkan menyuntikan gas hanya dengan besi pipa modifikasi dengan pendingin es batu yang tentu sangat berbahaya sekaligus merugikan konsumen," ungkapnya.

Di lokasi kejadian, polisi menyita sebanyak 18 tabung gas 3 kg, 18 tabung gas 12 kg, dan 7 tabung gas 5,5 kg hasil oplosan berjajar di lantai ruko. Selain itu, 24 pipa besi modifikasi, ratusan segel palsu, serta satu unit becak motor (cator) roda tiga.

Aksi nekat RRH ini bukan sekadar kecurangan dagang biasa. Secara akumulatif, tindakan ilegal yang dilakukan sebanyak 65 kali selama beroperasi ini telah menciptakan lubang besar pada kas negara.

"Pelaku mengakui telah melakukan penyuntikan gas bersubsidi tersebut sebanyak 65 kali, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp164.125.000," ucap Fiki.

Kini, RRH harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Ia dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang telah diperbarui dalam Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perpu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda fantastis Rp 60 miliar.

"Pelaku kami sangkakan pasal 55 Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman kurungan penjara selama 6 tahun. Kami juga masih terus melakukan pengembangan kasus, termasuk melakukan koordinasi dengan instansi terkait serta melengkapi administrasi berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan," pungkasnya


Ferimaulana

Kamis, 09 April 2026

17 Koperasi Desa di Karawang Terima Truk Operasional, Dorong Percepatan Ekonomi Desa

KARAWANG – Kabar menggembirakan datang bagi penguatan ekonomi desa di Kabupaten Karawang. Sebanyak 17 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kini resmi memiliki armada truk operasional sebagai sarana penunjang distribusi hasil usaha masyarakat.

Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Karawang, Kodim 0604/Karawang, serta dukungan dari sektor swasta. Kehadiran armada ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengatasi berbagai kendala distribusi yang selama ini dihadapi koperasi desa, sekaligus mempercepat perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Serah terima bantuan dilaksanakan di Ruang Data Makodim 0604/Karawang pada Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Naryanto, Asisten Daerah II Kabupaten Karawang H. Arifin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Muhamad Syaefulloh, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Eka Sanatha, serta perwakilan dari PT Hino Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, para pemangku kepentingan menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi desa. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan dunia usaha menjadi bukti nyata bahwa pembangunan desa kini dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Sebanyak 17 desa penerima bantuan tersebar di berbagai kecamatan di Karawang, meliputi Desa Balonggandu (Jatisari), Curug, Karanganyar, dan Gintungkerta (Klari), Margasari (Karawang Timur), Cilewo dan Cariumulya (Telagasari), Ciptasari (Pangkalan), Sukamerta dan Pasirawi (Rawamerta), Banyuasih dan Cicinde Selatan (Banyusari), Karangjaya (Pedes), Sukakerta (Cilamaya Wetan), Pasirtanjung dan Lemahmukti (Lemahabang), serta Walahar (Klari).

Dengan adanya armada truk operasional ini, koperasi desa diharapkan tidak lagi mengalami kendala dalam mengangkut hasil pertanian, produk UMKM, maupun komoditas unggulan lainnya. Selain mempercepat distribusi, bantuan ini juga diyakini mampu menekan biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam pengembangan usaha desa.

Lebih jauh, program ini membuka peluang lebih luas bagi produk-produk lokal untuk menembus pasar yang lebih besar, baik di tingkat regional maupun nasional. Pemerintah berharap, ke depan koperasi desa mampu menjadi motor penggerak ekonomi mandiri yang kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Ferimaulana

Kick Off Penanganan Stunting, Fokus pada Ibu Hamil dan 1000 Hari Pertama Kehidupan di Karawang

Karawang – Kamis 09/04/2026 Upaya percepatan penurunan angka stunting terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan kick off program penanganan stunting yang menitikberatkan pada intervensi terhadap ibu hamil serta pemenuhan gizi pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna menekan angka stunting di wilayah Karawang. Program tersebut tidak hanya berfokus pada penanganan kasus yang sudah ada, tetapi juga menitikberatkan pada pencegahan sejak dini.

Dalam keterangannya, narasumber menyampaikan bahwa salah satu strategi utama yang dilakukan adalah pemberian bantuan pangan lokal kepada ibu hamil. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan asupan gizi, sehingga dapat mencegah risiko stunting pada anak sejak dalam kandungan.

“Program ini merupakan bagian dari upaya konkret dalam penanganan dan penurunan stunting. Salah satu fokusnya adalah pemberian bantuan pangan lokal bagi ibu hamil,” ujarnya.

Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada periode krusial yaitu 1000 Hari Pertama Kehidupan, yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada fase ini, pemenuhan gizi yang optimal sangat menentukan tumbuh kembang anak di masa depan.

Melalui program ini, pemerintah daerah bersama stakeholder terkait berupaya memastikan bahwa intervensi yang dilakukan tepat sasaran. Edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu hamil dan keluarga, juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.

Diharapkan, dengan adanya kegiatan kick off ini, penanganan stunting di Karawang dapat berjalan lebih terarah, sistematis, dan berkelanjutan hingga tahun 2026 mendatang.

Program ini sekaligus menjadi bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta menciptakan generasi yang lebih sehat dan unggul di masa depan.


Ferimaulana

Lapas Kelas II Karawang Gelar Aksi Bersih Fasilitas Umum, Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62‎

KARAWANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Karawang menggelar kegiatan bersih-bersih fasilitas umum dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026, Kamis (9/4/2026).
‎Kegiatan tersebut melibatkan warga binaan pemasyarakatan, masyarakat sekitar, serta Tim Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang. Aksi sosial ini menjadi wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya mempererat sinergi antara Lapas dengan masyarakat.
‎Kepala Lapas Karawang, Christo Viktor Nixon Tioar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
‎“Melalui kegiatan bersih-bersih ini, kami ingin menanamkan nilai kepedulian dan tanggung jawab sosial kepada warga binaan, sekaligus menunjukkan bahwa mereka juga dapat berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
‎Ia menambahkan, momentum ini juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi warga binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat dengan sikap yang lebih baik.
‎Sementara itu, Ketua Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang, Candra Caniago, SH, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi langkah Lapas Karawang yang melibatkan berbagai elemen dalam aksi sosial ini.
‎“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena selain menjaga kebersihan lingkungan, juga memperkuat kolaborasi antara Lapas, Karang Taruna, dan masyarakat. Ini menjadi contoh positif bahwa kebersamaan dapat membawa manfaat besar,” ungkapnya.
‎Kegiatan bersih-bersih ini difokuskan pada sejumlah fasilitas umum dan area lingkungan sekitar, dengan harapan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.
‎Melalui peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 ini, Lapas Kelas II Karawang menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi aktif dalam kegiatan sosial serta membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.
‎Karnata, Renal
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done