KARAWANG BICARA

Kamis, 07 Mei 2026

Bupati Karawang Berhasil Pulangkan 8 Warga Yang Terlantar Diwilayah Ogan Komering Ilir

karawangbicara.id | Atas doa dan hasil koordinasi lintas instansi, hari ini saya didampingi pak sekda menemui 8 warga Desa Dengklok Utara dan Dengklok Selatan yang sebelumnya terlantar di wilayah Ogan Komering llir Sumatera Selatan akibat tertipu iming - iming pekerjaan dengan upah tinggi. Kami bersyukur semuanya berhasil dipulangkan ke Karawang dalam keadaan sehat dan selamat. 

Proses penjemputan dilakukan langsung oleh Pemda Karawang dampingi Kepala Desa Rengasdengklok Utara sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keselamatan warganya. Perjalanan panjang dan penuh kekhawatiran akhirnya berujung haru saat para warga kembali berkumpul bersama keluarga tercinta. 

Tidak berhenti sampai di situ, sebagai langkah nyata agar kejadian serupa tidak terulang, kami juga telah menyiapkan solusi lanjutan dengan membantu mereka mendapatkan pekerjaan yang layak di Karawang. 

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja yang belum jelas kebenarannya. Pemerintah Daerah akan terus hadir untuk melindungi dan membantu masyarakat yang membutuhkan. ( par )

Korban Dugaan Penipuan Pekerja Asal Rengasdengklok Karawang Berhasil Dipulangkan

KARAWANG | Delapan pekerja asal Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, yang sebelumnya terlantar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, akhirnya berhasil dipulangkan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang, Kamis (7/5/2026).

Sebelumnya, para pekerja tersebut mengaku menjadi korban dugaan penipuan tenaga kerja setelah dijanjikan upah sebesar Rp420 ribu per hari untuk pekerjaan menebang tebu. Namun, selama bekerja di OKI, mereka hanya menerima bayaran sekitar Rp40 ribu hingga Rp60 ribu per hari.

Tidak hanya itu, para pekerja juga mengeluhkan tingginya biaya makan dan minum yang harus ditanggung sendiri hingga melebihi penghasilan yang diterima. Mereka pun menyebut kondisi tempat tinggal dan air untuk mandi maupun minum tidak layak.

Kesulitan para pekerja semakin bertambah saat mereka berniat pulang ke Karawang. Mereka mengaku dihalang-halangi dan diminta membayar uang tebusan sebesar Rp3 juta hingga Rp5 juta per orang.

Kondisi tersebut kemudian viral di media sosial setelah salah seorang pekerja mengunggah video permintaan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Karawang agar bisa dipulangkan.

Menanggapi hal itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh langsung menginstruksikan Sekretaris Daerah dan jajaran pemerintah daerah untuk membantu proses pemulangan para pekerja.

Pada Kamis (7/5/2026), kedelapan pekerja tersebut akhirnya tiba kembali di Karawang dalam kondisi selamat setelah difasilitasi oleh pemerintah daerah.

Sebagai tindak lanjut, para pekerja itu juga ditawari pekerjaan di perusahaan Pertiwi Lestari agar dapat kembali bekerja di daerah sendiri. Pemerintah berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik dan para pekerja dapat menjaga kepercayaan yang diberikan.

Diketahui, kedelapan warga tersebut telah bekerja selama 16 hari di Kabupaten Ogan Komering Ilir sebelum akhirnya dipulangkan.(Jri) 

Kunci Masih Masih Tergantung Pemilik Berteriak : Pencuri Motor Tertangkap Basah Warga

Gambar Ilustrasi

KARAWANG – Aksi nekat dilakukan oleh seorang pria berinisial DH (38) yang mencoba menggasak sebuah sepeda motor di samping Toko Golden Star, Kampung Bakanjati, Desa Cikampek Timur, Kabupaten Karawang. Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan langsung oleh pemilik motor pada Senin (04/05/2026) siang sekitar pukul 14.30 WIB.

​Kapolres Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas, Ipda Cep Wildan mengatakan, peristiwa bermula saat korban, Budi Ansyah, tengah sibuk melayani pembeli di toko alat listrik miliknya. Sepeda motor jenis Honda Beat warna merah milik korban terparkir di samping toko dalam kondisi kunci masih menggantung di lubang kunci.

​Melihat ada kesempatan, tersangka DH (38) Warga Desa Dawuan Barat, Kecamatan Cikampek segera melancarkan aksinya dengan cara mendorong motor tersebut menjauh dari lokasi.

​"Korban menyadari motornya sedang didorong oleh pelaku menuju arah pencucian motor yang berjarak sekitar 100 meter. Korban langsung berteriak dan mengejar pelaku," ungkap Kapolres memalui Kasi Humas.

​Sebelum sempat menyalakan mesin motor, pelaku berhasil diamankan oleh korban bersama warga sekitar sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Cikampek untuk menghindari aksi main hakim sendiri.

​"Dari tangan tersangka, menyita barang bukti sepeda motor Honda Beat berwarna merah. Dokumen asli BPKB kendaraan tersebut," jelas Kapolres melalui Kasi Humas.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di Polsek Cikampek, tersangka mengaku melakukan pencurian secara spontan. Niat jahat tersebut muncul saat ia melihat kunci motor korban masih menempel, sehingga ia merasa ada kesempatan untuk membawa kabur kendaraan tersebut.

​Meskipun terdapat rekaman CCTV di lokasi kejadian, wajah pelaku tidak terekam secara jelas. Namun, saksi mata dan penangkapan di lokasi (tangkap tangan) menjadi bukti kuat bagi kepolisian.

"Kami telah melakukan olah tempak kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi dan korban. Tersangka kini mendekam di sel tahanan Polsek Cikampek dan dijerat dengan Pasal 476 KUHPidana sesuai dengan Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana," katanya.

Kapolres melalui Kasi Humas mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lalai mencabut kunci kendaraan saat parkir, meski hanya ditinggal dalam waktu singkat.(Jri)






Nace Menilai : ' Kirab Budaya Dikarawang Bukan Asal Megah Dan meriah Saja Tapi Makna Sejarahnya Mengena '

 

Nace Permana (Budayawan)

KARAWANG – Budayawan Sunda Nace Permana menyoroti rute pelaksanaan Kirab Budaya dalam rangka Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Karawang yang akan digelar pada Sabtu (9/5/2026) malam.

Nace menilai rute kirab budaya yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut tidak sesuai dengan jejak sejarah Prabu Siliwangi di Karawang.

Kirab Mahkota Binokasih dijadwalkan dimulai dari Horizon University Indonesia di Jalan Pangkal Perjuangan, Kecamatan Karawang Barat, dan berakhir di Kantor Bupati Karawang.

“Saya pikir ini sangat ngacolah kalau menurut saya. Lokasi rute di Horizon itu tidak memiliki catatan sejarah awal permulaan keberadaan Eyang Prabu,” ujar Nace kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).

Ketua Paguyuban Seniman Jawa Barat itu menyayangkan kirab tidak dimulai dari kawasan Masjid Agung Syekh Quro Karawang yang dinilai memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Prabu Siliwangi dan Subang Larang.

Menurutnya, kegiatan yang mengusung tema Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran “Binokasih Mulang Salaka” seharusnya menempatkan nilai sejarah sebagai bagian utama dari rangkaian acara.

“Masjid Agung itu memiliki sejarah yang luar biasa. Ketika Eyang Prabu dinikahkan dengan Ibu Subang Larang oleh Syekh Rotul Ain, itu di Masjid Agung Karawang,” katanya.

Nace menilai, apabila Pemprov Jawa Barat ingin benar-benar melestarikan budaya Sunda dan mengangkat sejarah Prabu Siliwangi, maka pelaksanaan kirab harus memiliki pijakan sejarah yang jelas.

“Jadi bukan asal megah dan meriah saja. Nilai pemaknaan sejarahnya juga harus mengena,” ucapnya.

Dia menjelaskan, dalam catatan sejarah, Prabu Siliwangi disebut pernah singgah di Karawang untuk menemui Syekh Quro pada abad ke-14. Awalnya, kedatangan Prabu Siliwangi disebut untuk membubarkan pengajian Syekh Quro, namun kemudian justru bertemu Subang Larang dan akhirnya meminangnya.

“Persinggahan Eyang Prabu di Karawang itu adanya di Masjid Agung. Itu yang sangat disayangkan tidak dijadikan titik awal kirab,” ujarnya.

Diketahui, kirab budaya dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.30 WIB hingga 21.00 WIB. Acara diawali pembacaan sajak budayawan Sunda, dilanjutkan sambutan Gubernur Jawa Barat sebelum rombongan kirab diberangkatkan.

Mahkota Binokasih nantinya akan dibawa menggunakan kereta kencana dan diiringi pasukan berkuda. Kirab juga akan dimeriahkan berbagai kesenian khas Karawang serta penampilan seni dari 26 kabupaten/kota di Jawa Barat.(Jri)

Korban Laka Lantas Menggunakan Kaos Hitam SPPG Jomin Timur Hingga Meninggal Dunia

‎KARAWANG-Kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor dan sebuah mobil pick up terjadi di Jalan Raya Syekh Quro, Dusun Sentul I, Desa Pulojaya, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang pada Rabu (6/5/2026) dini hari pukul 04.30 WIB. 
‎Peristiwa ini mengakibatkan satu orang pengendara motor meninggal dunia.
‎Insiden ini melibatkan sepeda motor Yamaha Mio GT berwarna merah dengan nomor polisi B 3438 UIH dan mobil Isuzu Traga berwarna putih dengan nomor polisi T 8842 HL yang dikemudikan oleh Sahbana Siregar (40), pria asal Limo, Depok. Sedangkan pengendara motor tanpa identitas dan hanya dikenali mengenakan seragam atau baju pegawai SPPG Jomin Timur. 
‎Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, mengatakan korban meninggal dunia adalah seorang laki-laki yang hingga kini belum diketahui identitas pastinya.
‎Namun, korban memiliki ciri-ciri fisik berambut keriting dan diperkirakan berusia sekitar 20 tahun dan saat kejadian korban diketahui mengenakan seragam SPPG Jomin Timur.
‎Dua orang saksi mata di lokasi kejadian, Indra Gunawan (26) dan Candra Irawan (25), menyebutkan bahwa tabrakan terjadi cukup keras di jalur yang menghubungkan wilayah Lemahabang tersebut.
‎"Atas kejadian itu kami telah mengevakuasi korban ke RS Amanda dan mengamankan barang bukti kendaraan,” ujarnya pada Rabu (6/5/2026).
‎Saat ini Unit Gakkum Sat Lantas Polres Karawang mengamankan sopir mobil Isuzu Traga untuk dimintai keterangan, selanjutnya melakukan proses penyelidikan lebih lanjut.
‎"Barang bukti beserta identitas para saksi dan pengemudi mobil telah kami serahkan amankan di  Unit Gakkum Lantas Polres Karawang untuk penanganan hukum selanjutnya," kata dia.
‎Kasi Humas mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut untuk segera menghubungi pihak kepolisian atau mengecek keberadaan korban di RSUD  Karawang.

Persiapan Acara Kirab Mahkota Pajajaran Bertajuk "Binokasih Mulang Salaka" Di Kabupaten Karawang Telah Dimatangkan.

KARAWANG | Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto, memastikan persiapan acara Kirab Mahkota Pajajaran bertajuk "Binokasih Mulang Salaka" di Kabupaten Karawang telah dimatangkan. 

Untuk menjaga kelancaran acara dan keamanan peserta, panitia memutuskan untuk mengubah rute awal kirab.

​Rencana awal yang menempatkan rute dari Masjid Agung Karawang sebagai titik start dengan jarak tempuh resmi dibatalkan. Sebagai gantinya, kirab akan dimulai dari Universitas Horizon. Perubahan ini dilakukan untuk menghindari potensi kemacetan parah serta mengantisipasi risiko keamanan mengingat tingginya frekuensi perjalanan kereta api di rute sebelumnya.

​"Kami memindahkan titik start ke Universitas Horizon untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama karena frekuensi kereta yang tinggi di jalur awal dan untuk meminimalkan kemacetan," ujar Purwanto di Kantor Pemda Karawang, Rabu (6/5/26)

​Prosesi kirab akan menampilkan Mahkota Binokasih di barisan terdepan yang dibawa menggunakan kereta kuda. Iring-iringan ini kemudian akan diikuti oleh defile kesenian dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Purwanto menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya nyata dalam melestarikan kebudayaan Sunda.

​"Semangat dari kegiatan ini adalah menjadikan nilai-nilai sejarah sebagai fondasi dan motivasi dalam pembangunan masa depan," tambahnya.

​Meski mendapatkan dukungan luas, Purwanto juga mengungkapkan adanya dinamika di lapangan, termasuk adanya aspirasi penolakan dari beberapa kalangan budayawan terkait pelaksanaan acara tersebut. Namun, pihak penyelenggara memastikan tetap menjalankan kegiatan dengan mengedepankan dialog dan tujuan pelestarian sejarah.

​Kirab di Karawang ini merupakan bagian dari rangkaian napak tilas Mahkota Binokasih yang melintasi berbagai daerah di Jawa Barat sebelum nantinya berakhir di Kota Bandung.(Jri) 

Tuparev Akan dijadikan Destinasi Kuliner : Tempat Singgah Belanja Serta Nikmati Suasana Kota

KARAWANG | Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan bahwa penataan pedestrian di kawasan tersebut tidak hanya difungsikan sebagai jalur pejalan kaki, tetapi juga akan dihidupkan sebagai ruang publik yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi warga.

"Pedestrian bukan sekadar jalur pejalan kaki, tapi ruang hidup yang menggerakkan ekonomi. Kami ingin Tuparev menjadi tempat singgah, berbelanja, dan menikmati suasana kota,"  ujarnya, Selasa (5/5).

Menurut Aep, konsep yang diusung mengadopsi destinasi kuliner malam dengan nuansa hangat dan tertata. Kawasan itu nantinya akan dilengkapi lampu temaram, lapak UMKM yang rapi, serta ruang interaksi yang lebih humanis bagi pengunjung.

Ia menjelaskan, penataan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih layak bagi pelaku UMKM untuk tumbuh dan berkembang dengan menawarkan beragam produk dan kuliner kepada masyarakat.

Namun demikian, Pemkab Karawang juga menekankan pentingnya dukungan bersama, terutama dalam penataan parkir kendaraan agar tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar kawasan Tuparev.

"Kalau ruang publik ditata dengan baik dan digunakan secara bijak, maka yang tumbuh bukan hanya keindahan, tapi juga kesejahteraan masyarakat,"  kata Aep.(Jri) 
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done