Kamis, 07 Mei 2026
Korban Dugaan Penipuan Pekerja Asal Rengasdengklok Karawang Berhasil Dipulangkan
Kunci Masih Masih Tergantung Pemilik Berteriak : Pencuri Motor Tertangkap Basah Warga
![]() |
| Gambar Ilustrasi |
KARAWANG – Aksi nekat dilakukan oleh seorang pria berinisial DH (38) yang mencoba menggasak sebuah sepeda motor di samping Toko Golden Star, Kampung Bakanjati, Desa Cikampek Timur, Kabupaten Karawang. Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan langsung oleh pemilik motor pada Senin (04/05/2026) siang sekitar pukul 14.30 WIB.
Kapolres Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas, Ipda Cep Wildan mengatakan, peristiwa bermula saat korban, Budi Ansyah, tengah sibuk melayani pembeli di toko alat listrik miliknya. Sepeda motor jenis Honda Beat warna merah milik korban terparkir di samping toko dalam kondisi kunci masih menggantung di lubang kunci.
Melihat ada kesempatan, tersangka DH (38) Warga Desa Dawuan Barat, Kecamatan Cikampek segera melancarkan aksinya dengan cara mendorong motor tersebut menjauh dari lokasi.
"Korban menyadari motornya sedang didorong oleh pelaku menuju arah pencucian motor yang berjarak sekitar 100 meter. Korban langsung berteriak dan mengejar pelaku," ungkap Kapolres memalui Kasi Humas.
Sebelum sempat menyalakan mesin motor, pelaku berhasil diamankan oleh korban bersama warga sekitar sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Cikampek untuk menghindari aksi main hakim sendiri.
"Dari tangan tersangka, menyita barang bukti sepeda motor Honda Beat berwarna merah. Dokumen asli BPKB kendaraan tersebut," jelas Kapolres melalui Kasi Humas.
Lebih lanjut, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di Polsek Cikampek, tersangka mengaku melakukan pencurian secara spontan. Niat jahat tersebut muncul saat ia melihat kunci motor korban masih menempel, sehingga ia merasa ada kesempatan untuk membawa kabur kendaraan tersebut.
Meskipun terdapat rekaman CCTV di lokasi kejadian, wajah pelaku tidak terekam secara jelas. Namun, saksi mata dan penangkapan di lokasi (tangkap tangan) menjadi bukti kuat bagi kepolisian.
"Kami telah melakukan olah tempak kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi dan korban. Tersangka kini mendekam di sel tahanan Polsek Cikampek dan dijerat dengan Pasal 476 KUHPidana sesuai dengan Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana," katanya.
Kapolres melalui Kasi Humas mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lalai mencabut kunci kendaraan saat parkir, meski hanya ditinggal dalam waktu singkat.(Jri)
Nace Menilai : ' Kirab Budaya Dikarawang Bukan Asal Megah Dan meriah Saja Tapi Makna Sejarahnya Mengena '
![]() |
| Nace Permana (Budayawan) |
KARAWANG – Budayawan Sunda Nace Permana menyoroti rute pelaksanaan Kirab Budaya dalam rangka Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Karawang yang akan digelar pada Sabtu (9/5/2026) malam.
Nace menilai rute kirab budaya yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut tidak sesuai dengan jejak sejarah Prabu Siliwangi di Karawang.
Kirab Mahkota Binokasih dijadwalkan dimulai dari Horizon University Indonesia di Jalan Pangkal Perjuangan, Kecamatan Karawang Barat, dan berakhir di Kantor Bupati Karawang.
“Saya pikir ini sangat ngacolah kalau menurut saya. Lokasi rute di Horizon itu tidak memiliki catatan sejarah awal permulaan keberadaan Eyang Prabu,” ujar Nace kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).
Ketua Paguyuban Seniman Jawa Barat itu menyayangkan kirab tidak dimulai dari kawasan Masjid Agung Syekh Quro Karawang yang dinilai memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Prabu Siliwangi dan Subang Larang.
Menurutnya, kegiatan yang mengusung tema Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran “Binokasih Mulang Salaka” seharusnya menempatkan nilai sejarah sebagai bagian utama dari rangkaian acara.
“Masjid Agung itu memiliki sejarah yang luar biasa. Ketika Eyang Prabu dinikahkan dengan Ibu Subang Larang oleh Syekh Rotul Ain, itu di Masjid Agung Karawang,” katanya.
Nace menilai, apabila Pemprov Jawa Barat ingin benar-benar melestarikan budaya Sunda dan mengangkat sejarah Prabu Siliwangi, maka pelaksanaan kirab harus memiliki pijakan sejarah yang jelas.
“Jadi bukan asal megah dan meriah saja. Nilai pemaknaan sejarahnya juga harus mengena,” ucapnya.
Dia menjelaskan, dalam catatan sejarah, Prabu Siliwangi disebut pernah singgah di Karawang untuk menemui Syekh Quro pada abad ke-14. Awalnya, kedatangan Prabu Siliwangi disebut untuk membubarkan pengajian Syekh Quro, namun kemudian justru bertemu Subang Larang dan akhirnya meminangnya.
“Persinggahan Eyang Prabu di Karawang itu adanya di Masjid Agung. Itu yang sangat disayangkan tidak dijadikan titik awal kirab,” ujarnya.
Diketahui, kirab budaya dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.30 WIB hingga 21.00 WIB. Acara diawali pembacaan sajak budayawan Sunda, dilanjutkan sambutan Gubernur Jawa Barat sebelum rombongan kirab diberangkatkan.
Mahkota Binokasih nantinya akan dibawa menggunakan kereta kencana dan diiringi pasukan berkuda. Kirab juga akan dimeriahkan berbagai kesenian khas Karawang serta penampilan seni dari 26 kabupaten/kota di Jawa Barat.(Jri)

