KARAWANG BICARA

Kamis, 23 April 2026

Proyek Turap BBWS Tanpa Papan Informasi Diduga Sarat Korupsi

karawangbicara.id | Proyek pembangunan atau perbaikan turap tembok penahan tanah yang dilaksanakan oleh balai besar wilayah sungai ( BBWS ) di wilayah kabupaten Karawang dipantau awak media ketika ditemukan tidak memasang papan informasi proyek dan hal ini menimbulkan dugaan adanya praktik tidak transparan atau potensi korupsi.

Proyek Turap yang sedang di kerjakan di desa kalanglinggar kecamatan Telukjambe Barat kabupaten karawang menimbulkan pertanyaan bagi awak media, proyek turap yang di kerjakan anggaran yang bersumber dari mana dan dari instansi mana jumlah nomilnya berapa tidak terlihat oleh publik.

Proyek Turap telah berjalan lebih dari dua Minggu hasil dokumentasi awak media di lokasi proyek tanpa memasang papan informasi kegiatan, adanya dugaan upaya menutup - nutupi penggunaan anggaran negara dari pantauan publik.

Tidak memasang papan informasi proyek bukan sekedar kelalaian administratif melainkan pelanggaran terhadap keterbukaan informasi publik dalam undang - undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik serta peraturan presiden nomor 54 tahun 2010 dan nomor 70 tahun 2012. Papan proyek wajib mencantumkan jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan, nilai kontrak dan jangka waktu perkejaan.

Namun sangat di sayangkan proyek turap milik balai besar wilayah sungai ( BBWS ) terkesan dilaksanakannya proyek turap secara diam - diam, ketika di konfirmasi para pekerja memilih bungkam dan tidak mengetahui nama CV. pelaksana tersebut, hal ini semakin kuat dugaan sarat korupsi.

Ada salah satu pekerja" Harun sebagai petugas BBWS wilayah Karawang saat di konfirmasi awak media
terkait proyek turap yang lagi kerjakan tidak memasang papan informasi, Rabu ( 22/04/2026 ) menjelaskan proyek yang sekarang di kerjakan cuman perbaikan saja.' jawabnya ( par )

Rabu, 22 April 2026

Kapolres Karawang Lakukan Pengecekan Sejumblah Layanan Publik

KARAWANG – Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Karawang melaksanakan pengecekan langsung terhadap sejumlah layanan publik, sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pengecekan tersebut meliputi layanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satlantas Polres Karawang, pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), layanan darurat Polisi 110, hingga pelayanan di fungsi Reserse Kriminal (Reskrim).

Kapolres Karawang melalui Kasi Humas Polres Karawang IPDA Cep Wildan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh pelayanan berjalan optimal, cepat, transparan, dan humanis.

“Kegiatan pengecekan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Karawang untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses pelayanan, baik SIM, SKCK, maupun layanan lainnya, dapat diakses dengan mudah, cepat, dan tanpa hambatan,” ujar Kapolres melalui Kasi Humas.

Selain itu, Kapolres juga menyoroti program unggulan “Lapor Pak Kapolres” melalui nomor 0813-8888-110 dan call center 110 yang disiapkan sebagai sarana pengaduan langsung masyarakat. Dalam program ini, Polres Karawang telah menyiapkan sembilan personel khusus untuk memberikan respons cepat terhadap laporan atau permintaan bantuan darurat dari masyarakat.

“Melalui layanan ini, masyarakat dapat dengan mudah menyampaikan keluhan atau membutuhkan bantuan kepolisian. Tim yang siaga akan merespons secara cepat dan tepat, selama 24 jam” tambahnya.(jr) 

Praktisi Hukum Asep Agustian SH. MH Sorot Dugaan Ijon Pokir Anggota DPRD Karawang

karawangbicara.id | Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian SH.MH kembali angkat bicara, terkait polemik usulan parkir gratis RSUD Karawang yang merembet ke persoalan dugaan ijon pokir Anggota DPR Karawang.

Menurut Askun (sapaan akrab), seharusnya persoalan parkir ini tidak akan merembet ke masalah pokir, jika memang para wakil rakyat khususnya para pimpinan di DPRD Karawang memiliki gaya komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Askun berpendapat, aksi demonstrasi Ormas GMPI hari ini seharusnya tidak akan terjadi, jika para wakil rakyat sebelumnya pro aktif menanggapi aspirasi Ormas tersebut. Karena ditegaskan Askun, keinginan GMPI sebelumnya hanya ingin menyampaikan aspirasi lewat Rapat Dengar Pendapat (RDP). 

Kemudian, surat permohonan RDP tidak digubris dan akhirnya berujung aksi demonstrasi.

"Saya nilai gaya komunikasi para pimpinan DPRD Karawang saat ini buruk. Apa sih susahnya mereka komunikasi dengan rakyat. Padahal itu kan seharusnya jadi kerjaaan mereka (menyerap aspirasi masyarakat)," tutur Askun, Rabu (22/4/2026).

DPRD Karawang 'Kacang Lupa Kulitnya'

Askun juga menilai para wakil rakyat Karawang hari ini terkesan seperti 'kacang lupa kulitnya'. Yaitu dimana saat Pileg, mereka sibuk mencari simpati dan dukungan masyarakat. Tetapi ketika sudah duduk menjadi wakil rakyat, malah terkesan acuh tak acuh terhadap keluhan masyarakat.

"Jadi mereka ini terkesan seperti lacur pada saat Pileg. Segala cara dilakukan untuk mendapat simpati dan dukungan masyarakat. Tetapi ketika sudah jadi anggota dewan, malah mendadak 'budeg' saat ada mendapat keluhan dari masyarakat," sindir Askun.

Menurutnya, tidak semua wakil rakyat harus menyikapi persoalan parkir dan pokir ini. Karena ditegaskannya, ada pimpinan DPRD Karawang yang terdiri dari ketua, para wakil ketua, pimpinan komisi dan ketua fraksi yang seharusnya bisa menyelesaikan polemik ini.

"Saya tidak ingin menyikapinya lagi dari ranah hukum, karena itu sudah jadi urusan APH (Aparat Penegak Hukum). Tapi saya ingin menyikapi gaya komunikasi para pimpinan DPRD Karawang yang buruk," kata Askun.

"Inget woy!, kalian itu sekarang bisa duduk manis di ruangan AC karena dipilih rakyat. Jika kalian abai terhadap aspirasi rakyat, terus apa yang sedang kalian perjuangkan?. Jika komunikasi saja sulit, ini akan menjadi cacatan penting bagi masyarakat bahwa di Pileg berikutnya kalian tidak perlu dipilih lagi," timpal Askun.

Dari Mulai KIR, Parkir, Pokir hingga Mangkir

Askun mengulas jika persoalan parkir versus pokir ini berawal saat mencuatnya masalah 'layanan parkir berlangganan' yang diterapkan Dishub Karawang, sebagai syarat untuk melakukan Uji KIR.

Sehingga Askun sempat menyebut jika aturan kebijakan ini diduga sebagai bentuk pungutan liar (pungli), karena alasan belum ada dasar hukum yang mengaturnya, baik Perda maupun Perbub.

Kemudian, muncul polemik usulan untuk menggratiskan parkir RSUD Karawang yang diusulkan Mulyadi - Anggota Komisi III DPRD Karawang, Fraksi Partai NasDem.

Usulan ini menjadi pro-kontra, lantaran pengelolaan parkir RSUD Karawang oleh pihak ketiga sudah memiliki dasar hukum dan dinilai sebagai salah satu kantong Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sisi retribusi parkir.

Sehingga akhirnya, usulan tersebut berakhir pada sikap kritis beberapa tokoh dan aktivis pergerakan Karawang yang berpendapat : 'dari pada menggratiskan parkir RSUD Karawang, lebih baik dilakukan efisiensi gaji, tunjangan, hingga pokir Anggota DPRD Karawang'.

Dan dalam perjalanannya, para wakil rakyat Karawang dianggap mangkir dalam setiap menyikapi perkembangan isu parkir versus pokir ini.

"Ya dari mulai masalah KIR, parkir, pokir hingga sikap mangkir DPRD Karawang. Ini semua berawal dari persoalan gaya komunikasi buruk para pimpinan DPRD Karawang," tegas Askun.

Di akhir pernyataanya, Askun mengutip kalimat satir Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) soal sikap mayoritas pejabat yang terkesan 'kacang lupa kulitnya', ketika sudah duduk manis dipercaya menjadi pejabat.

"Ya, bener kata KDM. Saat belum jadi (belum menjabat), orang gila saja ditanya untuk mendapatkan simpati dan dukungan. Tetapi ketika sudah menjadi pejabat, ditanya jiga nu gelo (ditanya seperti orang gila karena tidak pernah menjawab)," tutup Askun. ( par )

Aksi Demo Ormas GMPI Kepung Gedung Kantor DPRD Karawang Terkait Isu Ijon Pokir

karawangbicara.id | Organisasi masyarakat Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) menggelar aksi demon di depan Gedung kantor DPRD Karawang, Jawa Barat, pada hari ini, Rabu 22 April 2026. Aksi demo tersebut dipadati masa ormas GMPI yang datang dari berbagai wilayah di Karawang dengan tujuan menyuarakan sejumlah tuntutan kepada para wakil rakyat.

Massa mulai memadati area sejak pagi hari di sekitaran gedung kantor DPRD Karawang, masa membawa atribut organisasi, spanduk, serta poster berisi tuntutan yang ditujukan kepada anggota dewan. 

Situasi di lokasi aksi terlihat dijaga ketat oleh aparat keamanan guna mengantisipasi hal - hal yang tidak diinginkan. Dalam aksi demo tersebut, para demonstran menyampaikan orasi secara bergantian. 

Melalui pengeras suara, dalam orasinya mereka menyoroti sejumlah isu Pokir yang dinilai krusial, terutama terkait transparansi pokok pikiran (pokir) DPRD Karawang. Massa menilai keterbukaan informasi mengenai pokir masih belum optimal dan harus dijelaskan secara rinci kepada publik.

Koordinator aksi dalam orasinya mengatakan bahwa kehadiran mereka bukan tanpa alasan. Ia menegaskan bahwa GMPI ingin memastikan penggunaan anggaran yang bersumber dari pokir benar - benar tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan ke semua masyarakat luas. 

Menurutnya, transparansi menjadi kunci untuk mencegah potensi penyalahgunaan kewenangan. ( par )

Pemdes Parungsari Gelar Rapat Minggon Sosialisasikan Program Kesehatan & PKH

Karawangbicara.id | Pemerintah desa ( pemdes ) Parungsari kecamatan Telukjambe Barat kabupaten karawang menggelar rapat minggon rutin setiap hari Rabu ( 22/04/2026 ) rapat minggon di pimpin langsung oleh kepala desa parungsari" Darja Mulyana. S.pd dan hadir perwakilan dari puskesman Pustu parungsari serta dari PKH, membahas program kesehatan dan program keluarga harapan ( PKH ).

Rapat minggon desa Parungsari yang membahas program kesehatan dan program keluarga harapan ( PKH ) dan umumnya berfokus pada program kesehatan dan data penerima bantuan serta pemantauan kesehatan warga, khususnya penangan TBC paru.

Dan rapat minggon di desa Parungsari di hadiri oleh para perangkat desa dan kepala dusun setempat dan ketua BUMDES desa Parungsari.

Rapat minggon yang rutin dilaksanakan setiap hari Rabu berfungsi untuk menyampaikan pendataan agar penerima program kesehatan dan PKH tepat sasaran. ( par )

Selasa, 21 April 2026

Ketua Komisi 1 DPRD Karawang Dari Partai GERINDRA DPC Karawang : Selamat Hari Kartini 2026

Karawang | Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada hari selasa,21 April 2026,Ketua Komisi 1 DPRD Karawang Dari Partai GERINDRA DPC Karawang,H.Asep Juhri SH,menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh perempuan Indonesia.

Dalam pernyataannya,belio mengajak para wanita Indonesia untuk terus berbahagia, berdaya, dan menjadi inspirasi bagi sesama dalam berbagai bidang kehidupan.

“Selamat Hari Kartini 21 April 2026 untuk seluruh wanita Indonesia. Teruslah berbahagia dan tetap menjadi sosok yang menginspirasi setiap perempuan dalam membangun bangsa dan negara,” ujarnya

Ia menegaskan bahwa semangat perjuangan R.A. Kartini harus terus hidup di tengah perkembangan zaman, khususnya dalam mendorong peran aktif perempuan dalam pembangunan, pendidikan, serta kemajuan sosial.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis sebagai pilar keluarga sekaligus agen perubahan di masyarakat. Oleh karena itu, semangat emansipasi dan kesetaraan harus terus diperjuangkan dengan cara-cara positif dan konstruktif.

Momentum Hari Kartini ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus mendukung peran perempuan dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.(Jeri) 




CEO Karawang Bicara : Ucapkan Selamat Hari Kartini 2026, Teruslah Bercahaya Perempuan Indonesia

   Pimpinan Umum Karawang Bicara,H.Dedi Iskandar

KARAWANG | CEO Media online karawang bicara ,Kang Dedi Iskandar ,mengucapkan selamat hari Kartini pada hari ini selasa tanggal 21 april 2026, kita kembali memperingati hari lahir sosok inspirasi tanpa batas, Raden Ajeng Kartini.

Lebih dari seabad yang lalu, Kartini bermimpi tentang dunia di mana perempuan tidak hanya diam, tetapi juga mampu menggenggam pena dan membuka jendela ilmu.

Sambungnya "di tahun 2026 ini, kita berada di masa depan yang dulu diimpikan Kartini. Kita melihat perempuan Indonesia menjadi pemimpin, inovator, dan agen perubahan." Tuturnya

“Namun, perjuangan belum selesai. “Habis Gelap Terbitlah Terang” bukan hanya kata-kata, tetapi harapan yang harus terus kita nyalakan,”ucapnya, Selasa (21/4/2026).

Kang Dedi Iskandar juga menyampaikan kami, dari jajaran redaksi karawang bicara mengucapkan, selamat Hari Kartini 2026. Teruslah berani bermimpi besar, bekerja keras, dan menjadi inspirasi bagi sekitar.

Jangan pernah lelah untuk berdaya, karena setiap perempuan adalah pembawa peradaban. Habis Gelap, Terbitlah Terang, Perempuan Berdaya, Indonesia Maju,”tambahnya.

Poin penting peringatan Hari Kartini 2026. Semangat Kartini di tahun 2026 menekankan pada perempuan yang berdaya, berpendidikan, dan agen perubahan.

“Konteks zaman ini mari kita fokus pada peran strategis perempuan di era modern dan digital. Kami mengajak untuk terus berani bermimpi dan berkarya nyata,” pungkasnya.(Jr) 


Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done