KARAWANG BICARA

Senin, 08 Juni 2026

Beberapa Ruang Kelas SD N Tegal sawah 1 Sangat MemprihatinkanPerlu Perhatian Pemkab Karawang

Karawang, Beberapa Ruang Kelas SD Negeri Tegal sawah 1 Desa Tegal sawah perlu perbaikan, karena kondisinya sangat memprihatinkan, dan itu sudah cukup lama, seolah kurang perhatian dari Pemerintah Kabupaten Karawang. 
     
Sekolah merupakan tempat belajar mengajar yang situasinya diharapkan aman dan nyaman, namun melihat kondisi sekolah tersebut yang seperti itu, diharapkan bisa mendapatkan perhatian dari Pemkab Karawang. 
     
Diky salah seoarang Guru Sekolah tersebut, kepada Karawangbicara.com, Senin (8/6) mengatakan, beberapa ruang kelas sekolah ini sudah perlu perbaikan, karena kondisinya sudah parah, seperti ruang kelas yang satu ini sudah tidak bisa digunakan, karena kondisinya sudah mengkhawatirkan, sudah hampir satu tahun ruang kelas ini tidak dipakai, selain itu menurut Diky masih ada ruang kelas yang perlu diperbaiki, flapon nya sudah ambruk, dan kalau hujan bocor ruang jelas tersebut. 
      
Kami berharap proses belajar dan mengajar aman dan nyaman, untuk itu kami berharap perhatian pemerintah daerah dan juga dewan yang menjadi wakil rakyat melalui pokirnya, ungkapnya. Tata

Beberapa Ruang Kelas SD N Tegal sawah 1 Sangat MemprihatinkanPerlu Perhatian Pemkab Karawang

Karawang | Beberapa Ruang Kelas SD Negeri Tegal sawah 1 Kelurahan Palumbonsari perlu perbaikan, karena kondisinya sangat memprihatinkan, dan itu sudah cukup lama, seolah kurang perhatian dari Pemerintah Kabupaten Karawang. 
     
Sekolah merupakan tempat belajar mengajar yang situasinya diharapkan aman dan nyaman, namun melihat kondisi sekolah tersebut yang seperti itu, diharapkan bisa mendapatkan perhatian dari Pemkab Karawang. 
     
Diky salah seoarang Guru Sekolah tersebut, kepada Karawangbicara.com, Senin (8/6) mengatakan, beberapa ruang kelas sekolah ini sudah perlu perbaikan, karena kondisinya sudah parah, seperti ruang kelas yang satu ini sudah tidak bisa digunakan, karena kondisinya sudah mengkhawatirkan, sudah hampir satu tahun ruang kelas ini tidak dipakai, selain itu menurut Diky masih ada ruang kelas yang perlu diperbaiki, flapon nya sudah ambruk, dan kalau hujan bocor ruang jelas tersebut. 
      
Kami berharap proses belajar dan mengajar aman dan nyaman, untuk itu kami berharap perhatian pemerintah daerah dan juga dewan yang menjadi wakil rakyat melalui pokirnya, ungkapnya. Tata

Minggu, 07 Juni 2026

Kegiatan Pengadaan Mebel untuk Sekolah Dasar di Disbud Karawang Sudah Berkontrak

Karawang, Kegiatan pengadaan mebel kursi dan meja untuk Sekolah Dasar (SD) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Karawang sudah berkontrak, artinya pengadaan mebel tersebut dapat dilaksanakan oleh pihak penyedia jasa atau pengusaha. 
     
Adapun untuk kegiatan pengadaan mebel meja dan kursi tersebut bersumber dari APBD II dengan nilai pagu Rp 4.101.000.000,- sebanyak 5484set.
     
Dede pramiadi A. ST. MT Kabid Sarana dan Prasarana dari Disbud Karawang, saat dikonfirmasi karawangbicara.com, Jum'at (5/6) diruang kerjanya menjelaskan, untuk kegiatan pengadaan mebel tersebut dengan nilai pagu 4,1milyar sudah berkontrak melalui proses E- purchasing, dan pengadaan mebel tersebut sudah bisa dilaksanakan oleh pihak pengusaha, dan untuk nama sekolah yang akan menerima bantuan mebel tersebut sudah diberikan ke pihak pelaksana, adapun untuk nama sekolah penerima manfaat berupa mebel tersebut dan nama perusahaan yang melaksanakan kegiatan mebel tersebut, tanya ke pak ujang, karena saya tidak menyimpan datanya, datanya ada di pak ujang, jelasnya. 

Ujang salah satu staff Bidang Sapras diwaktu yang sama  dikonfirmasi terkait pelaksana kegiatan pengadaan mebel dan nama sekolah penerima manfaat, menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh atas nama perusahaan CV WKU , adapun nama sekolah yang mendapat penerima manfaat jumlahnya lebih dari seratus sekolah diantaranya, SDN Karangpawitan 3, SDN Plawad 1dan SDN Tegal sawah 1, ujarnya.  Tata

Jumat, 05 Juni 2026

Perbaikan Balong ( Kolam ) Ikan Disekitaran Pemda Dua Oleh Dishub Diduga Tidak Transparan

Karawangbicara.id | Pembangunan perbaikan Balong ( kolam ) di sekitaran Pemda dua oleh dinas perhubungan diduga tidak transparan diduga mengakali sumber anggaran pembangunan perbaikan Balong ( kolam ) ikan. 

Diduga akal - akalan oknum pejabat dinas perhubungan tersebut lagi memperbaiki Balong ( kolam ) ikan di sekitaran Pemda dua tidak ada papan informasi pekerjaan terkait sumber anggaran yang digunakan untuk perbaikan Balong ( kolam ) ikan.

Hasil dokumentasi Poto di lapangan hal tersebut diduga sangat merugikan publik, perbaikan kolam ikan disekitaran Pemda dua oleh dinas perhubungan karawang yang diduga tidak transparan. Jumat ( 05/06/2026 )

Pembangunan perbaikan Balong ( kolam ) ikan disekitaran Pemda dua oleh dinas perhubungan yang diduga tidak transparan terkait nilai anggaran yang bersumber dari mana.

Sampai saat ini berita di publikasikan tidak ada respon dari dinas terkait, bahkan pembangunan sedang berjalan pihak dinas terkait tidak ada yang bisa di hubungi. ( par )

Bupati Karawang Menghadiri Rapat Koordinasi Di Markas Besar Angkatan Darat

karawangbicara.id | Menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Permasalahan Persampahan serta Mitigasi Dampak Kemarau Panjang (El Nino Godzilla) Wilayah Jawa Barat di Aula A.H. Nasution Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta, Kamis ( 04/06/2026 ), bersama Kepala Staf Angkatan Darat Bapak Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi. 

Dalam forum tersebut, saya juga berkesempatan untuk melaporkan kondisi eksisting pengelolaan persampahan di Kabupaten Karawang. 

Dari total timbulan sampah mencapai 1.108,60ton per hari di 30 kecamatan, saat ini baru 17 kecamatan yang terlayani pengelolaan sampah atau sekitar 56,67 persen. Sebanyak 68,15 ton per hari telah terolah di sumber dan fasilitas penanganan sampah, 378,34 ton per hari terangkut ke TPA Jalupang, sementara sekitar 662,11 ton per hari masih belum terangkut dan berpotensi terbuang liar ke lingkungan. 

Adapun kondisi TPA Jalupang saat ini telah menampung sekitar 1,2 juta ton sampah dengan rata- rata penambahan harian mencapai 1.360 ton. 

Selain persoalan sampah, kami juga membahas langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang serta ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino. Pemerintah Kabupaten Karawang terus berupaya memperkuat mitigasi, mulai dari menjaga ketersediaan air bersih, mendukung sektor pertanian, hingga memastikan pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan optimal di tengah potensi cuaca ekstrem. ( par )

Pemkab Karawang Ambil Langkah Tegas Melindungi Usaha Masyarakat Kecil

karawangbicara.id | Pemerintah Kabupaten Karawang mengambil langkah tegas untuk melindungi keberlangsungan usaha masyarakat kecil dengan membatasi ekspansi jaringan minimarket modern hingga ke wilayah pedesaan dan dusun. Kebijakan ini dilakukan agar pelaku UMKM, warung kelontong, dan pedagang tradisional tetap memiliki ruang untuk berkembang di tengah pesatnya pertumbuhan ritel modern. 

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan lagi memberikan izin baru bagi minimarket yang hendak beroperasi hingga masuk ke lingkungan perkampungan. Menurutnya, keberadaan minimarket di kawasan jalan utama masih dapat diterima karena merupakan bagian dari aktivitas perdagangan yang sudah berlangsung sejak lama. Namun, ekspansi hingga ke dusun dinilai perlu dibatasi demi menjaga keseimbangan ekonomi masyarakat. 

"Yang jelas saya tidak memberikan izin sampai masuk ke wilayah desa apalagi dusun. Kalau di jalan utama yang memang sudah ada sejak lama, itu berbeda karena sudah menjadi kawasan usaha yang berjalan," ujar Aep dikutip dari Ayo Karawang. 

Kebijakan tersebut lahir dari berbagai pertimbangan dan evaluasi di lapangan. Pemkab Karawang menilai keberadaan minimarket yang terlalu dekat dengan lingkungan permukiman berpotensi menggerus omzet warung - warung kecil yang selama ini menjadi sumber penghasilan warga. 

Aep mencontohkan polemik yang pernah terjadi di Desa Gintungkerta. Saat itu, keberadaan sebuah toko modern yang berdiri jauh di dalam wilayah permukiman memicu penolakan warga karena dianggap mengancam usaha pedagang kecil di sekitarnya. 

Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin investasi yang masuk justru menimbulkan gesekan sosial di tengah masyarakat. Karena itu, setiap rencana pendirian gerai modern harus mempertimbangkan dampak ekonomi terhadap pelaku usaha lokal yang telah lebih dulu berusaha di wilayah tersebut. 

Selain itu, Aep meminta masyarakat tidak mengaitkan penutupan sejumlah gerai minimarket di berbagai daerah dengan keberadaan Koperasi Desa (Kopdes). la menilai keputusan membuka maupun menutup gerai merupakan murni pertimbangan bisnis perusahaan berdasarkan kondisi pasar dan perhitungan keuntungan usaha. ( par )

Kamis, 04 Juni 2026

Sekda Karawang Resmi Membuka Bimtek Bagi Pengawas

karawangbicara.id | Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pengawas Pembangunan Bangunan Sederhana dan Jalan Lingkungan Kabupaten Karawang Tahun 2026 pada Rabu, 03 Juni 2026. 

Kegiatan bimtek ini merupakan kolaborasi antara Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Karawang digelar untuk membangun kapasitas dan integritas para aparatur pengawas di lapangan. 

Acara Bimtek diikuti oleh 40 peserta dan diselenggarakan selama 7 hari (terhitung mulai tanggal 19 Mei sampai 12 Juni) dengan total 31 Jam Pelajaran. Bimtek ini menjadi bukti nyata upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang dalam meningkatkan kompetensi serta profesionalisme aparatur pengawas dan dilaksanakan dengan pendekatan Corporate University Kabupaten Karawang, yang menekankan bahwa pengembangan kompetensi ASN harus terhubung dengan kebutuhan organisasi dan peningkatan kinerja daerah. Pembelajaran yang diperoleh tidak berhenti di ruang kelas, tetapi harus diwujudkan dalam perubahan perilaku kerja, peningkatan kualitas pengawasan, dan penyelesaian masalah nyata di lapangan. 

Dalam arahannya, Sekda Karawang menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh perencanaan dan pelaksanaan yang baik, melainkan juga oleh kehadiran pengawas yang memiliki integritas. 

"Para pengawas lapangan memegang peran penting. Sebagus apa pun perencanaan dan pelaksanaan, tanpa adanya integritas dari pengawas akan sia-sia. Kunci penting dari pengawas yaitu integritas, dan saya menaruh harapan besar agar para pengawas memiliki integritas yang tinggi," ujar sekda. 

Beliau juga menyampaikan bahwa nilai integritas dan tanggung jawab di lapangan jauh lebih utama dibanding sekadar penguasaan materi. 

"Saya percaya secara kompetensi dan teknik keilmuan Bapak/Ibu semua sudah memahami. Namun, saya menekankan kembali terhadap tanggung jawab dan integritas," ucapnya. ( par )
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done