KARAWANG BICARA

Senin, 03 Agustus 2026

Bupati Karawang Laksanakan Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Pejabat Administrator serta Pejabat fungsional dilingkungan Pemkab Karawang

karawang |Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh secara resmi laksanakan pengambilan sumpah dan janji Jabatan Administrator serta Pejabat Fungsional dilingkungan Pemkab Karawang, Senin (3/8) yang dilaksanakan di halaman Plaza Pemda. 
      
Dalam sambutannya Bupati Karawang H. Aep syaepuloh menyampaikan ucapan Selamat kepada para PNSyang telah dilantik dan diambil sumpah dan Bupati menegaskan, bahwa rotasi dan pengangkatan merupakan hal yang biasa yang dilaksanakan sesuai dengan kinerja yang diberikan. 
Selain itu Bupati menjelaskan, bahwa para pejabat yang sudah dilantik mampu melaksakan tugas dengan baik, menjaga kedisiplinan serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, jadilah aparatur yang memiliki kedisiplinan, berikan layanan terbaik kepada masyarakat untuk karawang maju. 
Lebih lanjut Aep berpesan kepada seluruh perangkat daerah untuk segera memastikan program kerja tahun 2026 berjalan sesuai yang direncanakan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh madyarakat, paparnya.   Tata

Pesta Rakyat Danamon Festival 2026, Wabup Maslani Dorong Kolaborasi untuk Kemajuan UMKM

karawangbicara.id | Pesta Rakyat Danamon Festival 2026, Wabup Maslani Dorong Kolaborasi untuk Kemajuan UMKM 

Wakil Bupati Karawang H. Maslani, mewakili Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., menghadiri undangan Pesta Rakyat Danamon Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Danamon bersama iNews Media Group di Lapangan Karang Pawitan, Karawang, Jumat (31/7/2026). 

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati 70 tahun Bank Danamon di Indonesia tersebut mengusung tema "Pesta Rakyat untuk Semua Langkah." Festival menghadirkan berbagai hiburan, bazar UMKM, serta beragam aktivitas interaktif sebagai ruang kebersamaan bagi masyarakat sekaligus mendukung pemberdayaan UMKM lokal dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Karawang. 

Dalam sambutannya, H. Maslani menyampaikan ucapan selamat kepada Bank Danamon atas perjalanan pengabdiannya selama tujuh dekade dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Karawang, saya mengucapkan selamat kepada Bank Danamon yang pada tahun ini memperingati 70 tahun perjalanan pengabdiannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tujuh dekade merupakan perjalanan yang panjang dan penuh makna. Semoga Bank Danamon senantiasa menjadi lembaga keuangan yang inovatif, terpercaya, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya. 

Wakil Bupati juga mengapresiasi partisipasi 33 stand UMKM binaan Pemerintah Kabupaten Karawang serta 13 stand non-UMKM yang turut memeriahkan festival. Menurutnya, kehadiran para pelaku usaha tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas promosi, membangun jejaring usaha, dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan Karawang. 

Di akhir sambutannya, H. Maslani secara resmi membuka kegiatan Danamon Festival 2026 dengan mengucapkan, "Bismillahirrahmanirrahim, Danamon Festival saya nyatakan dibuka." Pemerintah Kabupaten Karawang berharap kolaborasi antara sektor perbankan, dunia usaha, dan pemerintah dapat terus terjalin guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat daya saing UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(par)

Pembangunan Saluran Drainase Dusun Kamurang Disorot Lembaga BPAN Diduga Abaikan lantai Kerja U-ditch

karawangbicara.id | Sangat miris sekali pembangunan saluran drainase di dusun Kamurang RT 01/ RW 04 desa cadaskertajaya kecamatan Telagasari milik dinas PUPR yang dikerjakan pelaksana kontruksi CV. Luhung Jaya Mukti menjadi sorotan lembaga Aliansi Indonesia BPAN.

Proyek saluran drainase sepanjang 175,20 meter dengan nilai kontrak RP. 189.168.000 (seratus delapan puluh sembilan juta seratus enam puluh delapan ribu rupiah) yang dibiayai oleh anggaran APBD Karawang tahun 2026 yang di kerjakan oleh pelaksana kontruksi CV. Luhung Jaya Mukti tersebut diduga tidak mengikuti prosedur teknis standar dalam pemasangan U-ditch yang diduga tidak menggunakan lantai kerja atau amparan pasir.

Hasil pantauan awak media di lokasi proyek kamis (23/07/2026) terlihat pemasangan saluran Uditch di letakan langsung di atas tanah yang belum di padatkan dan diduga tidak terlihat penggunaan pasir sebagai lantai kerja, yang berpungsi sebagai dasar penahan dan perata struktur.

Seorang lembaga Aliansi Indonesia BPAN pemerhati infrastruktur saat di minta tanggapan oleh awak media melalui via WhatsApp Sabtu (01/08/2026) mengatakan apabila pembangunan saluran Uditch yang diduga tanpa adanya lantai kerja atau amparan pasir menyebutkan bahwa kondisi tersebut akan berpotensi mempercepat kerusakan pada saluran.

Apabila tidak ada lantai kerja atau amparan pasir usia saluran bisa cepat rusak dan air akan merusak bagian bawah, pada saat musim hujan."jawabnya

Dan ia juga mengatakan lagi bahwa dengan tidak adanya lantai kerja atau amparan pasir bisa menjadi diduga ada indikasi pengurangan spesifikasi teknis yang sudah tercantum di dalam rencana anggaran biaya (RAB).

Lembaga Aliansi Indonesia BPAN meminta sama pihak pengawas proyek dari dinas PUPR Karawang dan inspektorat Daerah untuk segera turun tangan agar memperipikasi proyek tersebut, dan sekaligus untuk mengaudit teknis terhadap proyek yang menggunakan dana hasil pajak rakyat.

kami sebagai warga yang aktif di lembaga BPAN tidak ingin infrastruktur yang dibangunan dari hasil pajak rakyat hanya bertahan sebentar karena dikerjakan yang diduga asal-asalan." ucap warga yang aktif di lembaga BPAN ke awak media melalui via WhatsApp. (par)

Proyek Saluran Drainase Dusun Krajan Dikerjakan Jasa Kontruksi CV. Nusantara Digdaya Diduga Tidak Ada Amparan Pasir

karawangbicara.id | Proyek pembangunan Rehabilitasi saluran drainase dusun Krajan RT 002/ RW 001 desa darawolong kecamatan Purwasari milik dinas PUPR Karawang yang di kerjakan rekanan CV. Nusantara Digdaya selaku pelaksana kontruksi.

Proyek pembangunan saluran drainase dengan menggunakan matrial Uditch menjadi sorotan lembaga Aliansi Indonesia BPAN proyek pemasangan Uditch dengan nilai anggaran RP. 189.112.000 (seratus delapan puluh sembilan juta seratus dua belas ribu rupiah) menggunakan dana APBD Karawang tahun 2026 tersebut diduga tidak mengikuti prosedur teknis standar, terutama dalam pemasangan Uditch diduga tanpa ada amparan pasir atau lantai kerja.

Hasil pantauan lembaga Aliansi Indonesia BPAN Sabtu (01/08/2026) memberikan penjelasan melalui via WhatsApp menunjukan hasil investigasi hari Selasa (28/07/2026) proyek pembangunan saluran pemasangan Uditch diletakan langsung di atas tanah yang belum dipadatkan diduga tidak tampak penggunaan amparan pasir sebagai lantai kerja, yang berpungsi sebagai dasar penahan dan perata struktur pracetak.

"E. Suradi yang aktif di lembaga Aliansi Indonesia BPAN mengatakan melalui via voice not hasil investigasi di lapangan menyebutkan bahwa kondisi tersebut berpontesi menurunkan umur teknis saluran.ucapnya

Sambung" E. Suradi apabila tidak ada amparan pasir sebagai lantai kerja umur saluran akan pendek, air akan merusak bagian bawah, apa lagi saat musim hujan.'ujarnya

Ia juga menambahkan hasil proyek drainase uditch di dusun krajan Desa Darawolong tidak sesuai dengan spek yang ada di RAB, karena pada saat pemasangan uditch tidak memakai amparan pasir dasarnya padahal di  RABnya itu udah jelas sekarang setiap pemasangan uditch harus ada amparan pasirnya.' ungkapnya

Diduga mungkin pemborong atau pelaksana kontruksi ini demi meraup keuntungan yang besar yang dikerjakan oleh CV. Nusantara Digdaya ini pengawas pun mungkin diduga tutup mata. 

Dan proyek pembagunan ini perlu ditindak lanjuti karena pekerjaan tersebut anggaranya sudah ada, setiap pemasangan Uditch sudah jelas itu harus pakai amparan pasir dasar dulu baru pemasangan Uditch. 

Saat pemasangan Uditchnya pun terlihat bergelombang dan tidak lurus dengan begitu begitu dinas terkait untuk segera menindak lanjuti pekerjaan tersebut yang dikerjakan oleh CV. Nusantara Digdaya.

Jadi proyek pembangunan drainase yang diduga tidak menggunakan amparan pasir bisa dikategorikan penyimpangan oleh pelaksana kontruksi, apabila di dalam RAB ada tapi tidak di kerjakan, diduga bisa masuk ke ranah pelanggaran administrasi maupun hukum." tegasnya (par)

Permohonan Perbaikan PJL yang padam dari warga Puri Kosambi II ke Dinas PRKP belum bisa terealisasi karena terkendala BBM operasional kendaraan Skylift

karawang , Salah seorang Warga Perum Puri Kosambi II Desa Duren Kecamatan Klari yang akrab disapa sarbek telah mengajukan permohonan untuk perbaikan lampu Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) yang padam beberapa waktu lalu ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Bidang PSU, namun hingga saat ini sudah satu minggu lebih belum ada realisasi untuk perbaikan lampu tersebut. 
Menurut informasi yang kami peroleh, perbaikan lampu PJL belum dapat diperbaiki karena belum ada realisasi BBM untuk operasional kendaraan Skylift. 
      
Salah seorang Tim Teknis PJL berinisial Yd  pernah mempertanyakan alamat atau lokasi lampu PJL yang mati via ponsel beberapa waktu lalu kepada karawangbicara.com, Yd  mengatakan untuk memperbaiki lampu yang mati diperlukan persiapan dulu, namun kami belum bisa kelokasi , karena terkendala dengan bbm untuk operasional mobil skylift, kami harus mengajukan dulu supaya dapat kupon untuk bbm kendaraan operasional, nanti kalau sudah terima kupon dan kesiapan untuk kelokasi, kami akan informasikan ke sarbek, ujarnya. 
      
Sapardi Kepala Tim (Katim) dari Dinas PRKP Bidang PSU yang membawahi staf PJL Bidang PSU saat dikonfirmasi karawangbicara.com, Senin (3/8) melalui ponsel terkait masalah BBM untuk operasional kendaraan mobil skylift, sapardi tidak menjawab. 
       
Mekanisme yang terjadi seperti ini berkaitan dengan pelayanan publik, namun menyikapi kinerja seperti ini, patut dipertanyakan.    Tata

Jumat, 31 Juli 2026

Dinas PUPR Melalui Forum Jaskon Pererat Hubungan dengan Pelaku usaha Penyedian Jasa Konstruksi

Karawang | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui Forum Jasa Konstruksi (Jaskon) melaksanakan kegiatan bertemakan peran sub. Urusan jasa konstruksi dalam mendukung menuju Karawang berkualitas, yang diselenggarakan di aula Husni Hamid, Kamis (30/7). 
     
Kegiatan ini diselenggarakan untuk menjadi wadah strategi serta perat hubungan Pemkab Karawang dengan pelaku usaha penyedia jasa konstruksi dalam mewujudkan penyelenggaraan jaskon yang profesional, berkualitas dan berdaya saing. 
      
Selain itu dengan terselenggaranya acara tersebut, diharapkan terbangun komitmen bersama serta menjadi kolaborasi yang kuat antara Pemda dengan pelaku usaha jasa konstruksi yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Karawang. 
H. Rusman Kepala Dinas PUPR Kabupaten a Karawang dalam sambutannya menyampaikan bahwa, Forum ini menjadi momentum untuk mempererat kemitraan antara pemerintah daerah, pelaku usaha dan penyedia jasa kontruksi. 
     
Selain itu dengan terjalinnya kolaborasi yang baik, penyelenggaraan jasa kontruksi di kabupaten Karawang diharapkan profesional, akuntabel, inovatif serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkualitas menuju karawang maju, paparnya.   Tata

Proyek Normalisasi Drainase Di Kerjakan Pelaksana Kontruksi CV. Bintang Suraya Diduga Tanpa Persiapan Warga Kepuh Wareng Kecewa

karawangbicara.id | Proyek pembangunan infrastruktur normalisasi drainase di Kepuh wareng RT 03/RW 34 kelurahan nagasari kecamatan Karawang barat milik dinas PUPR yang menelan anggaran APBD karawang tahun 2026 dengan nilai kontrak RP. 188.930.000(seratus delapan puluh delapan juta sembilan ratus tiga ribu rupiah) yang dikerjakan oleh pelaksana kontruksi CV. Bintang Suraya diduga tanpa ada persiapan.

Warga Kepuh wareng yang ada di lingkungan RT 03/RW 34 merasa kecewa terhadap pelaksana kontruksi CV. Bintang Suraya yang mengerjakan pembangunan saluran normalisasi drainase milik dinas PUPR dinilai minim persiapan." ucap warga melalui via WhatsApp ke awak media.

Sambung warga melalui via whatsapp yang enggan di sebutkan namanya kamis (30/07/2026) mengatakan sebagian pekerjaan tidak ada yang menggunakan alat pelindung diri (APBD) seperti tidak memakai rompi dan helm saat bekerja."ujarnya

Dan bekas galian tanah untuk pemasangan Uditch pun tidak langsung di buang sehingga menutup akses mobil yang mau beraktivitas." ungkap warga

"Saya selaku ketua RW merasa kecewa kepada pemborong selaku pelaksana kontruksi pada saat melakukan pekerjaan tersebut tidak ada persiapan sama sekali dari pihak pelaksana kontruksi CV. Bintang Suraya. 

Lanjut warga karena minimnya peralatan pekerja dan bahkan peralatan seperti linggis pun minjem dari warga." pungkasnya

Bahkan mandor kuli yang ada dilokasi tersebut tidak memasang rambu pemberitahuan untuk warga yang beraktivitas melintasi jalan lingkungan yang mengakibatkan aktivitas warga terganggu yang di sebabkan jalannya tertutup oleh galian tanah yang menumpuk di jalan sehingga jalan menjadi sempit. (par)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done