KARAWANG BICARA

Rabu, 11 Februari 2026

Geger! Bayi Ditemukan di Tempat Pembuangan Sampah Jatirasa Tengah, Warga Sigap Selamatkan Nyawa Sang Bayi

Karawang Barat – Warga Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, digegerkan dengan penemuan seorang bayi yang diduga dibuang oleh orang tua yang tidak bertanggung jawab di area pembuangan sampah di Jalan Jatirasa Tengah RT 02 RW 08, pada Rabu (11/2/2026).

Bayi malang tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga setempat, Bu Entin, yang saat itu hendak membuang sampah. Ia mengaku terkejut ketika mendengar suara tangisan lirih dari tumpukan sampah. Setelah didekati, ternyata suara tersebut berasal dari seorang bayi yang tergeletak di antara sampah.

Tanpa berpikir panjang, Bu Entin langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar dan segera membawa bayi tersebut ke RSUD Karawang untuk mendapatkan penanganan medis. Beruntung, setibanya di rumah sakit, bayi tersebut langsung ditangani oleh tim medis dan perawat yang bertugas.

“Alhamdulillah, saat ini bayi sudah dalam penanganan intensif di RSUD Karawang. Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan keberanian Bu Entin yang sigap menyelamatkan nyawa bayi tersebut,” ujar Camat Karawang Barat, Agus Somantri, saat dimintai keterangan.

Agus Somantri menyampaikan rasa prihatin dan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan membuang bayi merupakan perbuatan yang tidak manusiawi dan melanggar hukum.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa persoalan sosial harus ditangani bersama. Pemerintah kecamatan akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan, kepolisian, serta dinas terkait untuk menelusuri dan mengungkap pelaku yang tega melakukan tindakan tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Karangpawitan, Yadi Cahyadi, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Ia memastikan bahwa lingkungan sekitar dalam kondisi kondusif dan warga turut membantu proses evakuasi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Babinsa dan unsur masyarakat lainnya. Saat ini fokus utama adalah memastikan kondisi bayi stabil dan aman. Kami juga menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang,” ujar Yadi.

Babinsa Karangpawitan, Hendrik, menyampaikan bahwa pihaknya turut mengamankan lokasi penemuan serta membantu proses pengumpulan informasi dari warga sekitar.

“Kami mengimbau kepada masyarakat apabila memiliki informasi terkait kejadian ini agar segera melapor. Kami akan mendukung penuh aparat kepolisian dalam proses penyelidikan,” kata Hendrik.

Di sisi lain, Pembina masyarakat setempat, Ujang Solihin, mengungkapkan bahwa peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi lingkungan sosial. Ia berharap ada penguatan nilai-nilai moral dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan kemanusiaan. Kami akan mendorong kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ungkap Ujang.

Hal senada disampaikan MP Karangpawitan, Karno, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli dan responsif terhadap kondisi sosial di lingkungannya.

“Kita harus lebih peka. Jika ada warga yang menghadapi persoalan berat, jangan dibiarkan sendiri. Laporkan, komunikasikan dengan RT, RW, atau pihak kelurahan agar bisa dicarikan solusi bersama,” ujarnya.

Peristiwa ini pun menjadi perhatian luas masyarakat Karawang. Banyak warga yang datang ke RSUD untuk memastikan kondisi bayi dan mendoakan keselamatannya. Hingga berita ini diturunkan, bayi tersebut dalam kondisi mendapatkan perawatan intensif dan terus dipantau oleh tim medis.

Pihak kecamatan dan kelurahan mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum. Mereka juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan pengawasan lingkungan serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat demi menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Kisah penyelamatan bayi oleh Bu Entin menjadi bukti bahwa kepedulian dan keberanian warga dapat menyelamatkan nyawa. Di tengah keprihatinan atas tindakan tak bertanggung jawab tersebut, secercah harapan muncul dari solidaritas dan rasa kemanusiaan warga Karangpawitan.


Ferimaulana

Musrenbang RKPD 2027 di Kecamatan Karawang Barat, Camat Agus Somantri Tekankan Infrastruktur Berkualitas dan Terintegrasi

Karawang – Pemerintah Kecamatan Karawang Barat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Karawang Tahun 2027. Kegiatan yang dilaksanakan di aula kecamatan tersebut menjadi momentum strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan program pembangunan antara pemerintah desa/kelurahan dengan pemerintah kabupaten.

Mengusung tema “Penyediaan Infrastruktur, Konektivitas Wilayah yang Berkualitas, Merata dan Terintegrasi”, Musrenbang tingkat kecamatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimcam, para lurah dan kepala desa, tokoh masyarakat, perwakilan OPD, unsur pendidikan, kesehatan, serta elemen pemuda dan perempuan.

Camat Karawang Barat, Agus Somantri, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan forum penting untuk memastikan arah pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“Musrenbang ini adalah ruang partisipatif. Semua usulan yang disampaikan harus berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan mendesak di wilayah masing-masing. Fokus kita tahun 2027 adalah infrastruktur yang berkualitas dan konektivitas wilayah yang terintegrasi,” ujar Agus Somantri.

Ia menjelaskan bahwa Karawang Barat sebagai wilayah penyangga perkotaan menghadapi tantangan yang cukup kompleks, mulai dari kepadatan penduduk, kebutuhan peningkatan jalan lingkungan, drainase, penanganan banjir, hingga fasilitas umum dan sosial yang memadai.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh parsial dan sporadis, tetapi harus terencana secara matang agar memberikan dampak jangka panjang. Infrastruktur yang dibangun harus menunjang mobilitas masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan kualitas hidup warga.

“Kita ingin pembangunan yang tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Jalan yang baik akan mendukung aktivitas ekonomi, drainase yang optimal akan mengurangi risiko banjir, dan fasilitas publik yang layak akan meningkatkan kualitas pelayanan,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah usulan prioritas mengemuka, di antaranya perbaikan jalan lingkungan, normalisasi saluran air, pembangunan turap, peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan, serta penguatan UMKM melalui dukungan infrastruktur penunjang.

Agus Somantri juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan dengan perangkat daerah di tingkat kabupaten agar setiap usulan yang masuk dapat dikawal hingga tahap realisasi.

“Kami berharap seluruh usulan yang telah melalui proses dari tingkat RT, RW, desa dan kelurahan benar-benar diperjuangkan bersama. Sinergi dan komunikasi lintas sektor menjadi kunci agar perencanaan ini tidak berhenti di atas kertas,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus aktif mengawal proses pembangunan, termasuk dalam hal pengawasan pelaksanaan program agar berjalan transparan dan akuntabel.

Musrenbang RKPD 2027 tingkat Kecamatan Karawang Barat ini diharapkan mampu menghasilkan daftar prioritas pembangunan yang realistis, terukur, dan sesuai dengan kemampuan anggaran daerah, tanpa mengesampingkan kebutuhan mendasar masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan partisipasi, Pemerintah Kecamatan Karawang Barat optimistis pembangunan tahun 2027 akan semakin terarah, berkeadilan, serta mampu memperkuat konektivitas wilayah menuju Karawang yang lebih maju dan berdaya saing.


Ferimaulana

Kunjungan Kerja Ketua Bhayangkari Cabang Karawang, Berikan Tali Asih Kepada Anak Yatim Piatu‎‎

‎Polres Karawang - Ketua Bhayangkari Cabang Polres Karawang Ny. Yulian Fiki melakukan tatap muka dengan dengan pengurus Bhayangkari Ranting Polsek Klari di Halaman Gajebo Mako Polsek Klari, Desa Duren, Kec Klari, Kab Karawang. Rabu (11/02/2026).
‎Acara tatap muka ini di awali dengan sambutan Ketua Bhayangkari Ranting Polsek Klari Ny. Siti Barkah, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Bhayangkari Cabang Polres Karawang Ny Yulian Fiki.
‎Tatap muka yang dihadiri oleh ibu-ibu Bhayangkari Ranting Polsek Klari ini merupakan salah satu rangkain kegiatan kunjungan kerja Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah dan Ketua Bhayangkari Cabang Polres Karawang Ny. Yulian Fiki di wilayah hukum Polsek Klari.
‎Dalam sambutannya, Ketua Bhayangkari Cabang Polres Karawang Ny. Yulian Fiki mengatakan bahwa melalui kegiatan ini dapat mempererat tali silahturahmi pengurus daerah dan pengurus cabang.
‎“Kemudian untuk melihat perkembangan dan kemajuan organisasi Bhayangkari di lingkungan Bhayangkari Ranting Klari, pada kesempatan ini, saya harapkan Bhayangkari dapat selalu mendampingi suami dimanapun ditugaskan,” ucap Ny. Yulian Fiki.
‎Keberadaan Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari sangat dibutuhkan dalam mendukung Polri saat ini untuk menjalankan misinya sebagai pemelihara Kamtibmas.
‎“Bhayangkari diharapkan mampu memberikan sumbangsih nyata tidak saja bagi keluarga besar Polri juga bagi masyarakat,” katanya.
‎Tatap muka berlangsung dengan suasana yang sangat akrab, selanjutnya tatap muka diisi dengan memberikan bantuan berupa tali asih kepada anak yatim piatu.
‎Selain itu juga dilaksanakan pengecekan administrasi Yayasan Kemala Bhayangkari dan meninjau Taman Kanak-kanak Kemala Bhayangkari Ranting Polsek Klari.
‎Polres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah


Ferimaulana

Muscab XII BPC GAPENSI Karawang 2026 Tegaskan Arah Baru Organisasi, Yayat Hidayatulloh Pimpin Periode 2026–2031

Karawang – Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Karawang sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-XII Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Swiss-Belinn, Jalan Ahmad Yani, Karawang, Rabu (11/2/2026). Mengangkat tema “Transformasi GAPENSI Membangun Karawang,” forum lima tahunan ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah dan strategi organisasi ke depan.

Muscab XII dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota GAPENSI Karawang, serta perwakilan dari sejumlah daerah seperti DKI Jakarta, Bekasi, dan Purwakarta. Kehadiran tamu undangan dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan kuatnya solidaritas dan komitmen bersama dalam memperkuat peran asosiasi jasa konstruksi di tingkat daerah maupun nasional.

Dalam sidang pleno yang berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan, Yayat Hidayatulloh secara aklamasi ditetapkan sebagai Ketua BPC GAPENSI Karawang periode 2026–2031. Penetapan secara aklamasi ini mencerminkan soliditas internal organisasi serta dukungan penuh anggota terhadap kepemimpinan Yayat untuk lima tahun ke depan.

Ketua terpilih, Yayat Hidayatulloh, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya untuk membawa GAPENSI Karawang menjadi organisasi yang lebih progresif dan profesional.

“Alhamdulillah, amanah ini adalah tanggung jawab besar. Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh anggota. Dengan kekuatan kepengurusan yang saat ini telah mencapai 87 orang, kita memiliki potensi besar untuk melakukan transformasi organisasi secara menyeluruh,” ujar Yayat.

Ia menegaskan bahwa transformasi yang dimaksud tidak hanya sebatas perubahan struktural, tetapi juga menyentuh aspek manajemen, tata kelola organisasi, peningkatan kompetensi anggota, hingga penguatan etika dan integritas pelaku jasa konstruksi.

Menurutnya, tantangan sektor konstruksi ke depan semakin kompleks, terutama di tengah percepatan pembangunan infrastruktur dan dinamika regulasi yang terus berkembang. Oleh karena itu, GAPENSI Karawang harus mampu beradaptasi dan menjadi organisasi yang responsif terhadap perubahan.

“Kita ingin GAPENSI hadir bukan hanya sebagai asosiasi, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang berkualitas, transparan, dan berkelanjutan. Profesionalisme dan integritas harus menjadi fondasi utama,” tegasnya.

Selain agenda pemilihan ketua, Muscab XII juga menjadi forum evaluasi kinerja kepengurusan periode sebelumnya serta penyusunan program kerja strategis lima tahun mendatang. Beberapa poin prioritas yang mengemuka antara lain penguatan kapasitas usaha anggota, peningkatan daya saing kontraktor lokal, serta mendorong terciptanya iklim usaha konstruksi yang sehat dan berkeadilan.

Para peserta Muscab juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam menghadapi persaingan industri konstruksi yang semakin terbuka. Sinergi antar-BPC dinilai dapat memperluas jejaring usaha, meningkatkan pertukaran informasi, serta memperkuat posisi GAPENSI sebagai organisasi profesi yang kredibel.

Dengan terpilihnya Yayat Hidayatulloh sebagai Ketua BPC GAPENSI Karawang periode 2026–2031, diharapkan semangat transformasi benar-benar terwujud dalam langkah nyata. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu membawa GAPENSI Karawang menjadi organisasi yang solid, adaptif, serta berkontribusi signifikan terhadap pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Karawang.

Muscab XII pun ditutup dengan semangat optimisme bahwa GAPENSI Karawang akan semakin maju, profesional, dan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.



Ferimaulana

Reses II 2026,Anggota DPRD Karawang Natala Sumeda Siap Perjuangkan Ambulans, dan Penanganan Sampah di Naga Sari

‎KARAWANG – Anggota DPRD Kabupaten Karawang praksi partai PDIP, Daerah Pemilihan (Dapil) I, Natala Sumeda, SE., Ak., menggelar Reses II Tahun 2026 di Aula Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Kegiatan tersebut dihadiri unsur masyarakat, tokoh lingkungan, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna Kelurahan Nagasari, perwakilan sekolah, para Ketua RT/RW, serta ibu-ibu PKK.
‎Turut hadir Babinsa Mulyanto, Bhabinkamtibmas Endang Fajar Sidik, Ketua LPM Nano, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
‎Dalam sambutannya, Kepala Kelurahan Nagasari, H. Hasbullah, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan reses di wilayahnya serta berharap seluruh aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti demi kemajuan Nagasari.
‎Pada sesi dialog, berbagai aspirasi disampaikan warga. Maman, mengusulkan pengadaan mesin fogging untuk mendukung pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), khususnya saat musim penghujan.
‎“Ketersediaan alat fogging sangat dibutuhkan sebagai langkah antisipasi penyebaran DBD di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
‎Persoalan sampah juga menjadi sorotan. Warga Bobojong RT 02 mengeluhkan kondisi wilayah Tuparev yang dinilai dalam keadaan “darurat sampah” akibat keterlambatan pengangkutan. Kondisi tersebut menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.
‎Sementara itu, PSM Kesos, Mimin, menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan ambulans bagi warga yang sakit. Ia berharap adanya dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan di sekitar wilayah tersebut untuk pengadaan ambulans sebagai penunjang pelayanan sosial dan kemanusiaan.
‎Dari unsur pemuda, Karang Taruna Bidang Kebudayaan, Hasan, menyoroti sejumlah titik pembuangan sampah liar yang memerlukan penanganan serius. Ia meminta dukungan bantuan material guna mendukung kebersihan lingkungan serta menekankan pentingnya pembinaan spiritual bagi generasi muda.
‎Di sektor pendidikan, Komite SDN 4 Nagasari,Ape mengajukan permohonan bantuan sarana dan prasarana sekolah yang dinilai sudah tidak layak. Mereka berharap adanya perhatian serius agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
‎Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Natala Sumeda menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap usulan sesuai dengan kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
‎“Terkait pengajuan ambulans, saya sangat mendukung. Insyaallah pada Juni atau Juli 2026 akan segera terealisasi,” ujarnya.
‎Terkait pengelolaan sampah, Natala menjelaskan bahwa terdapat dua Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur persoalan tersebut.
‎“Yang pertama dikelola oleh pemerintah daerah, sedangkan di tingkat desa memungkinkan untuk dikelola secara swakelola,” jelasnya.
‎Untuk pengadaan mesin fogging, ia memastikan akan segera menindaklanjuti dengan mencari informasi harga mesin produksi lokal yang dinilai lebih mudah dalam perawatan dan efisien dalam penggunaan.
‎Sedangkan terkait kondisi SDN 4 Nagasari, Natala menyatakan akan melakukan pengecekan ulang terhadap tingkat kerusakan bangunan.
‎“Untuk SDN 4 akan dicek ulang sejauh mana tingkat kerusakannya. Kalau sudah diajukan, jangan sampai dua kali, karena output-nya itu-itu juga,” tegasnya.
‎Adapun mengenai pengadaan bak sampah, pihaknya akan melakukan survei lapangan terlebih dahulu guna mengetahui ukuran serta kebutuhan riil di masyarakat.
‎Melalui Reses II ini, Natala Sumeda menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda formal, melainkan wadah menyerap aspirasi masyarakat secara langsung agar dapat diperjuangkan dalam program pembangunan daerah Kabupaten Karawang.
‎Karnata, Renal

CEO Karbi Kang Dedi Iskandar Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Ketua BPC Gapensi Karawang Periode 2026 - 2031

karawangbicara.id | Yayat Hidayatullah, secara aklamasi terpilih menjadi ketua BPC Gapensi badan pengurus cabang gabungan pengusaha kontruksi nasional Indonesia ( GAPENSI ) di kabupaten  Karawang periode 2026 - 2031 dalam acara musyawarah cabang ke - XII BPC Gapensi di Karawang yang digelar di hotel Swiss bell Karawang Rabu ( 11/02/2026 ).

Kang Dedi Iskandar" CEO Karbi sebagai anggota Gapensi ucapkan selamat atas terpilihnya ketua baru BPC Gapensi Karawang" Yayat Hidayatullah' semoga ketua BPC Gapensi Karawang yang baru memberikan kemajuan buat para pengusaha jasa kontruksi dan selalu memberikan pencerahan serta bersinergi dengan pemerintahan karawang.' ucapnya

Gapensi sebagai wadah komunikasi antar anggota dan pemerintah dan masyarakat mengenai hal - hal tentang jasa kontruksi memiliki tujuan untuk mempersatukan kemampuan usaha serta kegiatan agar mencapai tujuan bersama.' ungkapnya

Dan sekali lagi kami sebagai CEO Karbi sebagai anggota Gapensi ucapan setinggi - tungginya kepada ketua BPC yang terpilih dan panitia penyelenggara yang sudah bekerja keras demi kesuksesan acara musyawarah cabang BPC Gapensi karawang yang ke - XII demikian pula buat seluruh anggota Gapensi untuk memberikan dukungan kepada ketua BPC Gapensi yang Baru.' pungkas" Kang Dedi Iskandar. ( par )

Muscab XII BPC GAPENSI Karawang 2026, Yayat Hidayatulloh Terpilih Aklamasi Pimpin Periode 2026–2031

Karawang – Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Karawang menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-XII Tahun 2026 di Hotel Swiss-Belinn, Jalan Ahmad Yani, Karawang, Rabu (11/2/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Transformasi GAPENSI Membangun Karawang.”
‎Muscab berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Dalam forum tertinggi organisasi tingkat cabang tersebut, Yayat Hidayatulloh secara aklamasi terpilih sebagai Ketua BPC GAPENSI Karawang untuk masa bakti 2026–2031.
‎Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan GAPENSI dari berbagai daerah, di antaranya Jakarta, Bekasi, Purwakarta, serta tuan rumah Karawang. Kehadiran para pengurus dari luar daerah menambah semarak sekaligus memperkuat sinergi antarwilayah dalam membangun sektor jasa konstruksi yang profesional dan berdaya saing.
‎Dalam sambutannya usai terpilih, Yayat Hidayatulloh menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh anggota.
‎“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saat ini, kepengurusan (OC) sudah mencapai 87 anggota. Ini menjadi modal besar bagi kita untuk melakukan transformasi organisasi yang lebih solid, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Yayat.
‎Ia menegaskan, ke depan GAPENSI Karawang akan fokus pada penguatan kapasitas anggota, peningkatan kualitas dan integritas pelaku jasa konstruksi, serta memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Karawang.
‎Melalui tema transformasi, Muscab XII ini diharapkan menjadi momentum pembaruan organisasi, baik dari sisi manajemen, tata kelola, maupun kontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
‎Dengan kepemimpinan baru periode 2026–2031, GAPENSI Karawang optimistis mampu menjadi mitra strategis pemerintah serta garda terdepan dalam mendorong pertumbuhan sektor konstruksi yang transparan, akuntabel, dan berdampak positif bagi masyarakat Karawang.
‎Karnata, Renal
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done