KARAWANG BICARA

Jumat, 06 Maret 2026

Polres Karawang Gelar Latihan Praoperasi Ketupat Lodaya 2026 untuk Amankan Arus Mudik

Polres Karawang – Dalam rangka kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kepolisian Resor Karawang menggelar Latihan Praoperasi (Latpraops) Terpusat Ketupat Lodaya 2026. Kegiatan yang bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memantapkan kemampuan personel ini berlangsung di Aula Tathya Dharaka Polres Karawang, Dipimpin langsung Kapolres Karawang AKBP Fiki N Ardiansyah, hadir Wakapolres Kompol Andriyanto beserta para pejabat utama sebagai instruktur di masing-masing satuan tugas (satgas). Jumat (6/3).

Kapolres Karawang AKBP Fiki N Ardinsyah melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan menyatakan bahwa Latpraops ini merupakan tahapan krusial untuk memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya di lapangan. Dengan mengusung Operasi Kepolisian terpusat "Ketupat Lodaya 2026", diharapkan pengamanan jalur mudik, ibadah, dan arus balik di wilayah hukum Polres Karawang dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif.

Dalam latihan tersebut, jajaran Polres Karawang menunjuk enam perwira sebagai instruktur untuk memimpin langsung pemaparan materi di masing-masing Satgas. Berikut adalah daftar instruktur yang terlibat:

1. AKP Agustana Eka Kusuma, S.I.K., M.A.P. , selaku Kasat Intelkam, bertindak sebagai Instruktur Satgas 1 yang fokus pada bidang intelijen dan deteksi dini.
2. AKP Wahyu Kurniawan, S.H. , selaku Kasatsamapta, menjadi Instruktur Satgas 2 yang bertugas mengatur kegiatan patroli dan pengamanan terbuka.
3. AKP Sudirianto, S.H., M.M. , selaku Kasatlantas, ditunjuk sebagai Instruktur Satgas 3 yang memusatkan perhatian pada rekayasa lalu lintas dan antisipasi kemacetan.
4. AKP M. Nazal Fawwaz, S.T.K., S.I.K., M.Si. , selaku Kasatreskrim, menjadi Instruktur Satgas 4 yang mengkoordinasikan langkah penegakan hukum dan penanganan tindak pidana selama operasi.
5. AKP Hasanuddin Bahar, S.H. , selaku Kasipropam, berperan sebagai Instruktur Satgas 5 yang bertugas memastikan profesionalisme dan disiplin personel di lapangan.
6. IPDA Cep Wildan Nurzain, S.H. , selaku Kasubsi Penmas, menjadi Instruktur Satgas 6 yang akan mengelola publikasi, dokumentasi, serta penyebaran informasi kepada masyarakat.

Latpraops ini tidak hanya diisi dengan pemaparan materi teknis dari masing-masing instruktur, tetapi juga diskusi dan simulasi untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, seperti kepadatan kendaraan di titik-titik rawan macet, gangguan kamtibmas, hingga kebutuhan pelayanan publik bagi para pemudik.

Dengan terlaksananya Latpraops ini, Polres Karawang berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan seluruh rangkaian Operasi Ketupat Lodaya 2026 berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat Karawang dan para pemudik.


Ferimaulana

Bupati Aep Terima Kunjungan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Dorong Penguatan Tata Kelola Pemerintahan dan Peningkatan Pelayanan Publik di Karawang

Karawang,– Pemerintah Kabupaten Karawang menerima kunjungan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Dr. Cheka Virgowansyah, S.STP., M.E., dalam rangka penguatan tata kelola pemerintahan daerah guna meningkatkan kinerja birokrasi dan memperkuat daya saing daerah yang berkelanjutan.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE, di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Singaperbangsa, Kantor Bupati Karawang, pada Jumat (06/03/2026). Agenda tersebut dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, para Asisten Daerah, Staf Ahli Bupati, Inspektur Daerah, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang.

Pertemuan ini menjadi forum strategis bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pemahaman mengenai implementasi otonomi daerah sekaligus meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program pembangunan.

Dalam sambutannya, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menegaskan bahwa otonomi daerah merupakan instrumen penting dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Namun, menurutnya, keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah tidak hanya bergantung pada kepala daerah semata, melainkan memerlukan kerja sama yang solid dari seluruh unsur birokrasi.

Bupati Aep menekankan bahwa seluruh perangkat daerah memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan pemerintah dapat berjalan efektif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintahan daerah harus berjalan secara kolektif dan saling mendukung. Mulai dari Sekretaris Daerah, para kepala OPD, hingga perangkat di tingkat kecamatan dan kelurahan harus memiliki komitmen yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang terus berupaya melakukan berbagai langkah perbaikan dalam tata kelola pemerintahan, termasuk peningkatan kualitas pelayanan publik, reformasi birokrasi, serta penguatan sistem pengawasan internal.

Sementara itu, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Dr. Cheka Virgowansyah, dalam arahannya menjelaskan bahwa otonomi daerah merupakan salah satu kebijakan penting dalam sistem pemerintahan Indonesia yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat serta memberikan ruang bagi daerah untuk mengelola potensi dan sumber dayanya secara optimal.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan kepala daerah serta kekompakan dan profesionalitas aparatur pemerintah daerah.

Menurutnya, kepala daerah tidak dapat menjalankan tugasnya secara sendiri, melainkan harus didukung oleh sistem birokrasi yang kuat, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Otonomi daerah bukan hanya tentang kewenangan, tetapi juga tentang tanggung jawab. Di dalamnya ada peran Sekda, para kepala OPD, camat hingga lurah yang secara berjenjang membantu kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahan serta menerjemahkan kebijakan pemerintah pusat agar dapat diimplementasikan dengan baik di daerah,” ungkapnya.

Cheka juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar berbagai program pembangunan nasional dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Ia berharap pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, memperkuat transparansi, serta membangun sistem pelayanan publik yang lebih modern dan efisien.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan jajaran Pemerintah Kabupaten Karawang semakin memahami peran strategisnya dalam pelaksanaan otonomi daerah sekaligus mampu memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menjalankan berbagai program pembangunan.

Dengan penguatan tata kelola pemerintahan yang semakin baik, Pemerintah Kabupaten Karawang optimistis dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan daerah, serta mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat yang lebih merata dan berkelanjutan.



Ferimaulana

Sekda Karawang Ikuti Pengukuhan UPT BPOM, Perkuat Pengawasan Obat, Makanan dan Produk Kesehatan di Daerah

KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pengawasan terhadap peredaran obat, makanan, kosmetik, serta berbagai produk kesehatan di masyarakat. Hal tersebut tercermin dari keikutsertaan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P., dalam kegiatan pengukuhan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dilaksanakan secara daring, Jumat (6/3/2026).

Sekda Karawang mengikuti kegiatan tersebut dari Command Center Lantai 3 Gedung Singaperbangsa, Karawang, mewakili Bupati Karawang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat sistem pengawasan terhadap berbagai produk yang beredar di masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan konsumen.

Turut hadir mendampingi Sekda dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat perangkat daerah, di antaranya Plt. Kepala Loka POM Karawang Jajat Setia Permana, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang.

Kegiatan pengukuhan UPT BPOM ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan pengawasan terhadap produk obat dan makanan. Dengan adanya unit pelaksana teknis yang semakin diperkuat, diharapkan pengawasan terhadap produk yang beredar di masyarakat dapat dilakukan lebih optimal dan menyentuh hingga tingkat daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Bone yang turut hadir secara virtual menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengawasi industri rumah tangga yang memproduksi pangan maupun obat tradisional. Menurutnya, banyak produk yang beredar di masyarakat berasal dari skala usaha kecil dan rumah tangga, sehingga perlu adanya pembinaan serta pengawasan secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa keamanan pangan dan obat tradisional menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat produk-produk tersebut dikonsumsi langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, pengawasan terhadap bahan baku, proses produksi, hingga distribusi produk harus dilakukan secara ketat agar tidak membahayakan kesehatan masyarakat.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap bahan obat yang berpotensi mengandung zat berbahaya, termasuk yang berkaitan dengan narkotika dan zat adiktif lainnya. Menurutnya, pengawasan terhadap hal tersebut tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat.

“Pengawasan yang kuat sangat penting, terutama terhadap produk pangan rumahan dan obat tradisional yang beredar di masyarakat. Pemerintah daerah perlu berperan aktif dalam memastikan produk yang beredar telah memenuhi standar keamanan dan kualitas,” ujarnya.

Ia juga berharap kehadiran BPOM hingga ke tingkat daerah, bahkan hingga desa, dapat memperkuat sistem pengawasan yang selama ini masih memiliki berbagai tantangan. Dengan pengawasan yang lebih dekat dengan masyarakat, diharapkan berbagai potensi pelanggaran dapat dideteksi sejak dini.

Lebih lanjut disampaikan bahwa hingga saat ini masih ditemukan sejumlah produk pangan yang beredar dengan label yang belum terverifikasi atau tidak memenuhi ketentuan yang berlaku. Hal ini menjadi perhatian serius karena label produk merupakan salah satu informasi penting bagi konsumen terkait kandungan, keamanan, serta masa berlaku produk.

Melalui penguatan peran UPT BPOM di daerah, pemerintah berharap masyarakat dapat terlindungi dari berbagai produk yang tidak memenuhi standar keamanan. Selain itu, para pelaku usaha juga diharapkan semakin memahami pentingnya mematuhi regulasi serta meningkatkan kualitas produk yang mereka hasilkan.

Dengan sinergi antara BPOM, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya, diharapkan sistem pengawasan terhadap obat dan makanan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Karawang, dapat berjalan lebih efektif demi melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat.


Ferimaulana

Kamis, 05 Maret 2026

Bupati Karawang Tegaskan THR Pekerja Harus Dibayar Penuh dan Tepat Waktu, Disnakertrans Buka Hotline Pengaduan

KARAWANG – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Bupati Karawang **H. Aep Syaepuloh, SE** menegaskan kepada seluruh perusahaan di wilayah Kabupaten Karawang agar menunaikan kewajiban pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerja secara penuh dan tepat waktu. Ia menekankan bahwa THR merupakan hak pekerja yang tidak boleh diabaikan atau ditunda tanpa alasan yang jelas.

Hal tersebut disampaikan Bupati Aep saat memberikan keterangan di Markas Komando (Mako) Satpol PP Karawang, Kamis (5/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan seluruh pelaku usaha agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah terkait kewajiban pembayaran THR.

Menurut Aep, perusahaan tidak diperkenankan membayar THR dengan cara mencicil. Ia menegaskan bahwa pekerja harus menerima haknya secara penuh sebesar 100 persen sesuai ketentuan yang berlaku.

“Tidak boleh dicicil. THR itu harus dibayarkan penuh 100 persen kepada para pekerja,” tegas Aep.

Meski demikian, Aep mengakui dalam kondisi tertentu perusahaan dapat melakukan pembayaran secara bertahap dalam waktu yang sangat dekat. Namun ia mengingatkan bahwa pembayaran tersebut tetap harus diselesaikan sebelum Hari Raya Idul Fitri tiba.

“Kalaupun ada kondisi tertentu, pembayaran bertahap boleh saja dalam waktu yang sangat dekat, tetapi jangan sampai melewati Lebaran Idul Fitri 2026,” jelasnya.

Lebih lanjut, Aep mengingatkan bahwa aturan mengenai pembayaran THR telah diatur dalam edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Dalam ketentuan tersebut disebutkan bahwa perusahaan wajib membayarkan THR kepada pekerja paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Ia berharap seluruh perusahaan di Karawang dapat mematuhi ketentuan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kesejahteraan para pekerja, khususnya menjelang hari besar keagamaan yang menjadi momen penting bagi masyarakat.

Untuk memastikan hak pekerja terpenuhi, Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) juga telah menyiapkan mekanisme pengaduan bagi para pekerja yang mengalami kendala terkait pembayaran THR.

Bupati Aep mengatakan dirinya telah memerintahkan Kepala Disnakertrans Karawang agar membuka layanan hotline pengaduan THR. Layanan ini diharapkan dapat memudahkan pekerja untuk melaporkan apabila perusahaan tempat mereka bekerja tidak menunaikan kewajibannya.

“Sudah saya perintahkan Disnakertrans untuk membuka hotline pengaduan. Jadi kalau ada pekerja yang merasa belum menerima THR atau dibayar tidak penuh, bisa langsung melapor,” ujarnya.

Selain membuka layanan pengaduan, pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya para pengawas ketenagakerjaan, guna memastikan seluruh perusahaan mematuhi aturan yang berlaku.

Menurut Aep, kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat penting untuk mengawasi pelaksanaan pembayaran THR agar tidak merugikan para pekerja.

“Jadi kalau ada laporan seperti ‘THR saya belum dibayar’, atau ‘baru dibayar 50 persen’, bahkan ‘baru 30 persen’, semuanya bisa dilaporkan. Dengan begitu pengawas ketenagakerjaan bisa segera menindaklanjuti,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja Disnakertrans Karawang, Ahmad Juaeni, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada perusahaan yang mengajukan permohonan penundaan pembayaran THR.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan di Karawang sejauh ini masih berkomitmen untuk memenuhi kewajibannya kepada para pekerja.

“Sampai saat ini belum ada perusahaan yang mengajukan penundaan pembayaran THR,” ungkap Ahmad.

Ia menambahkan, Disnakertrans Karawang telah membuka layanan pengaduan bagi masyarakat atau pekerja yang ingin melaporkan permasalahan terkait THR. Layanan tersebut dapat diakses melalui hotline yang telah disediakan maupun dengan datang langsung ke kantor Disnakertrans.

Pelayanan pengaduan secara tatap muka dibuka setiap hari kerja, yakni Senin hingga Jumat mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Melalui layanan tersebut, pemerintah berharap para pekerja tidak perlu ragu untuk melaporkan jika mengalami kendala dalam menerima THR. Disnakertrans berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan yang masuk serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Karawang juga berharap seluruh perusahaan dapat menjaga hubungan industrial yang harmonis dengan para pekerja, terutama di bulan suci Ramadan yang identik dengan nilai kebersamaan dan kepedulian.

Dengan pembayaran THR yang tepat waktu dan sesuai aturan, diharapkan para pekerja dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan lebih tenang dan bahagia bersama keluarga.



Ferimaulana

Bupati Karawang Hadiri Festival Ramadhan Dekranasda Outlet Oleh-Oleh Karawang‎

‎Karawang – Bupati Karawang Aep Syaepuloh menghadiri sekaligus membuka Festival Ramadhan yang digelar oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Karawang (Dekranasda) di Outlet Oleh-Oleh Dekranasda, Jalan Interchange Karawang, Kecamatan Telukjambe Timur, Kamis (5/3/2026) pukul 15.00 WIB.
‎Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan,koperasi dan UKM, Kabupaten Karawang, Dindin Rahmadhy S. Sos. MM,DISDIKBUD H. Wawan Setiawan, Kepala Kejaksaan Negeri Karawang Dedi Irwan Wiratama, Dandim Naryanto, Polres karawang fiki N Ardiasyah, kepala DISHUB Muhana, ,kadis Pertanian Rohman, kadis DPMD Syaepuloh, serta jajaran dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang.
‎Festival Ramadhan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan promosi produk lokal yang sebelumnya telah dilaksanakan di wilayah Karangpawitan dan sejumlah kecamatan di Kabupaten Karawang. Kegiatan tersebut berlangsung mulai 5 Maret hingga 15 Maret 2026 dengan tujuan memperkenalkan berbagai produk khas Karawang kepada masyarakat luas.
‎Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Karawang, H. Wawan Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha lokal.
‎“Harapannya acara ini dapat meningkatkan penjualan produk lokal khas Karawang,” ujarnya.
‎Pada kesempatan yang sama, Bupati Karawang Aep Syaepuloh juga menyerahkan akta pengesahan kepada Ketua Dekranasda Kabupaten Karawang, Vida Syaepuloh.
‎Dalam sambutannya, Aep menyampaikan bahwa lokasi outlet oleh-oleh tersebut dinilai sangat strategis untuk mendukung promosi produk UMKM daerah.
‎“Tempat ini bagus dan sangat strategis. Semoga ke depannya tempat ini bisa menjadi wadah untuk mengenalkan seluruh UMKM di Kabupaten Karawang,” kata Aep.
‎Melalui kegiatan Festival Ramadhan Dekranasda ini, pemerintah daerah berharap produk-produk kerajinan dan kuliner khas Karawang semakin dikenal masyarakat serta mampu meningkatkan daya saing UMKM lokal.
‎Karnata, Renal

Polisi Identifikasi Penemuan Jenazah di Saluran Irigasi Desa Kemiri Kecamatan Jayakerta‎

‎Karawang - Polsek Rengasdengklok bersama tim Inafis Polres Karawang melakukan identifikasi terhadap temuan sesosok mayat laki-laki di saluran Pintu Air irigasi Dusun Buah gebang Desa Kemiri Kec.Jayakerta Kab.Karawang
‎Kamis, (05/02/2026) Pagi
‎Kapolres Karawang Polda Jabar AKBP. Fiki N Ardiansyah. melalui Kapolsek Rengasdengklok Kompol H.Edi Karyadi S.H mengatakan, setelah mendapat laporan dari warga pihaknya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) juga berkoordinasi tim Inafis Polres Karawang untuk melakukan olah TKP, Dari hasil pemeriksaan awal, di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan
‎“Jenazah korban dievakuasi dengan bantuan masyarakat setempat, tim Inafis Polres Karawang dan anggota Polsek Rengasdengklok ,” Ujar Kompol Edi Karyadi, Kamis (05/02/2026)
‎Kompol Edi Karyadi menjelaskan, penemuan jenazah bermula saat warga sekitar lokasi penemuan mayat bernama  Uci Sanusi (34) melintas di jembatan pintu air mencium bau tak sedap dari saluran irigasi.
‎Merasa curiga, kemudian Uci Sanusi melihat kebawah ternyata bau tersebut berasal dari sesosok mayat yang terapung di atas air saluran irigasi, Setelah penemuan itu, saksi memberi tahu warga sekitar Kemudian oleh warga penemuan tersebut dilaporkan ke petugas Polsek Rengasdengklok
‎“Korban diketahui bernama Muhamad Farid Ihsan alias Endo (17) Warga Dusun  Babakan Banten RT.012.RW.003 Desa Kutajaya Kec.Kutawaluya Kab.Karawang  Identitas korban diketahui dari saksi 2 bernama Mahruf Apandi (20) keluarga  korban yang datang kelokasi ,” jelasnya.
‎Kapolsek menambahkan, menurut keluarga korban Mahruf Afandi. Korban terakhir bertemu pada hari rabu sekitar pukul. 01.00 Wib. pada saat itu korban meninggalkan rumah ijin hendak main ke rumah temanya. namun tidak kunjung pulang hingga akhirnya ditemukan sudah menjadi mayat.
‎“Jasad korban kemudian di bawa tim Inafis polres Karawang ke Rsud Karawang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, Sementara kasusnya ditangani pihak kepolisian sektor Rengasdengklok," pungkasnya
‎Karnata, Renal

Ramadhan Bersyukur, PT Astra Daihatsu Motor dan PT Kuta Singa Perbangsa Salurkan CSR untuk Empat Desa di Ciampel‎

Karawang – Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan untuk berbagi kebaikan. PT Astra Daihatsu Motor bersama PT Kuta Singa Perbangsa menggelar kegiatan sosial bertajuk Ramadhan Bersyukur dengan menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat di empat desa wilayah Kecamatan Ciampel, Rabu (4/3/2026).
‎Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Mulyasari tersebut dihadiri Ketua DPRD Karawang H. Endang Sodikin, Ketua Apdesi H. Margono, Kepala Desa Mulyasejati H. Jumadi, Kepala Desa Kutanegara Adon Jahilin, Kepala Desa Tegalega H. Arsudin Dedi Apriadi, serta perwakilan Kecamatan Ciampel. Turut hadir unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh MUI, dan tokoh masyarakat setempat.
‎Dalam kegiatan itu, bantuan beras sebanyak 62,98 ton disalurkan kepada warga di tiga desa, yakni Desa Mulyasari, Desa Mulyasejati, dan Desa Tegalega. Sementara Desa Kutanegara menerima bantuan program bedah dua unit rumah bagi warga kurang mampu.
‎Perwakilan PT Astra Daihatsu Motor, Yazid Alfaizud, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
‎“Alhamdulillah, di bulan penuh berkah ini kami bisa kembali berbagi dengan masyarakat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan membawa manfaat bagi warga Ciampel,” ujarnya.
‎Sementara itu, perwakilan PT Kuta Singa Perbangsa, Dadi Mulyadi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar.
‎“Program bedah rumah ini menjadi wujud nyata kepedulian kami terhadap warga yang membutuhkan. Selain itu, sebanyak 62,98 ton beras juga telah disalurkan kepada masyarakat di tiga desa. Kami berharap sinergi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik,” jelasnya.
‎Ketua DPRD Karawang, H. Endang Sodikin, mengapresiasi langkah kedua perusahaan tersebut dalam membantu masyarakat Ciampel.
‎“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PT Astra Daihatsu Motor dan PT Kuta Singa Perbangsa. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk turut berkontribusi,” ungkapnya.
‎Senada dengan itu, Ketua Apdesi H. Margono menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan kepada desa-desa di Kecamatan Ciampel.
‎“Puji syukur, di bulan Ramadhan ini masyarakat kami mendapat perhatian dan bantuan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut demi kesejahteraan warga,” tuturnya.
‎Kegiatan Ramadhan Bersyukur ini menjadi bukti kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam membangun kepedulian sosial serta mempererat kebersamaan di tengah masyarakat Kabupaten Karawang.
‎Karnata, Renal
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done