Karawang — Sebanyak 50 siswa yang teridentifikasi memiliki perilaku menyimpang atau berpotensi bermasalah di lingkungan sekolah dikirim ke barak pembinaan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang. Program ini digagas sebagai upaya preventif untuk menyelamatkan generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan dan kenakalan remaja.
Kegiatan pembinaan ini melibatkan unsur TNI, Polri, dan Dinas Pendidikan sebagai pelatih dan pembina dalam hal kedisiplinan, karakter, dan nasionalisme. Para siswa akan menjalani program intensif selama beberapa hari untuk membentuk kembali sikap, mental, serta kedisiplinan.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyatakan bahwa pendekatan ini bukan bentuk hukuman, melainkan bentuk kasih sayang dan perhatian negara terhadap generasi muda.
“Anak-anak ini bukan musuh kita. Mereka aset masa depan yang perlu dibentuk dengan baik. Harapan saya, setelah pulang dari sini, mereka bisa menjadi agen perubahan di sekolah dan lingkungan masing-masing,” ujar Bupati Aep saat membuka program tersebut.
Program ini mendapat respon positif dari masyarakat dan para guru, yang menilai langkah ini sebagai solusi konkret dalam menghadapi fenomena tawuran, bolos massal, dan perilaku menyimpang lainnya di kalangan pelajar.
Pemkab Karawang berkomitmen untuk terus memberikan perhatian khusus terhadap isu pendidikan karakter sebagai fondasi pembangunan SDM unggul di masa depan.
Ferimaulana