Karawang – Ancaman abrasi yang terus menggerus wilayah pesisir Karawang mendorong aksi nyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang. Ribuan hingga belasan ribu bibit mangrove ditanam sebagai benteng alami untuk melindungi permukiman warga sekaligus memperkuat sabuk hijau pesisir.
Langkah ini menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah daerah dalam menghadapi dampak perubahan lingkungan yang kian nyata dirasakan masyarakat pesisir.
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. menegaskan bahwa mangrove merupakan solusi alami paling efektif untuk menahan laju abrasi dan menjaga stabilitas garis pantai.
“Penanaman mangrove adalah langkah strategis. Akar-akar mangrove yang kuat mampu menahan hempasan gelombang laut dan melindungi kawasan pesisir dari kerusakan lebih parah,” tegasnya, Selasa (30/12).
Ia menekankan bahwa keberhasilan perlindungan pesisir tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas pihak.
“Melalui kolaborasi antara Partai Gerindra dan masyarakat pesisir, gerakan ini tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menabur harapan untuk mewujudkan Karawang yang lebih teduh, lestari, dan berdaya,” ujar Aep.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 5.000 bibit mangrove ditanam sebagai tahap awal pemulihan ekosistem pesisir.
“Mulai hari ini kita tanam 5.000 bibit mangrove. Ini bukan sekedar angka, tetapi komitmen nyata untuk memulihkan ekosistem dan mencegah dampak abrasi,” tambahnya.
Bupati Karawang juga menyampaikan apresiasi kepada Partai Gerindra serta seluruh lembaga dan elemen masyarakat yang turut berperan aktif dalam aksi lingkungan tersebut.
Sementara itu, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., menyatakan bahwa penanaman mangrove merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat pesisir dari ancaman bencana ekologis.
“Penanaman ribuan mangrove ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya gelombang besar aksi pelestarian lingkungan yang lebih masif di masa depan. Kami sangat mendukung langkah ini,” ujarnya.
Dengan hadirnya ribuan mangrove baru, kawasan pesisir Cemarajaya diharapkan memiliki perlindungan yang lebih kuat dari abrasi, sekaligus memulihkan fungsi ekologis pesisir sebagai penyangga kehidupan dan sumber kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Alim