KARAWANG – Ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja di Kabupaten Karawang berangkat menuju Jakarta untuk mengikuti aksi unjuk rasa nasional di kawasan Istana Negara, Selasa (30/12/2025). Aksi tersebut merupakan bagian dari konsolidasi buruh secara nasional guna menyuarakan sejumlah tuntutan terkait isu ketenagakerjaan kepada pemerintah pusat.
Sejak pagi hari, para buruh mulai berkumpul di beberapa titik yang telah ditentukan. Mereka diberangkatkan secara terorganisir menggunakan kendaraan yang difasilitasi masing-masing serikat, dengan pengawalan ketat dari jajaran Polres Karawang.
Kapolres Karawang AKBP Fikri Novian Ardiansyah menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal dengan tetap menjunjung tinggi pendekatan humanis. Sebanyak 315 personel dikerahkan untuk mengamankan seluruh tahapan, mulai dari titik kumpul, jalur keberangkatan, hingga pengaturan lalu lintas agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat umum.
“Kami turun ke jalan bukan untuk kerusuhan, tapi untuk menyuarakan suara buruh. Kami apresiasi pengamanan dari pihak kepolisian yang mendukung aksi damai ini,”ujar salah satu koordinator lapangan.
Dengan pengamanan yang ketat dan koordinasi yang baik, diharapkan aksi buruh nasional ini dapat berjalan tertib, aman, dan membawa aspirasi yang konstruktif bagi semua pihak.
“Kami pastikan bahwa pengamanan dilakukan secara persuasif. Hak buruh untuk menyampaikan pendapat di muka umum tetap kami hormati dan lindungi, selama berlangsung dengan tertib dan damai,”ujar Kapolres.
Ia menambahkan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polres Karawang dalam menjaga stabilitas daerah serta menjamin kebebasan berekspresi warga negara sebagaimana diatur dalam undang-undang.
Polres Karawang juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pimpinan serikat buruh, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait lainnya untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas dan memastikan seluruh proses berlangsung aman.
Aksi unjuk rasa nasional ini disebut akan diikuti oleh perwakilan buruh dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka menuntut agar pemerintah meninjau ulang kebijakan ketenagakerjaan yang dinilai tidak berpihak pada kesejahteraan buruh, termasuk soal pengupahan, jaminan sosial, hingga pelaksanaan UU Cipta Kerja.
Salah satu perwakilan serikat buruh Karawang menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan kolektif terhadap situasi ketenagakerjaan saat ini.
Ferimaulana