KARAWANG – Meski sempat diwarnai aksi saling dorong dan ketegangan di pintu gerbang, massa aksi PMII Karawang akhirnya diterima untuk audiensi oleh Wakil Bupati Karawang, Maslani, yang didampingi Asisten Daerah (Asda) III serta Kasatpol PP Karawang.
Audiensi berlangsung di tengah rintik gerimis yang turun sejak siang, Jumat (13/2). Suasana sempat memanas saat massa mencoba menyampaikan tuntutan secara langsung, namun dialog antara perwakilan mahasiswa dan jajaran Pemerintah Kabupaten Karawang tetap berjalan dengan pengawalan aparat keamanan.
Wakil Bupati Maslani hadir mewakili Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, yang pada saat bersamaan tengah menjalankan agenda dinas di luar kota.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan yang sebelumnya mereka gaungkan dalam aksi. Mereka mendesak pemerintah daerah agar lebih transparan dalam pengelolaan anggaran, meningkatkan respons terhadap berbagai persoalan sosial, serta mengevaluasi kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat.
Perwakilan mahasiswa menegaskan bahwa aksi yang digelar merupakan bentuk kontrol sosial dan kepedulian terhadap arah kebijakan pembangunan di Karawang. Mereka berharap pemerintah daerah tidak alergi terhadap kritik, serta mampu membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas.
Menanggapi hal itu, Maslani menyampaikan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan dari mahasiswa maupun elemen masyarakat lainnya. Ia menegaskan komitmen Pemkab Karawang untuk terus memperbaiki tata kelola pemerintahan.
“Aspirasi ini akan kami sampaikan langsung kepada Bupati dan kami tindak lanjuti bersama OPD terkait. Pemerintah tidak menutup diri terhadap masukan,” ujarnya.
Audiensi berlangsung selama beberapa waktu dengan suasana yang berangsur kondusif. Setelah dialog selesai, massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib di bawah pengawalan aparat keamanan.
Ferimaulana