karawangbicara.id | Sangat miris sekali pembangunan saluran drainase di dusun Kamurang RT 01/ RW 04 desa cadaskertajaya kecamatan Telagasari milik dinas PUPR yang dikerjakan pelaksana kontruksi CV. Luhung Jaya Mukti menjadi sorotan lembaga Aliansi Indonesia BPAN.
Proyek saluran drainase sepanjang 175,20 meter dengan nilai kontrak RP. 189.168.000 (seratus delapan puluh sembilan juta seratus enam puluh delapan ribu rupiah) yang dibiayai oleh anggaran APBD Karawang tahun 2026 yang di kerjakan oleh pelaksana kontruksi CV. Luhung Jaya Mukti tersebut diduga tidak mengikuti prosedur teknis standar dalam pemasangan U-ditch yang diduga tidak menggunakan lantai kerja atau amparan pasir.
Hasil pantauan awak media di lokasi proyek kamis (23/07/2026) terlihat pemasangan saluran Uditch di letakan langsung di atas tanah yang belum di padatkan dan diduga tidak terlihat penggunaan pasir sebagai lantai kerja, yang berpungsi sebagai dasar penahan dan perata struktur.
Seorang lembaga Aliansi Indonesia BPAN pemerhati infrastruktur saat di minta tanggapan oleh awak media melalui via WhatsApp Sabtu (01/08/2026) mengatakan apabila pembangunan saluran Uditch yang diduga tanpa adanya lantai kerja atau amparan pasir menyebutkan bahwa kondisi tersebut akan berpotensi mempercepat kerusakan pada saluran.
Apabila tidak ada lantai kerja atau amparan pasir usia saluran bisa cepat rusak dan air akan merusak bagian bawah, pada saat musim hujan."jawabnya
Dan ia juga mengatakan lagi bahwa dengan tidak adanya lantai kerja atau amparan pasir bisa menjadi diduga ada indikasi pengurangan spesifikasi teknis yang sudah tercantum di dalam rencana anggaran biaya (RAB).
Lembaga Aliansi Indonesia BPAN meminta sama pihak pengawas proyek dari dinas PUPR Karawang dan inspektorat Daerah untuk segera turun tangan agar memperipikasi proyek tersebut, dan sekaligus untuk mengaudit teknis terhadap proyek yang menggunakan dana hasil pajak rakyat.
kami sebagai warga yang aktif di lembaga BPAN tidak ingin infrastruktur yang dibangunan dari hasil pajak rakyat hanya bertahan sebentar karena dikerjakan yang diduga asal-asalan." ucap warga yang aktif di lembaga BPAN ke awak media melalui via WhatsApp. (par)