karawang | Proyek pengaspalan jalan lingkungan (Jaling) melalui dana kelurahan (dakel) tahap pertama tahun 2026 di kampung Jatirasa timur kelurahan karangpawitan kecamatan Karawang barat kabupaten Karawang menjadi sorotan awak media.
Lebih parahnya lagi, dilokasi proyek tidak ditemukannya papan informasi proyek dari KSM dari kelurahan Karangpawitan atau KIP (keterbukaan informasi publik) sebagaimana mestinya. Hal ini ada dugaan bahwa proyek dari dana kelurahan (dakel) diduga disengaja tidak dibuka untuk publik.
Hasil dokumentasi awak media sabtu (05/09/2026) diduga adanya ketidaksesuaian ketebalan aspal hotmix pada proyek jalan lingkungan (Jaling) yang di danai oleh Dana Kelurahan (dakel) di wilayah kelurahan karangpawitan kampung Jatirasa timur yang dikerjakan oleh KSM selaku pelaksana kegiatan yang diduga merupakan pelanggaran serius terhadap rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis.
Praktik yang diduga pengurangan ketebalan atau volume aspal berpontesi memicu temuan kerugian negara oleh Badan pemeriksa keuangan ( BPK) serta menurunkan daya tahan jalan secara gratis.
"Ajat sebagai pengurus KSM kelurahan Karangpawitan saat di konfirmasi oleh awak media melalui via WhatsApp terkait ketebalan jalan hotmix yang menggunakan dana kelurahan Jumat (04/09/2026) mengatakan rata-rata ketebalan 4cm dan volume juga berpareasi."ucapnya.
Seharusnya lurah Karangpawitan selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) saat di konfirmasi awak media melalui via WhatsApp ketika ada proyek Jaling yang diduga tidak sesuai spek berhak memberhentikan dulu kegiatan tersebut dan harus memberikan keterangan ke awak media saat di konfirmasi malah awak media di arahkan ke KSM.
Lurah Karangpawitan dan KSM diduga kongkalingkong dalam kegiatan Proyek infrastruktur Jaling yang menggunakan material aspal hotmix yang diduga volume ketebalan tidak sesuai spek yang didanai oleh Dana Kelurahan (dakel) diduga tidak ada teguran dari lurah selaku kuasa pengguna anggaran ke KSM, saat ada temuan dari awak media.
Pantauan awak media langsung dilokasi Sabtu (05/09/2026) mengungkapkan ketebalan aspal hotmix yang seharusnya berada di ketebalan 4 centi meter, justru hanya mencapai 1,5 cm dan 2 cm di beberapa titik. Hal ini menimbulkan dugaan adanya pengurangan material oleh pihak pelaksana dari KSM kelurahan karang pawitan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pihak kelurahan Karangpawitan dan kelompok swadaya masyarakat (KSM) terkait mengenai metode pelaksanaan pekerjaan tersebut. (par)