Antusiasme Membludak, Kuota Mudik Gratis 2026 di Karawang Habis dalam Hitungan Jam - KARAWANG BICARA

Rabu, 25 Februari 2026

Antusiasme Membludak, Kuota Mudik Gratis 2026 di Karawang Habis dalam Hitungan Jam

KARAWANG – Program Mudik Gratis Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang diserbu ratusan warga sejak dini hari. Kuota sebanyak 810 kursi untuk 15 armada bus dilaporkan ludes hanya dalam waktu singkat pada hari pertama pendaftaran, Selasa (24/2/2026).

Pendaftaran yang dipusatkan di Gedung Pemda II, Jalan Siliwangi No. 2, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, secara resmi dibuka pukul 08.00 WIB. Namun, pantauan di lokasi menunjukkan antrean sudah mengular bahkan sebelum matahari terbit. Sejumlah warga mengaku datang sejak pukul 04.00 WIB demi memastikan mendapat tiket mudik gratis menuju kampung halaman.

Tingginya animo masyarakat membuat suasana di sekitar lokasi pendaftaran dipadati calon peserta. Petugas terlihat berupaya mengatur barisan dan memverifikasi dokumen persyaratan seperti KTP dan Kartu Keluarga. Meski demikian, tidak sedikit warga yang harus menerima kenyataan pahit karena kuota telah terpenuhi saat mereka tiba sesuai jam operasional.

Salah satu warga, Rahmat (42), yang berencana mudik ke Solo, mengungkapkan kekecewaannya. Ia datang sekitar pukul 07.30 WIB, namun nomor antrean yang didapatnya sudah berada di luar batas kuota.

“Saya kira datang setengah jam sebelum buka sudah cukup. Ternyata yang antre sudah ratusan orang. Begitu dibuka, tidak lama langsung diumumkan kuota hampir habis,” katanya.

Hal senada disampaikan Siti (34), calon penumpang tujuan Yogyakarta. Ia berharap ke depan ada sistem pembagian nomor antrean resmi atau pendaftaran secara daring agar tidak terjadi penumpukan massa sejak dini hari.

Menurut data panitia, total kuota 810 penumpang tersebut dibagi ke dalam 15 bus dengan beberapa kota tujuan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Program ini memang menjadi salah satu agenda rutin menjelang Hari Raya Idulfitri dan selalu diminati masyarakat, khususnya pekerja sektor industri dan perantau yang ingin pulang kampung tanpa biaya transportasi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, Muhana, saat dikonfirmasi terpisah menjelaskan bahwa proses pendaftaran telah dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku. Kuota, kata dia, diberikan berdasarkan prinsip siapa cepat dia dapat.

“Kuota terbatas dan diisi sesuai urutan kedatangan. Kami sudah menginformasikan jadwal pembukaan pendaftaran. Tingginya minat masyarakat memang membuat kuota cepat terpenuhi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap sistem pendaftaran guna meningkatkan kenyamanan dan ketertiban pada pelaksanaan program serupa di masa mendatang. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah penerapan sistem registrasi online atau pembagian nomor antrean digital.

Di sisi lain, beberapa warga menilai pemerintah daerah perlu mempertimbangkan penambahan armada bus mengingat besarnya kebutuhan masyarakat Karawang yang ingin mudik setiap tahunnya. Terlebih, Karawang dikenal sebagai kawasan industri dengan jumlah perantau yang cukup besar.

Program mudik gratis ini tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga menjadi upaya pemerintah dalam menekan penggunaan kendaraan pribadi saat arus mudik. Dengan armada bus yang terkoordinasi, diharapkan perjalanan lebih aman, nyaman, dan terpantau.

Namun demikian, keterbatasan kuota yang tidak sebanding dengan jumlah peminat masih menjadi pekerjaan rumah. Sejumlah warga yang gagal mendaftar terpaksa mencari alternatif transportasi lain atau menunda keberangkatan.

Meski menuai keluhan, program mudik gratis tetap menjadi harapan banyak masyarakat setiap tahunnya. Evaluasi dan pembenahan sistem pendaftaran diharapkan mampu menjawab tingginya antusiasme warga, sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih merata di tahun-tahun mendatang.



Ferimaulana
Comments
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done