karawangbicara.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang memilih langkah tak biasa dalam mengakselerasi penurunan angka gizi buruk di wilayahnya.
Alih - alih bergantung penuh pada anggaran pendapatan belanja negara (APBN) dan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD), Pemkab Karawang memaksimalkan skema kemitraan strategis dengan dunia usaha dan organisasi non- pemerintah guna mengintervensi ribuan anak yang terindikasi stunting.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengatakan, pihaknya menargetkan angka prevalensi kasus turun signifikan ke angka 8 hingga 9 persen, dengan fokus utama pada pemenuhan gizi protein hewani secara mandiri dan langsung ke sasaran.
Komitmen non-APBN atau APBD ini diwujudkan melalui kerja sama komprehensif dengan organisasi pengusaha perumahan (Asperumnas) serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Karawang. Dari sinergi tersebut, pemerintah berhasil menghimpun bantuan logistik pangan berupa telur sebanyak puluhan ton yang siap didistribusikan langsung ke setiap kecamatan.
"Setelah saya mengobrol dengan teman-teman Asperumnas dan data memang malam-malam, 'Mau enggak berbagi saya bilang? Ayo saya bilang, silakan. Saya tidak mengintervensi, silakan. Saya cuman minta telur.' Ini telur ini total keseluruhan ini 28 ton totalnya nanti yang akan diberikan," ujar Aep, Selasa ( 16/6/2026 ).
Berdasarkan data pemetaan berkala, terdapat sebanyak 5.521 anak di Kabupaten Karawang yang masuk ke dalam daftar intervensi prioritas.
Skema pemberian bantuan dirancang secara harian, di mana setiap anak ditargetkan mendapatkan konsumsi pemenuhan gizi protein minimal dua butir telur per hari di luar program pangan pendukung lainnya. ( par )