karawangbicara.id | Diduga tidak optimalnya peran Tim Pendamping Masyarakat (TIM) dalam program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) yang serentak turun di sejumlah wilayah di kabupaten karawang menjadi sorotan adanya dugaan-dugaan pekerjaan yang tidak sesuai spek.
Pelaksanaan program yang dibiayai dari anggaran APBN tahun 2026 melalui kementerian PUPR yang di laksanakan oleh kelompok tani atau penduduk sekitaran melalui perkumpulan petani pemakai air (P3A) tersebut menuai sorotan di berbagai publik.
Tim Pendamping masyarakat (TIM) dalam melaksanakan tugasnya dilapangan diduga tidak optimal dalam pengawasan pekerjaan proyek P3-TGAI yang di kerjakan para kuli pemasangan batu belah atau batu kali tidak terlihatnya lantai kerja dan diduga galian pondasinya diduga tidak sesuai spek.
Berdasarkan hasil pantauan awak media Rabu (15/07/2026) dilokasi proyek, ditemukan dugaan penyimpangan terjadi dalam pelaksanaan P3-TGAI Jatiasih 2 mekarjati kecamatan Karawang Barat. Pemasangan pondasi dasar maupun galian tanah yang diduga tidak sesuai dengan Spek.
Sangat di sayangkan pelaksana kegiatan P3-TGAI di desa mekarjati tersebut tidak ada di lokasi pekerjaan saat awak media mau konfirmasi, bahkan awak media sempat bertanya sama para kuli dilokasi pekerjaan' jawaban dari para kuli jawabannya tidak tahu. (par)