KARAWANG — Kondisi akses jalan menuju SMKN 1 Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menuai perhatian serius. Jalan yang rusak parah dan kerap terendam banjir saat hujan deras dinilai tidak hanya menghambat aktivitas belajar mengajar, tetapi juga membahayakan keselamatan siswa, guru, dan warga yang melintas setiap hari.
Kepala SMKN 1 Rengasdengklok, Deni Iskandar, S.Pd., mengungkapkan kerusakan jalan tersebut sudah terjadi cukup lama, bahkan diperkirakan lebih dari satu tahun tanpa perbaikan yang berarti. Kondisi terparah dirasakan saat musim hujan, ketika genangan air menutup lubang-lubang jalan dan membuat akses menuju sekolah nyaris tak layak dilalui.
“Kalau hujan deras, air langsung menggenang. Jalannya berlubang, rusaknya sudah lama, dan ini sangat mengganggu aktivitas warga sekolah,” ujar Deni saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, ruas jalan yang mengalami kerusakan memiliki panjang sekitar 300 hingga 400 meter, membentang dari bagian depan hingga belakang area sekolah. Ironisnya, meskipun lingkungan sekitar sekolah telah tertata dengan baik, akses utama menuju SMKN 1 Rengasdengklok justru luput dari perhatian.
Deni menyebut, pihak sekolah telah berulang kali mengajukan proposal perbaikan kepada berbagai instansi terkait. Namun hingga kini, upaya tersebut belum membuahkan hasil nyata di lapangan.
“Kami sudah sering mengirim proposal. Bahkan saat hujan besar, banjirnya terlihat jelas. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut nyata,” ungkapnya.
Pihak sekolah juga telah menjalin komunikasi dengan anggota DPRD Karawang. Namun, respons yang diterima kerap menyebutkan bahwa pengelolaan SMA dan SMK berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bukan pemerintah kabupaten atau kota.
“Kalau ke dewan kabupaten, alasannya bukan kewenangan mereka. Karena SMA dan SMK itu kewenangan provinsi. Jadi kami fokus mengajukan ke provinsi,” jelas Deni.
Lebih lanjut, ia mengatakan aspirasi perbaikan jalan telah disampaikan kepada anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Kantor Cabang Dinas (KCD), serta Dinas Pendidikan, dengan harapan ada dorongan nyata untuk percepatan perbaikan akses jalan tersebut.
“Kami terus berjuang dan berharap ada pihak yang benar-benar peduli terhadap pendidikan. Harapan kami sederhana, akses jalan ke sekolah bisa diperbaiki demi kenyamanan dan keselamatan siswa, guru, serta masyarakat,” tegasnya.
Pihak SMKN 1 Rengasdengklok berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera merespons keluhan ini. Sebab, kondisi jalan yang rusak dan rawan banjir bukan hanya menghambat proses pendidikan, tetapi juga menyimpan potensi kecelakaan yang mengancam keselamatan pengguna jalan setiap harinya.
Penulis: Alim