Karawang | Polemik pembayaran upah buruh harian lepas di PT Tiga Langit Semesta semakin memanas. Setelah sebelumnya diduga menghilang usai ingkar janji pembayaran pada 17 Maret, kini pihak manajemen disebut menyatakan lepas tanggung jawab atas kewajiban tersebut. Rabu, 18/3/2026 Pagi.
Puluhan buruh yang kembali mendatangi perusahaan untuk menuntut hak mereka mengaku mendapat pernyataan mengejutkan. Pihak manajemen, melalui perwakilan yang ditemui, disebut tidak lagi bertanggung jawab atas pembayaran upah yang sebelumnya telah disepakati dalam musyawarah.
“Kami datang untuk menagih hak kami sesuai kesepakatan, tapi justru dibilang itu bukan lagi tanggung jawab mereka. Ini sangat mengecewakan,” ujar salah satu buruh.
Pernyataan tersebut sontak memicu kemarahan para pekerja. Mereka menilai sikap manajemen tidak hanya mengingkari kesepakatan, tetapi juga mengabaikan hak dasar buruh yang telah bekerja dan menunggu upah mereka.
Situasi di lokasi sempat memanas akibat kekecewaan yang memuncak. Meski demikian, para buruh masih berupaya menahan diri dan berharap ada solusi yang jelas tanpa harus berujung konflik lebih besar.
Perwakilan buruh menegaskan bahwa kesepakatan sebelumnya merupakan hasil musyawarah resmi yang seharusnya mengikat kedua belah pihak. Mereka pun meminta perusahaan tidak menghindar dari tanggung jawab yang telah disepakati bersama.
“Kami hanya ingin hak kami dibayar. Jangan lempar tanggung jawab, karena ini menyangkut hidup kami,” tegas salah satu perwakilan pekerja.
Penulis Mahfud Yunus