KARAWANG – Kabar menggembirakan datang bagi penguatan ekonomi desa di Kabupaten Karawang. Sebanyak 17 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kini resmi memiliki armada truk operasional sebagai sarana penunjang distribusi hasil usaha masyarakat.
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Karawang, Kodim 0604/Karawang, serta dukungan dari sektor swasta. Kehadiran armada ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengatasi berbagai kendala distribusi yang selama ini dihadapi koperasi desa, sekaligus mempercepat perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Serah terima bantuan dilaksanakan di Ruang Data Makodim 0604/Karawang pada Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Naryanto, Asisten Daerah II Kabupaten Karawang H. Arifin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Muhamad Syaefulloh, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Eka Sanatha, serta perwakilan dari PT Hino Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, para pemangku kepentingan menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi desa. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan dunia usaha menjadi bukti nyata bahwa pembangunan desa kini dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
Sebanyak 17 desa penerima bantuan tersebar di berbagai kecamatan di Karawang, meliputi Desa Balonggandu (Jatisari), Curug, Karanganyar, dan Gintungkerta (Klari), Margasari (Karawang Timur), Cilewo dan Cariumulya (Telagasari), Ciptasari (Pangkalan), Sukamerta dan Pasirawi (Rawamerta), Banyuasih dan Cicinde Selatan (Banyusari), Karangjaya (Pedes), Sukakerta (Cilamaya Wetan), Pasirtanjung dan Lemahmukti (Lemahabang), serta Walahar (Klari).
Dengan adanya armada truk operasional ini, koperasi desa diharapkan tidak lagi mengalami kendala dalam mengangkut hasil pertanian, produk UMKM, maupun komoditas unggulan lainnya. Selain mempercepat distribusi, bantuan ini juga diyakini mampu menekan biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam pengembangan usaha desa.
Lebih jauh, program ini membuka peluang lebih luas bagi produk-produk lokal untuk menembus pasar yang lebih besar, baik di tingkat regional maupun nasional. Pemerintah berharap, ke depan koperasi desa mampu menjadi motor penggerak ekonomi mandiri yang kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Ferimaulana